The Life Will Find The Way…

Aug 04, 2007

The Life Will Find The Way

Begitulah kira-kira bunyi kata-kata yang diucapkan oleh salah seorang aktor utama dalam film tersebut. Ya, film ‘Jurrassic Park’. Film garapan sang sutradara yang cukup beken ‘Steven Spielberg’, film ini juga cukup banyak meraup keuntungan. Kata-kata tersebut sendiri kira-kira berarti ‘Hidup akan mencari jalannya sendiri’. Inilah yang perlu digarisbawahi, bukan karena ini adalah film garapan Steven Spielberg, sang sutradara kenamaan, juga bukan karena ini adalah merupakan film trilogi yang laris manis di pasaran. Juga bukan karena yang mengucapkannya dalam film tersebut adalah seorang doktor atau profesor.

Hidup memang sebuah perjalanan, kalau anda menganggapnya demikian. Hidup adalah hanya numpang mampir di warung pinggir jalan kalau anda berpikir bahwa hidup adalah seperti itu. Semuanya adalah tergantung apa yang anda pikirkan dan apa yang anda rasakan. Tidak ada paksaan, karena semuanya dilindungi oleh undang-undang. Tetapi, sebenarnya hidup itu berjalan seperti apa? Hidup itu berjalan ke arah mana?

Orang bijak mengatakan, manusia hidup harus punya tujuan. Kalau anda menganggap orang hidup adalah sebuah perjalanan, maka anda harus menentukan tujuan dari perjalanan anda. Apakah anda akan menuju kampung halaman yang telah anda tinggalkan sejak lama? Ataukah anda hendak bepergian untuk mencari penghidupan? Begitupun juga kalau anda berpikir bahwa hidup adalah hanya mampir ke warung di pinggir jalan, maka anda pun harus berpikir tujuan anda mampir di warung tersebut. Apakah anda akan mengenyangkan perut anda dengan sepiring nasi lengkap dengan telur dan sayur asem? Ataukah anda lebih senang dengan singkong goreng? Atau anda lebih memilih menikmati secangkir kopi hangat dan sebatang rokok lintingan? Semuanya harus punya tujuan. Tanpa tujuan, hidup akan terasa hampa dan tanpa apa-apa – begitu kata orang.

Ketika anda ditanya bagaimana hidup yang anda jalani, anda tentunya akan berpikir bahwa hidup anda adalah apa yang telah, sedang dan akan anda usahakan untuk menentukan seperti apa tujuan hidup anda. Tapi, sadarkah anda bahwa usaha apapun yang anda lakukan, bukanlah anda yang menentukan hidup anda, melainkan hiduplah yang akan menemukan jalannya sendiri. Seperti judul di atas, the life will find the way.

Anda mungkin akan bertanya, bagaimana mungkin? Bukankah yang mengusahakan hidup adalah saya sendiri? Bukankah yang menentukan tujuan saya hidup adalah seorang yang bernama ‘saya’ dalam diri ini? Ya. Benar sekali. Orang hidup selalu mengusahakan apapun untuk menentukan tujuannya. Namun, anda juga mengerti tentang apa yang terjadi saat anda menginginkan sebuah mobil dan rumah mewah. Namun, yang anda dapatkan justru sebuah sepeda motor butut dan sebuah kontrakan berukuran 3X3 m. Anda juga tahu, saat anda ingin menentukan hidup anda dengan happy ending. Namun, ujung-ujungnya anda malah harus menelan pil pahit, karena anda mendapatkan ending yang ternyata tidak terlalu happy.

Masih ingatkah anda saat anda harus menempuh ujian akhir di sekolah esok hari, namun anda harus rela untuk tidak mengikuti ujian karena sakit? Padahal hari sebelumnya anda baru saja jalan-jalan ke mal bersama teman-teman anda? Masih ingatkah anda ketika anda menyukai seseorang, dan anda ingin menikmati dan menghabiskan hidup ini bersamanya, namun anda ditolaknya secara mentah-mentah? Atau saat anda sedang menikmati manisnya cinta yang anda rasakan bersamanya, dengan mudah dia memutuskan anda?

Ah sudahlah, tidak perlu diingat semua cerita buruk akan kehidupan ini. Semuanya adalah sesuatu yang sudah berlalu dan saya yakin anda bisa menjalani hidup ini lebih baik dengan semua apa yang telah anda dapatkan dari pengalaman anda terdahulu. Begitulah hidup, bukan anda dan saya atau siapapun yang menentukan dan akhirnya menemukan hidup ini, melainkan hidup itu sendirilah yang akan menemukan jalan yang memang sudah harus dilaluinya. Sementara kita bisa berusaha untuk meluruskan hidup ini agar menjadi lebih baik, dan hidup akan menemukan jalannya sendiri.

Diakhir artikel saya, saya selalu mengingatkan anda. Bahwa, wacana bukanlah sesuatu yang harus melulu kita terima dan ikuti. Wacana adalah sarana penunjang agar wawasan dan pengetahuan kita bertambah sehingga kita bisa mengambil kesimpulan terbaik menurut kita sendiri. Tidak ada yang pernah berhak memaksakan idenya untuk kita, karena kita hidup berhak untuk berpendapat dan mengeluarkan ide. Singkatnya, anda boleh saja membaca, tetapi hati-hatilah terhadap wacana.