Thank You for Smoking, With Respect!

Aug 17, 2010

Setiap hari di hampir setiap jam, di setiap pojok jalan, rumah, kantor, pasar dan tempat lain dapat ditemui orang-orang memegang rokok menyala. Tidak hanya itu, di mal-mal dengan kafe mewah pun sama. Iya, mereka sedang merokok. Di pinggir-pinggir jalan, mereka merokok bergerombol begitu pula di pasar-pasar dan tempat lain.

Melarang orang merokok adalah hal terberat yang harus dilakukan. Sebagai negara merdeka, toleransi untuk saling menghormati juga menjadi asas yang harus dipegang. Masing-masing warga negara punya hak dan salah satu hak mereka adalah merokok. Ketika ada orang yang merokok di dekat saya, saya akan berusaha memberikan toleransi. Namun, jika saya tidak kuat lagi dengan semburan asap maka saya akan protes. Itu cukup.

Thank You for Smoking, with Respect!

Tapi persoalannya semakin kompleks ketika kemudian ditemukan anak-anak merokok. Mereka adalah anak-anak yang berumur kurang dari sepuluh tahun. Miris. Hal ini terjadi tentu karena anak-anak tersebut terbiasa melihat lingkungan sekitar dimana orang-orang bebas merokok. Anak-anak adalah peniru, selalu ingin tahu dan perayu yang handal. Mereka bisa merengek untuk mencoba apalagi tidak diimbangi pendidikan yang baik.

Saya tidak akan melarang merokok dan saya juga tidak antipati terhadap rokok. Karena perusahaan-perusahaan rokok itulah acara-acara digelar dengan meriah dan masih banyak lagi yang mereka berikan sebagai bentuk CSR. Silakan merokok jika memang anda seorang perokok, tapi tolong merokok-lah dengan sopan. Caranya? Ada banyak sekali, tapi saya hanya mau mengkritisi satu saja. Tidak merokok di depan anak-anak di bawah umur 18 tahun. Tapi bagaimana caranya? Banyak. Misalnya, jangan merokok di tempat umum atau kendaraan umum.

Kasihan anak-anak itu jika harus menghirup asap rokok sejak masih kecil. Udara yang dihirupnya menjadi tidak sehat. Dia pun menjadi terbiasa dan berkeinginan mencoba. Budaya merokok di negara Indonesia ini sudah menjadi sorotan dunia. Mereka mengatakan bahwa budaya merokok di negara ini terlalu bebas. Mengharapkan usaha dari pemerintah juga tidak ada gunanya.

Jadi, untuk para perokok, sebagai hadiah ulang tahun bagi kemerdekaan Indonesia yang ke-65 tolong untuk tidak merokok di depan anak-anak. Saya akan sangat menghargai itu dan saya ucapkan ‘Thank you for smoking, with respect’! Saya rasa yang tidak merokok seperti saya juga seiya-sekata, seikat-sebakul. Lagipula, para wanita mengatakan: pria tidak merokok itu #seksi. Plus, satu lagi, buang puntung rokok di tempatnya. Mari budayakan hidup bersih. (tpos/sm/vi)