[Review] Baterai Lebih Hemat, Hati Lebih Riang

Aug 05, 2013

Jika diberikan pertanyaan sebutkan hal yang paling Anda benci di abad ini, saya sepenuhnya yakin dalam daftar itu akan ada poin: baterai gadget yang boros. Betul?

Harus diakui bahwa di dunia yang serba terhubung dan berbau layar ini kita mengkonsumsi baterai lebih banyak dari era sebelumnya. Dan meski teknologi baterai atau komponen yang memiliki pengaruh kepadanya telah berkembang, kita masih belum puas dengan itu. Charging masih membutuhkan waktu cukup lama sementara konsumsi cenderung lebih cepat dari yang kita inginkan.

Namun tahukah Anda persoalan borosnya baterai bukan sepenuhnya lepas dari kendali kita? Bagaimanapun juga konsumsi baterai dipengaruhi oleh kebiasaan kita menggunakan gadget di genggaman.

Itulah mengapa ada banyak alat untuk membantu kita memahami serta menghemat konsumsi baterai pada gadget dan salah satunya yang saya temui adalah Du Battery Saver.

Hal pertama yang terlintas dalam benak saya ketika melihat aplikasi ini adalah menarik. Aplikasi yang dibuat untuk Android dan bisa digunakan secara gratis ini memiliki desain yang sederhana namun apik. Pertama itu dulu.

Di bagian depan dapat dilihat persentase sisa dan juga prediksi habisnya baterai dalam hitungan jam dan menit. Sementara itu di bawahnya terdapat informasi sederhana seperti tingkat panas, teknologi dan juga besarnya voltage. Di bawahnya lagi dapat dilihat rekaman persentase baterai sejak aplikasi diinstall.

Yang menarik pada halaman ini adalah hadirnya tombol Optimize. Jika ditekan, tombol ini akan melakukan analisis singkat pada proses yang sedang berjalan dan juga status perangkat seperti WiFi, mobile data, Bluetooth, dan lain-lain.

Screenshot_2013-08-05-13-50-26

Setelah proses analisis selesai dilakukan, Anda akan diberikan saran supaya dapat lebih menghemat baterai yang dimiliki saat ini. Anda bisa memilih apakah optimisasi akan dilakukan oleh Du atau hendak dilakukan sendiri secara manual. Nah, ternyata hasil ini tadi akan tersimpan menjadi mode khusus untuk gadget tersebut sehingga tak perlu repot membuat custom mode secara manual. Praktis, yes?

Screenshot_2013-08-05-13-50-50

Selain custom mode, Du sebenarnya telah membuatkan beberapa pre-set mode bagi penggunanya. Masing-masing mode memiliki kelebihan dan kekurangannya, tapi satu hal yang pasti yaitu belum tentu cocok untuk pengguna. Untuk itulah custom mode hadir dan mudah dibuat.

Screenshot_2013-08-05-13-51-20

Di bagian tab lain ada pula Charge. Sekilas tak ada yang menarik dari halaman ini kecuali prediksi waktu habis yang berganti dengan waktu penuhnya baterai ketika dilakukan charging.

Namun, jika icon kalender disentuh ternyata dapat dilihat charging records. Di dalamnya dapat diihat pula mode charging, apakah mode common atau healthy charging sesuai dengan tips dari Du. Dengan data sederhana ini pengguna jadi tahu kebiasaannya melakukan charging terhadap gadgetnya. Ini juga bisa menjadi pengingat apakah dalam satu bulan healthy charging sudah dilakukan ataukah belum.

Screenshot_2013-08-05-13-51-02

Lalu, bagaimana kalau saya mau tahu aplikasi apa sih yang konsumsi dayanya lumayan besar? Nah, untuk menjawab hal ini kita perlu menuju tab Monitor.

Di dalam tab ini dapat dilihat informasi aplikasi yang diurutkan berdasarkan besarnya konsumsi baterai. Halaman ini tidak hanya menampilkan aplikasi yang sedang berjalan saja, akan tetapi juga aplikasi yang telah mati. Dengan demikian, catatan semua aplikasi dan penggunaan baterainya dapat dilihat serta dipahami dengan lebih baik.

Screenshot_2013-08-05-13-51-09

Dari tadi saya menyebutkan prediksi waktu, lalu pertanyaannya apakah akurat? Sepanjang pengamatan, saya bisa katakan tingkat akurasinya cukup baik. Ternyata, apa yang saya rasakan juga diamini oleh banyak pengguna lain yang dapat dilihat pada review app. Seriously, go for it.

Sebenarnya ada satu lagi fitur Du yang berguna dan bermanfaat untuk diaktifkan. Namun, untuk melakukannya kondisi Android haruslah rooted karena fitur ini berhubungan dengan processor. Sebagaimana diketahui bahwa frequensi processor yang kecil akan lebih menghemat baterai, maka dengan memberikan akses root kepada Du pengguna dapat melakukan pengaturan frequensi sesuai dengan yang diinginkan. Tidak sarankan untuk pengguna awam tentu saja. :D

Nah, kalau masih suka mengeluh soal boros baterai coba deh Du Battery Saver ini. Tiga hal kenapa saya menyarankannya: gratis, tak ada iklan, dan akurat.

Daripada susah nyari di Play Store, klik saja ini http://bit.ly/DuBatterySaver trus install. Lalu kalau ada apa-apa tanya saya ke akun mereka di Twitter @DuBattery_ID atau ke kalau punya Facebook bisa ke http://bit.ly/DuBatterySaverID gak perlu nanya ke saya. :P