Hikmah

“Berapa Biaya Reparasi Komputernya?”

Mengingat kata INFORMATIKA dan definisi serta anggapan umum tentangnya membuat saya teringat akan kejadian di tahun 2004. Begini ceritanya..

Lepas dari MA (Madrasah Aliyah) tak terkenal di daerah Tuban, Jawa Timur, saya tak langsung kuliah. (1) Kedua orang tua saya tak mampu membayar uang pendaftaran apalagi harus membayangkan membayar uang kuliah dan ini-itu. (2) Di antara hasil ujian akhir hanya ada satu nilai saya yang bagus, Bahasa Arab. (I know, right? I really should apply somewhere in Lebanon or Qatar.)

Karena nasib itu tadi, saya akhirnya ditawari bekerja di Surabaya untuk jadi karyawan di sebuah rental komputer. Karena memang tak ada pilihan yang lebih baik saat itu, saya menerimanya.

Rental komputer ini terletak di kawasan Ketintang, sekitar 500m dari Universitas Negeri Surabaya, sehingga cukup ramai dengan pengguna jasa baik dari kalangan mahasiswa, dosen maupun umum. Tak jarang, yang saya ketik adalah skripsi atau thesis yang jumlahnya berlembar-lembar itu sehingga harus dikerjakan hingga malam hari.

Kebetulan, adik (kembar identik) dari pemilik rental komputer ini sedang kuliah di ITS Surabaya dengan jurusan Teknik Informatika. Dari mereka saya belajar banyak hal urusan komputer termasuk salah satunya reparasi. Meski begitu, rental komputer ini sebenarnya tak menerima reparasi.

Continue reading ““Berapa Biaya Reparasi Komputernya?””

news

Advan Vanbook W80 & W100: Windows 8.1 dengan Xbox Games

Advan lagi-lagi menunjukkan giginya di pasar gadget nusantara, dan Asia. Setelah sukses dinobatkan sebagai tablet seller nomor satu di Indonesia, serta nomor 3 di Asia Pacific, kini mereka merilis duo tablet terbaru.

IMG_20140925_124630

Duo tablet yang diluncurkan di Hotel Mulia Senayan ini adalah Advan Vanbook W80 dan Vanbook W100 yang masing-masing berukuran 8 dan 10 inchi. Dengan mengusung tagline The Real Windows Tablet with Xbox Games Experience, Advan bekerjasama dengan Microsoft Indonesia dan membenamkan Windows edisi terbaru 8.1 ke dalam duo tablet ini.

Selain itu, Advan juga melengkapi keduanya dengan Office 365 secara gratis serta ruang penyimpanan OneDrive sebesar 1000GB bagi penggunanya.

Namun, tidak hanya itu saja. Tak tanggung-tanggung, Advan melengkapi W80 dan W100 dengan Xbox berupa permainan FIFA15 yang dibuat oleh EA Sports. Game yang mengusung Lionel Messi sebagai ikon permainan ini dapat langsung dimainkan oleh pengguna secara cuma-cuma.

Jika dari sisi software Advan bekerjasama dengan Microsoft, partner yang diajak untuk bergabung dari sisi perangkat keras adalah Intel. Bekerjasama dengan Intel Indonesia, Advan menjejalkan Intel quad-core Bay Trail seri CRZ3735G. Seri ini merupakan processor dengan arsitektur 64-bit.

IMG_20140925_133103

Selain processor yang mumpuni, kedua tablet dilengkapi dengan RAM sebesar 1GB dan ROM dengan ukuran 16GB. Adapun untuk layar, Advan memilih IPS dengan resolusi 800×1280 piksel. Adapun W80 akan dilengkapi dengan baterai sebesar 3800mAh dan 6000mAh untuk W100.

Menurut direktur marketing Advan, Tjandra Lianto, tablet Vanbook W80 dan W100 adalah komputer tablet yang sesuai untuk profesional maupun kaum muda. Dengan spesifikasi yang cukup tinggi keduanya diharapkan dapat dimaksimalkan oleh pengguna untuk berbagai kebutuhan baik bisnis maupun entertainment.

IMG_20140925_125935 IMG_20140925_125950 IMG_20140925_132857

Rencananya duo tablet ini akan dipasarkan mulai Oktober 2014 dengan harga Rp. 2.150.000 untuk W80 dan Rp. 2.400.000 untuk Vanbook W100.

Sayangnya kemarin hanya sempat hands-on dengan prototipe saja. Ah, pengennya bisa nyobain seminggu gitu. :D

Reviews

Preview: Samsung Series 5 Ultra dan Series 7 Ultratouch

Dan Samsung pun kembali mengeluarkan generasi terbaru dalam jajaran ultrabook-nya. Kali ini yang diusung adalah Series 5 dan Series 7 Ultratouch dengan bekal processor Intel i5. Apa yang menarik?

Jika tahun 2012 lalu Series 5 Ultra Anda tidak bisa mencoleknya, generasi kali ini sudah bisa dicolek. Hal ini mungkin seiring dengan gabungan Windows 8 64 bit yang ada di dalamnya sebagai bentuk kerjasama Samsung dan Microsoft.

series5_touch_front

Berbeda dari edisi sebelumnya, Series 5 Ultratouch ini meninggalkan kesan plastik dari generasi sebelumnya. Dengan logam aluminium penampilannya jauh lebih menarik dan tentu saja enak dipegang. Keyboard yang ditanamkan pun cukup ergonomik terlebih pemisahan panah dari tombol-tombol lain selain rongga antar tombol yang cukup baik. Minimalis dan tetap oke.

Berusaha untuk menjangkau semua kalangan namun cepat dan enak untuk mereka yang suka bepergian. Kira-kira begitulah kesan yang ditimbulkan dari Series 5 Ultratouch ini.

Dari sisi hardware Series 5 Ultratouch memiliki processor i5-1.7GHz yang membuat proses komputasi lebih cepat. Apalagi dengan disk yang hybrid, yaitu 500GB HDD dan 24GB SSD. Sedangkan untuk RAM Samsung masih mengusung standar 4GB DDR3 sebagai default yang dapat ditambah hingga 12GB.

series5_touch

Dengan layar berukuran 13″, lebih kecil dari generasi sebelumnya, ultrabook yang satu ini nampak ramping dan mini. Dengan kartu grafis Intel HD Graphics 4000, tentu saja ini cukup memadai untuk kebutuhan ultrabook sebagaimana layaknya, baik nonton film maupun bekerja.

Komponen lain yang menunjukkan jangkauan ke semua kalangan ini adalah hadirnya optical drive. Bagi Anda yang suka mengeluh ultrabook nggak punya drive optik, ini dia solusinya. Dan bagi Anda yang tak suka sentuh-sentuh, ada trackpad yang mampu mengakomodir 10-point sentuhan.

Memang tidak banyak yang ditawarkan dari Series 5 Ultratouch ini. Namun hadirnya optical drive, ketahanan baterai yang berkisar 5-6 jam serta desain yang manis tentu saja bisa menjadi nilai lebih.

Adapun pada Series 7 Ultra, sepertinya Samsung ingin menunjukkan sisi penampilan yang berbeda. Menurut kabar dan gambar yang beredar, hal ini dapat dilihat dari desain sleek dan decent pada body yang dibalut aluminium. Selain itu desain keyboard yang nampak menyatu juga membuatnya elegan ditambah backlit sehingga mengetik dalam gelap bukan lagi menjadi masalah.

series-7-ultra

Selain penampilan, Series 7 Ultra juga cukup menonjol dari sisi hardware. Ultrabook yang satu ini terdiri dari dua jenis, yaitu satu dengan processor i5-3337U dan satu lagi dengan Intel Ivy Bridge Core i7-3517U yang memiliki memiliki kapasitas 128GB SSD dan dapat dinaikkan hingga 256GB. Sementara dari sisi kartu grafis Anda dapat temukan AMD HD8570M dengan memory sebesar 1GB dan untuk RAM adalah standar yaitu 4GG. Tentu saja dapat ditambah menjadi 8GB.

Hal lain yang seharusnya menjadi daya tarik dari Series 7 Ultra adalah layar. Jika standar resolusi layar notebook/ultrabook biasanya adalah 1366×768 pixels, tidak dengan Series 7 Ultra. Dibenamkan dalam layar berukuran 13.3″ layar dengan resolusi Full HD 1920×1080 dalam Series 7 Ultra ini nampak di atas rata-rata, bahkan di atas Series 9. Menggoda? Definitely. Ditambah lagi teknologi anti reflective. Kalau sudah begini sih film 720p jadi kecil, 1080p baru akan pas. Hehe..

Samsung Series 7 Ultra - Ports

Out of the box, Series 7 Ultra ini memiliki sistem operasi Windows 8 64 bit dan tentu saja mendukung touchscreen. Sehingga Anda dapat dengan mudah memainkan Windows 8 dengan sentuhan. Bagi yang tidak terlalu suka geser dan sentuh, Anda dapat memanfaatkan trackpad lebar yang responsive dan mampu mendukung 10-point sentuhan ini. Problem solved.

Dengan spesifikasi wah seperti di atas, ini termasuk kategori ultrabook kelas berat yang enak dibawa ke mana saja apalagi dengan bobot 1.46 kg dengan ketebalan 17mm dan baterai yang –diklaim– mampu bertahan hingga 8 jam. An ultrabook it is.

Jadi, mau pilih mana? Kalau saya dikasih sih mau saja yang Series 7 Ultra ini. Ya.. Siapa tahu, kan? :D