linux, Open Source, viewpoint

[UNIX] Understanding the bin, sbin, usr/bin, usr/sbin split

As Unix users, we know there are so much paths in our system. From / to /home, etc, etc. And you knew these paths are assigned to particular files and folders. For example, /home is home users directories while /opt is the path for packages installed. But, how did it went like that? And why?

Understanding Unix

Rob Landley, who maintain Linux Firmware and an ex-maintainer of BusyBox, is trying to tell us the story behind these paths. Quoting from his explanation:

“.. when the system first boots, it has to come up enough to be able to mount the second disk on /usr, so don’t put things like the mount command /usr/bin or we’ll have a chicken and egg problem bringing the system up.”

Of course once the split existed, some people made other rules to justify it. Root was for the OS stuff you got from upstream and /usr was for your site-local files. Then / was for the stuff you got from AT&T and /usr was for the stuff that your distro like IBM AIX or Dec Ultrix or SGI Irix added to it, and /usr/local was for your specific installation’s files. Then somebody decided /usr/local wasn’t a good place to install new packages, so let’s add /opt! I’m still waiting for /opt/local to show up…

Of course given 30 years to fester, this split made some interesting distro-specific rules show up and go away again, such as “/tmp is cleared between reboots but /usr/tmp isn’t”. (Of course on Ubuntu /usr/tmp doesn’t exist and on Gentoo /usr/tmp is a symlink to /var/tmp which now has the “not cleared between reboots” rule. Yes all this predated tmpfs. It has to do with read-only root filesystems, /usr is always going to be read only in that case and /var is where your writable space is, / is mostly read only except for bits of /etc which they tried to move to /var but really symlinking /etc to /var/etc happens more often than not…)

Later on, there are some changes.

You can read complete Rob’s explanation here.

image: glasbergen.com

blog, linux, OS, Tips

[How-to] UNIX for New Users

UNIX is one of Dennis Ritchie‘s best inventions. And it is most used operating system for servers as well as workstations. As for servers, having a good system administrator is a must.

Actually, there are many roles of system administrator. From installation, monitor system performance, backup and restore, to setup security policies and so on and so forth. But, the most important thing to do for sysadmin is one thing. Problem solving. Period. Well, everyone knows it: solving problems is not easy. HA!

SysAdmin

As newbie(s), being sysadmin is.. not quite fun, at all. It’s stressful. But, there are some tips you can use for your daily tasks.

And don’t forget! Make scripts!

Have fun!

linux, Tips, Tutorial

Penggunaan sudo Linux/Unix Dalam Sehari-hari

Bagi para pengguna Linux/Unix, mengakses file-file tertentu tidaklah mudah jika kapasitas dirinya adalah sebagai pengguna standar. File-file atau folder tertentu, seperti folder /etc/, hanya dapat diakses jika pengguna memiliki akses sebagai administrator. Tapi dengan sebuah perintah sudo maka seorang pengguna standar dapat membuat dirinya berstatus administrator untuk sementara.

sudo open it for me!

Dalam manual Linux/Unix, sudo didefinisikan sebagai allows a permitted user to execute a command as the superuser or another user, as specified in the sudoers file. Dan adapun cara menggunakan berikut options adalah seperti di bawah:

sudo -V | -h | -l | -L | -v | -k | -K | -s | [ -H ] [-P ] [-S ] [ -b ] | [ -p prompt ] [ -c class|- ] [ -a auth_type ] [ -u username|#uidcommand

-V untuk mencetak versi sudo -l mencetak daftar perintah yang diperbolehkan (dan yang dilarang) bagi pengguna dengan sudo -L mencetak daftar parameter yang ada dalam Defaults dengan deskripsinya -h menampilkan help page untuk sudo -v update timestamp untuk user dan prompt password jika diperlukan -k menjadikan timestamp user tidak valid -K menghapus timestamp -b menjalankan perintah sudo dalam background -p akan menampilkan prompt untuk mengganti password default -c menjalankan perintah tertentu dengan resources terbatas seperti dalam login class -a eksekusi sudo dengan tipe otentikasi spesifik saat validasi user -u menjalankan sudo sebagai user lain dan bukan root -s menjalankan sudo dalam environment lain seperti yang ditentukan dalam SHELL environment -H memindahkan variabel HOME kepada user target -S meminta sudo untuk membaca password dari input standar — meminta sudo menghentikan proses

Biasanya saya jarang menggunakan options di atas karena penggunaan sudo sangat mudah. Untuk mencetak daftar file dan folder dalam /usr/local/protected misalnya, maka perintah yang dijalankan adalah

$ sudo ls /usr/local/protected

Intinya adalah dengan sudo Linux/Unix pengguna biasa mampu membuat dirinya berkuasa seperti superuser. Bagaimana cara menggunakan sudo Linux/Unix yang tepat untuk sehari-hari? Simak berikut ini:

Jono: Juminten, jadi pacarku ya?
Juminten: Apa? Jadi pacarmu? Ogah! Kamu nggak se-level sama aku. :P
Jono: sudo jadi pacarku ya.
Juminten: Okay!

blog, linux, news, Reviews, Technology, viewpoint

Fedora 13 Beta Version ‘Goddard’ Released

Fedora 13 Beta Version ‘Goodard’ ReleasedFedora 13 yang diberi codename ‘Goddard’ akhirnya dirilis versi beta oleh tim pada 13 April 2010 lalu. Nama Goddard sendiri diambil dari salah seorang pioneernya yaitu Robert Hutchings Goddard. Seperti biasa, versi beta ini diharapkan dapat dicicipi oleh para pengguna, developer dan administrator untuk kemudian didandani kembali agar lebih baik dan stabil sebelum versi release keluar.

Bagi yang ingin mencoba dapat dengan mudah menemukan live images yang disediakan di http://fedoraproject.org/get-prerelease?rhprF13b. Jika menggunakan Live USB Drive untuk boot, hebatnya pengguna dapat menambahkan data personal atau aplikasi favorit di dalamnya.

Jika ditilik lebih jauh, tim pengembang menyatakan terdapat beberapa perubahan dalam versi Goddard ini. Yaitu:

  • Adanya sebuah back end desktop teknologi yang disebut dengan PackageKit. Teknologi ini akan secara otomatis offer action atau instalasi software helper jika mendeteksi hardware atau software baru. Sumber yang digunakan disebut-sebut seluruhnya adalah open source sehingga user tidak perlu khawatir.
  • Versi beta dari Goddard ini diharapkan menjadi pilihan developer atau programmer. Dalam edisi ini, Fedora 13 telah dilengkapi dengan Phyton 3 yang siap diinstall secara langsung.
  • Beberapa fungsi baru juga ditambahkan di Fedora 13 Beta ini untuk debugger GNU, gdb. Dengan gdb maka developer Phyton diharapkan dapat melakukan proses coding dan debugging dengan lebih cepat. Disebutkan bahwa teknologi yang satu ini akan menjadikan kolaborasi dengan Eclipse menjadi lebih apik.
  • Dengan fitur baru di file system btrfs, user dapat melakukan rollback seluruh isi file system. Dengan ini, maka user dapat melakukan recovery system dengan kualitas yang lebih baik daripada menggunakan Anaconda. Teknologi ini termasuk pilihan advanced untuk tipe storage.
  • Untuk pertama kalinya, Fedora 13 dilengkapi dengan Zarafa. Zarafa adalah sebuah pengganti yang sempurna untuk Microsoft Exchange di dunia open source. Fitur-fitur Zarafa yang cukup banyak merupakan daya tarik dalam Fedora 13 ini.

Jadi, jika anda mulai penasaran dengan si Goddard, silakan saja ambil di http://fedoraproject.org/get-prerelease dan dapatkan semua yang menarik dari yang satu ini. Well, secara pribadi saya suka dengan Fedora. Hehe..

Source: Fedora 13 ‘Goddard’

Selamat mencicipi dan selamat berkarya. The Power of Share – sm/41021/os.