Hehe...

Jul 26, 2007

Hehe. Begitulah judul artikel ini. Saya sendiri tidak tahu harus mengisi artikel ini dengan apa, saya sedang mencoba mengapresiasi usulan seseorang. Banyaknya kami berbagi. Itulah kemungkinan mengapa saya mencoba menuruti usulan darinya. Kami begitu banyak berbagi, suka, duka, dan ceita-cerita yang mungkin akan terdengar terlalu basa-basi dan tidak berguna. Namun, kami menikmatinya sebagai penyedap bagi kehidupan yang tidak selamanya indah dan menyenangkan. Mengingat saya seorang pelupa, saya sering mengatakan isnpirasi yang muncuk sewaktu-waktu kepadanya, sehingga ketika saya lupa mungkin dia akan mengingatkan apa yang menjadi inspirasi saya. Judul ini sendiri, dia buat ketika saya mencoba mengatakan inspirasi yang saya dapatkan. Namun, saya tidak berhasil mendapatkan judulnya dan dengan tertawa dia bilang ‘Beri judul saja ‘hehe’”. Mendengar judul yang lumayan nyentrik, saya sendiri tertawa dan berpikir. Kemudian, pada akhirnya saya menulis ini.

Sebenarnya, kata-kata ‘hehe’ adalah kata-kata yang biasa saya gunakan dalam short message service (sms). Kata-kata ‘hehe’ saya gunakan ketika saya mencoba mengekspresikan tawa saya. Saya tidak tahu harus mengekspresikan tawa saya dengan tulisan seperti apa. Yang saya bisa tuliskan hanya ‘hehe’ atau mungkin ‘haha’. Sebuah tawa yang jika diwujudkan akan terlihat seperti sebuah tawa yang dipaksakan. Sejujurnya, saya bukan orang yang pelit untuk tertawa. Bahkan, bisa dikatakan saya adalah orang yang hobinya tertawa lebar – kalau anda tidak percaya, silakan buka profile saya di friendster http://www.friendster.com/ipullup.

Oiya, sebenarnya saya sedang menyiapkan sebuah photo gallery yang saya buat khusus sebagai bentuk penghargaan diri saya. Maklum, saya pikir saya bisa menyimpannya di internet sehingga space harddisk saya bisa bertambah. Hehe…

Salah satu hobi dan keahlian saya adalah saya expert di ‘wide smile’ hehehehehehe….

Mengapa saya hanya menuliskan ‘hehe’? jawabannya sederhana saja. Saya tidak tahu harus menuliskan tawa lebar saya menjadi seperti apa. Apakah ‘hehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehe…’ atau ‘hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha…’ atau entah seperti apa. Yang jelas, kalau saya harus menuliskannya seperti pilihan di atas, maka tawa saya akan menghabiskan jatah maksimal karakter satu buah sms. Dan artinya, saya akan membayar banyak untuk tulisan yang seharusnya bisa dituliskan cukup hanya dengan satu sms saja. Ya, begitulah alasan saya menuliskan tawa saya dengan ‘hehe’. Alasan pertama, saya tidak tahu harus menggambarkan tawa lebar saya dengan tulisan seperti apa. Alasan kedua, kalau saya harus menuliskannya panjang seperti tawa saya, maka pulsa saya akan cepat habis – maklum, saya anak kos – hehehehehe….

Sebenarnya, si-yang-mengusulkan-judul ini sendiri ketika mengekspresikan tawanya lewat sms, biasanya menuliskannya dengan ‘he..’ atau ‘he…’. Kalau lebih diperhatikan, mungkin tawa seperti jika diekspresikan akan menjadi sangat-sangat dipaksakan. Hehehe… jadi, bagaimana menuliskan tawa dalam sms? Jawabannya ‘terserah anda’. Mengapa anda harus susah-susah mengekspresikan apa yang ingin anda lakukan. Bukankah semuanya hanya masalah nyaman dan tidak nyaman? Feel comfort! Bukankah anda bebas mengekspresikan apa yang anda ingin lakukan? Just do it! Jadilah diri sendiri! Biarkan dunia melakukan apa yang ingin dilakukannya, dan lakukanlah apa yang ingin anda lakukan. Anda tidak perlu malu untuk melakukan apa yang tidak melanggar hak asasi orang lain. Karena anda juga punya hak. Gitu aja kok repot.

Buat si-yang-mengusulkan-judul terima kasih atas idenya. Mungkin lain kali saya akan memerlukannya lagi. Buat pembaca sekalian, jagalah barang-barang anda. Jangan sampai ada yang ketinggalan. Dan buat semuanya, barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar/dikembalikan. Hehehe…