Bali Digital Society: Untuk Bali Sebagai Smart Cultural Island

Dec 31, 2012

Ada yang bilang bahwa Bali itu lebih terkenal dibanding nama Indonesia. Atau ada pula cerita, katanya, ada orang yang mengira Bali adalah sebuah negara sendiri dan bukan sebuah pulau yang merupakan bagian dari (Negara Kesatuan) Republik Indonesia. Saya tidak tahu apakah cerita-cerita itu masih ada atau tidak. Namun yang pasti, Bali masih tempat favorit berwisata.

Bali

Menurut statistik tahun 2011 total wisatawan tujuan Indonesia adalah sebesar hampir 300 juta orang. Dari sekian banyak tujuan wisata Bali adalah tujuan terbesar dengan sedikitnya 2.8 juta wisatawan mancanegara dan 5.8 juta wisatawan domestik. Aktivitas wisata ini sukses mencatatkan angka pembelanjaan yang berkontribusi dalam GDP Bali dengan nilai 35%. Sebuah angka yang cukup besar untuk satu segmen.

Selain alamnya yang mempesona, yang menarik dari Bali bagi saya adalah kultur atau budaya. Budaya nampak begitu baik tertata dan terjaga hingga hal-hal kecil sekalipun. Dari ucapan salam yang khas, penggunaan canang, acara Ngaben, hingga Nyepi yang begitu menarik di mata dunia. Budaya yang turun-temurun sejak dulu ini tetap terjaga dan dilestarikan walau gempuran pengaruh budaya luar tak sedikit jumlahnya.

Sementara banyak daerah dianggap kehilangan kebudayaannya, Bali nampak dengan begitu baik menjaganya. Beberapa mungkin terkikis dan terlupakan atau dianggap tak lagi relevan seiring berkembangnya jaman dan teknologi.

Berbicara soal teknologi, saat ini adalah masa dimana masyarakat seperti tidak dapat terpisahkan darinya. Anak-anak hingga orang tua mulai mengenal dan memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Dari smartphone yang menggantikan fungsi komputer –dalam banyak hal, atau tablet yang menjadi pengganti akan buku.

Hadirnya benda-benda bernuansa maju ini membuat kita lebih pintar dan lebih mudah dalam melakukan banyak hal. Mengetik tak lagi harus di depan komputer. Tak sedikit gambar berkualitas yang diambil dengan smartphone alih-alih dengan kamera. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Menjadi pintar (smart) dan tetap berbudaya (serta menjaganya) seperti dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Budaya menyimpan sejarah, misteri, serta nilai yang dapat dipelajari dan dikuak lebih dalam sementara teknologi menjadikan kita tetap pintar dan up to date. Dan Bali adalah pulau yang (dalam proses) menggabungkan keduanya melalui Bali Digital Society, atau #BaliDiSo.

Mengunjungi Bali dan menikmati budayanya tak perlu lagi dengan cara lama yang sulit dan tidak smart. Justru sebaliknya, berwisata ke Bali adalah sebuah pengalaman untuk menikmati kebudayaan yang mudah dan juga smart berkat hadirnya teknologi. Sebuah pengalaman dalam smart cultural island.

Launching #BaliDiSo

Dalam wujudnya, pengembangan BaliDiSo akan fokus pada dua hal yaitu: (1) infrastruktur ICT modern, dan mengikuti infrastuktur yang telah berkembang tersebut adalah (2) solusi dan layanan yang juga tak kalah modern.

Dengan adanya infrastuktur yang telah modern tadi wisatawan dapat terhubung setiap saat, di mana saja dan kapan saja. Mulai dari penginapan hingga tempat wisata. Melalui solusi dan layanan yang cerdas dan kaya wisatawan akan dapat menjelajahi Bali dalam electronic directory atau memesan hotel, pesawat, rental mobil, maupun restoran melalui online booking system.

Apakah cuma itu saja? Tidak. Karena ada banyak hal lain dari program BaliDiSo ini, seperti yang disampaikan dalam video di bawah ini.

http://www.youtube.com/watch?v=FfsXcdcKIQs

Program yang diprakarsai oleh Telkom ini baru diluncurkan akhir Desember 2012 ini dan jelas ada jalan panjang yang harus ditempuh. Seperti portal H! Bali yang merupakan bagian dari H! Indonesia, mobile apps, online booking system, dan lain-lain yang masih membutuhkan sentuhan dan kerja keras. Namun ini adalah sesuatu yang baik, untuk masyarakat lokal maupun wisatawan. Terlebih, Telkom berencana mengembangkan hal yang sama di kota-kota lain seluruh Indonesia.

Saya pribadi berharap semoga program ini sukses, sehingga jika nanti sempat ke Bali saya bisa menikmatinya dan hidup jadi semakin mudah. Berwisata tanpa lepas dari teknologi. Maklum, saya agak susah berpisah sama teknologi. :D

Bagaimana dengan Anda?