linux, Tips

Mencoba Linux Tanpa Mengubah Windows? Why Not

Penggunaan Linux desktop untuk berbagai kebutuhan, termasuk bisnis, dengan segala kelebihannya tidak lagi diragukan. Ada banyak keuntungan yang bisa didapat, terutama oleh orang awam, jika menginginkan sistem operasi dan aplikasi dengan gratis atau harga yang relatif lebih murah.

Bagi beberapa orang berpindah ke Linux adalah sebuah keputusan besar dan merupakan komitmen. Mulai dari yang memikirkan bagaimana nasib software dan file-file dari sistem sebelumnya, hingga yang berhubungan dengan bagaimana ke depannya.

Linux with Cube (Compiz)

Nah, sebenarnya ada beberapa cara, empat cara tepatnya, untuk mencoba Linux tanpa harus mengubah Windows. Langkah ini dimaksudkan agar pengguna bisa mencicipi Linux sebelum memutuskan berpindah secara penuh. Berikut adalah keempat cara untuk mencoba Linux tanpa mengubah sistem yang dimiliki saat ini (Windows):

  1. Live CD
  2. Ini adalah cara paling umum yang bisa dicoba. Yang perlu dilakukan dengan LiveCD adalah pengguna boot komputer melalui CD. Secara otomatis CD yang berisi Linux tersebut akan berjalan sebagai sistem tanpa mengubah apapun. Jika pengguna merasa cocok, maka bisa dilanjutkan ke langkah instalasi dengan CD tersebut. Jika tidak sesuai, shutdown/restart komputer, CD akan keluar dan pengguna pun kembali ke sistem yang telah terinstal.

    Sebagian besar distro Linux saat ini telah menyediakan versi Live CD. Live CD bisa didapat melalui download file .iso dan burn sendiri, atau pesan CD dari pengembang. Ada juga beberapa situs jual-beli yang menyediakan CD tersebut seperti DistroWatch.

    Live CDs

    Live CD ini tentu saja memiliki kelemahan, yaitu: lambat dan tidak bisa ditambahi aplikasi lain. Live CD akan lambat karena memang load diambil dari CD tersebut.

  3. Live USB
  4. Selain Live CD pengguna juga bisa mencicipi Linux tanpa install dengan Live USB. Konsep penggunaan Live USB ini sama dengan Live CD, hanya berbeda media saja. Salah satu distro Linux yang biasa menyediakan Live USB adalah Mandriva.

    Live USB bisa dibeli (beserta USB FD) dari beberapa tempat selain juga bisa dibuat sendiri. Cara membuatnya pun hampir sama dengan membuat Live CD. Sediakan .iso file dan USB FlashDrive berukuran kurang lebih 1GB dan software Unetbootin atau Universal USB Installer untuk menyimpan .iso ke dalam FlashDrive tersebut.

    Unetbootin on Windows

    Untuk mencoba, boot saja komputer dari USB Drive. Live USB ini cenderung lebih cepat prosesnya dibandingkan Live CD. Kecepatan load hampir sama dengan sistem yang telah diinstal ke dalam komputer.

  5. Virtual Machine
  6. Pilihan virtual machine ini selain bisa digunakan untuk Linux juga bisa digunakan untuk sistem lain seperti Windows. Mesin virtual adalah sebuah software yang berfungsi untuk membuat komputer (virtual) dalam komputer (nyata). Nantinya, sistem yang dijalankan dengan virtual machine akan berada dalam sistem yang menjalankan virtual machine tersebut.

    Untuk menggunakan media virtual machine, maka yang dibutuhkan adalah virtual machine itu sendiri dan .iso file. Virtual machine gratis yang bisa digunakan adalah VirtualBox.

    VirtualBox on OSX

    Karena seperti komputer dalam komputer, maka kelebihan dari ini adalah pengguna dapat menambahkan aplikasi-aplikasi lainnya. Sayangnya, virtual machine biasanya menguras memory yang dimiliki komputer fisik karena memory yang ada harus dibagi.

  7. Wubi (Windows-based Ubuntu Installer)
  8. Ini adalah cara khusus yang sampai sekarang hanya berjalan untuk Ubuntu, sesuai namanya. Dengan Wubi ini, pengguna melakukan instalasi Ubuntu dalam Windows. Ubuntu akan berjalan layaknya sebuah aplikasi biasa. Pengguna juga tidak perlu melakukan partitioning atau semacamnya.

    Wubi Installer

    Untuk mencoba, yang dilakukan cukup klik install dari menu dalam Wubi. Namun, Wubi akan melakukan instalasi secara langsung dari internet. Dengan demikian, Ubuntu akan terinstall hanya jika ada koneksi internet pada komputer.

    Dalam rilis-rilis terakhir, biasanya Ubuntu menyediakan Wubi dalam CD maupun .iso file.

Kelebihan dari Linux yang sering disebut adalah Linux lebih aman dibanding Windows. Kelebihan lainnya adalah Linux dapat berjalan dengan spesifikasi hardware paling minim sekalipun dan tentu saja sebagian besar gratis.

Jadi, mengapa tidak mencoba Linux dari sekarang?

Note: idea taken from PCWorld.com

linux, Reviews, viewpoint

Apa yang Salah Dengan Fedora?

Saya sudah mencoba banyak sekali sistem operasi untuk komputer. Saya pertama kali tahu komputer saat SMP dan sejak itu komputer nampak menarik untuk diketahui lebih lanjut. Dari Microsoft Windows hingga Solaris telah saya coba. Baik lama maupun sebentar.

Jika berbicara tentang Microsoft, pilihan saya adalah Windows 7 dengan model yang luar biasa. Jika berbicara tentang distro Linux, maka saya memilih Fedora. Dan Mac OS X 10.6 adalah pilihan saya untuk Apple, serta OpenSolaris adalah pilihan saya untuk keluarga Solaris.

Apa yang Salah dengan Fedora?

Saya akan membahas Fedora. Fedora adalah distro Linux yang diakui kehebatan dan stabilitas serta keamanannya. Di banyak laporan perbandingan antar distro Linux, Fedora hampir selalu menduduki peringkat pertama. Mengapa? Mungkin, karena Fedora adalah sistem tester untuk Red Hat Enterprise Linux (RHEL), sebuah sistem operasi yang diakui stabilitas dan keamanannya untuk kelas server.

Jika RHEL ditujukan untuk pengguna server, maka Fedora ditujukan untuk pengguna biasa dan/atau administrator. Meskipun begitu, Fedora sempat merilis versi server sebelum akhirnya memutuskan merilis versi desktop saja. Dan inilah saat Fedora menjadi menarik untuk dibicarakan. Menurut kabar, penghapusan Fedora server ini mengakibatkan beberapa developer memutuskan untuk membuat CentOS.

Fedora adalah distro Linux yang masuk dalam kategori cutting edge. Dengan demikian, user baru akan merasakan bahwa Fedora bukan distro yang tepat untuk mereka. Fedora 13 memang telah melakukan perubahan yang patut diacungi jempol, namun toh perubahan itu tak cukup sempurna.

Secara umum, Fedora 13 telah siap untuk digunakan kalangan yang belum familiar dengan Linux. Tampilan yang cantik, proses instalasi yang mudah dan dukungan komunitas yang ada. Namun ada satu hal yang mungkin luput dari penglihatan developer, yaitu tampilan menu.

Jika diperhatikan, tampilan menu pada Fedora 13 masih menggunakan model distro Linux model lama. Jika Fedora memang berniat untuk menjadi tandingan Ubuntu untuk user biasa, maka sebaiknya mereka meniru model menu yang ada di Ubuntu. Saya yakin, dengan stabilitas dan tingkat keamanan yang tinggi, dilengkapi tampilan ciamik serta menu yang mudah tidak mustahil Fedora akan mengalahkan ketenaran Ubuntu. Lagipula, Ubuntu toh distro dengan banyak kelemahan yang tak jua ditambal.

Tapi, mengapa tampilan menu? Sesederhana itu? Menu bukan hal sederhana. Ibarat pintu, pengguna mengakses hampir semua isi sistem dari menu, terutama pengguna baru. Dan sekali menu membuat pusing, pengguna akan menyerah dan berhenti. Jika pintu dibuat menarik dan mudah, pengguna akan dengan mudah untuk menjelajah dan menemukan apa yang dicari. Apa jadinya jika sebuah rumah terlihat bagus dari luar, tapi pintunya berupa besi tua berkarat?

So, saran saya jika selama ini menggunakan Ubuntu, cobalah kembali Fedora 13 (Goddard). Dan begitu pula pengguna baru, cobalah Fedora. Mereka cuma salah memasang pintu. (tpos/sm/li)