Apa yang Salah Dengan Fedora?

Jul 06, 2010

Saya sudah mencoba banyak sekali sistem operasi untuk komputer. Saya pertama kali tahu komputer saat SMP dan sejak itu komputer nampak menarik untuk diketahui lebih lanjut. Dari Microsoft Windows hingga Solaris telah saya coba. Baik lama maupun sebentar.

Jika berbicara tentang Microsoft, pilihan saya adalah Windows 7 dengan model yang luar biasa. Jika berbicara tentang distro Linux, maka saya memilih Fedora. Dan Mac OS X 10.6 adalah pilihan saya untuk Apple, serta OpenSolaris adalah pilihan saya untuk keluarga Solaris.

Apa yang Salah dengan Fedora?

Saya akan membahas Fedora. Fedora adalah distro Linux yang diakui kehebatan dan stabilitas serta keamanannya. Di banyak laporan perbandingan antar distro Linux, Fedora hampir selalu menduduki peringkat pertama. Mengapa? Mungkin, karena Fedora adalah sistem tester untuk Red Hat Enterprise Linux (RHEL), sebuah sistem operasi yang diakui stabilitas dan keamanannya untuk kelas server.

Jika RHEL ditujukan untuk pengguna server, maka Fedora ditujukan untuk pengguna biasa dan/atau administrator. Meskipun begitu, Fedora sempat merilis versi server sebelum akhirnya memutuskan merilis versi desktop saja. Dan inilah saat Fedora menjadi menarik untuk dibicarakan. Menurut kabar, penghapusan Fedora server ini mengakibatkan beberapa developer memutuskan untuk membuat CentOS.

Fedora adalah distro Linux yang masuk dalam kategori cutting edge. Dengan demikian, user baru akan merasakan bahwa Fedora bukan distro yang tepat untuk mereka. Fedora 13 memang telah melakukan perubahan yang patut diacungi jempol, namun toh perubahan itu tak cukup sempurna.

Secara umum, Fedora 13 telah siap untuk digunakan kalangan yang belum familiar dengan Linux. Tampilan yang cantik, proses instalasi yang mudah dan dukungan komunitas yang ada. Namun ada satu hal yang mungkin luput dari penglihatan developer, yaitu tampilan menu.

Jika diperhatikan, tampilan menu pada Fedora 13 masih menggunakan model distro Linux model lama. Jika Fedora memang berniat untuk menjadi tandingan Ubuntu untuk user biasa, maka sebaiknya mereka meniru model menu yang ada di Ubuntu. Saya yakin, dengan stabilitas dan tingkat keamanan yang tinggi, dilengkapi tampilan ciamik serta menu yang mudah tidak mustahil Fedora akan mengalahkan ketenaran Ubuntu. Lagipula, Ubuntu toh distro dengan banyak kelemahan yang tak jua ditambal.

Tapi, mengapa tampilan menu? Sesederhana itu? Menu bukan hal sederhana. Ibarat pintu, pengguna mengakses hampir semua isi sistem dari menu, terutama pengguna baru. Dan sekali menu membuat pusing, pengguna akan menyerah dan berhenti. Jika pintu dibuat menarik dan mudah, pengguna akan dengan mudah untuk menjelajah dan menemukan apa yang dicari. Apa jadinya jika sebuah rumah terlihat bagus dari luar, tapi pintunya berupa besi tua berkarat?

So, saran saya jika selama ini menggunakan Ubuntu, cobalah kembali Fedora 13 (Goddard). Dan begitu pula pengguna baru, cobalah Fedora. Mereka cuma salah memasang pintu. (tpos/sm/li)