OpenOffice.org Berpisah dari Oracle Membentuk The Document Foundation

Sep 30, 2010

Ini adalah berita yang mengejutkan. Tidak hanya bagi saya, tapi rasanya juga bagi Oracle. Buntut dari pembelian Sun Microsystems oleh Oracle yang kemudian menggugat Android berimbas ke yang lain. Adalah OpenOffice.org yang kali ini melakukan aksinya memisahkan diri dari Oracle dan membentuk The Document Foundation.

OpenOffice.org

OpenOffice merupakan lanjutan proyek sebuah perusahaan di Jerman bernama Star Division. Pada tahun 1999, Sun Microsystems membeli Star Division dan proyek tersebut pada tahun 2000 diubah menjadi OpenOffice.org. Sepertinya, tim pengembang OpenOffice mulai khawatir Oracle akan secara penuh mengendalikan proyek ini. Hal ini tentu saja wajar mengingat nasib JDK yang saat ini dikendalikan oleh Oracle.

Alasan yang disebutkan Document Foundation tentang hal ini adalah mereka bermaksud ‘to fulfil the promise of independence written in the original charter’. The Document Foundation (TDF) saat ini telah didukung oleh Novell, Red Hat, Open Source Initiative, Canonical, Free Software Foundation, GNOME Foundation dan tentu saja Google.

Chris DiBona, Open Source Programs Manager di Google, mengatakan ‘pembentukan The Document Foundation adalah sebuah langkah besar demi masa depan perkembangan open source untuk kebutuhan kantor… dan Google dengan bangga mendukung program ini.’

Sebenarnya, menurut TDF, mereka telah mengundang Oracle untuk bergabung dan menjadi salah satu sponsor. Namun sampai saat ini Oracle masih belum menyatakan kesediaannya untuk bergabung dengan TDF. Karena itu, TDF menggunakan nama LibreOffice hingga Oracle mau bergabung dan bersedia menghibahkan nama OpenOffice.org kepada TDF.

Setelah OpenOffice.org, entah siapa lagi yang akan hengkang dari Oracle. Ada banyak nama sebelum OpenOffice yang telah hengkang, diantaranya James Gosling (bapak Java), Jonathan I. Schwartz (mantan CEO Sun), Stewart Townsend (salah satu pendukung setia Sun) dan Jeff Bonwick (ketua tim ZFS).

Saat ini LibreOffice telah sampai pada tahap beta dan bisa didownload secara gratis di sini.

Oya, perlu diketahui bahwa saat ini Oracle adalah salah satu musuh besar bagi dunia Open Source. I believe, you know why.

Sumber: DocumentFoundation.org, Wikipedia.org, Techeye.net, Networkworld.com