Reviews

Menjajal Acer E5-552G Dengan 6th Generation AMD APU Carrizo Pertama di Indonesia

Memulai tahun baru akan menjadi lebih menyenangkan dan menjadikan keinginan-keinginan menjadi nyata. Apalagi jika salah satu keinginan tersebut adalah menyelesaikan game-game edisi PC yang membutuhkan kartu grafis level tinggi. Jadi, jangan hanya smartphone saja yang diperbaharui, tetapi juga tentu saja laptop.

Nah, bagi yang bingung memilih laptop baru untuk menyelesaikan Call of Duty: Advanced Warfare atau Battlefield Hardline, jangan kuatir karena kini Anda bisa meminang Acer Aspire E5-552G untuk kebutuhan tersebut.

Dirilis di Indonesia pada Agustus 2015 lalu, Acer E5-552G adalah laptop pertama di Indonesia yang memiliki tenaga AMD APU (Accelerated Processing Unit) generasi ke-6 dengan codename Carrizo. Apa sih bagusnya APU Carrizo ini? APU ini dilengkapi teknologi bernama HEVC alias High Efficiency Video Coding yang sesuai namanya teknologi ini mampu membawa laptop Acer Aspire E5-552G ini memutar video Full HD dengan maksimal.

Acer E5-552G

Continue reading “Menjajal Acer E5-552G Dengan 6th Generation AMD APU Carrizo Pertama di Indonesia”

Android, Reviews

Acer Liquid Z320; First Touch Experience

Dalam Internationale Funkausstellung (IFA) Berlin bulan September 2015 lalu, Acer memperkenalkan tiga varian gawai Android baru. Namun, sampai saat ini Acer baru mengkonfirmasi membawa satu varian ke Indonesia, yaitu Acer Liquid Z320.

Jika dilihat dari tiga varian gawai yang diluncurkan kemarin, Acer Liquid Z630, Acer Liquid Z530, dan Acer Liquid Z320, yang terakhir ini adalah entry-level dengan processor Qualcomm MSM8209 quad-core 1,1GHz.

Desain
Dari sisi luar, Acer Liquid Z320 memiliki desain yang apik. Sisi belakang yang terbuat dari plastik memiliki aksen pola garis dan sentuhan warna silver serta logo Acer yang sekilas terlihat premium. Pola yang bukan cuma gambar melainkan dicetak ke cover ini menjadikan gawai mudah digenggam dan memiliki grip yang baik.

P1012324_1

Continue reading “Acer Liquid Z320; First Touch Experience”

Android, Reviews

[Review] Unboxing: vivo Xshot

Jika ada negara yang belakangan gencar ekspansi ke mana saja di seluruh belahan dunia, maka satu-satunya adalah China atau Tiongkok. Negara yang tak hanya memiliki sumberdaya murah tetapi juga dapat diandalkan ini selalu saja menghadirkan inovasi yang tak kalah dari Amerika atau Eropa.

Salah satu negara incaran ekspansi Tiongkok tentu saja adalah Indonesia di mana salah satu produsen telepon pintar yang masuk adalah vivo.

vivo Indonesia, yang merupakan sebuah divisi dari Vivo Electronics, menghadirkan seri smartphone X dan Y dengan spesifikasi dan kekhususan tersendiri. Dan kali ini, saya akan unboxing produk vivo yang diposisikan untuk HiFi dan video-capture, yaitu vivo Xshot.

Belakangan sebagian besar produsen smartphone memang mengusung simplicity dalam setiap desainnya. Hal yang sama dianut oleh vivo dan dapat dilihat pada semua tipe yang dirilisnya, tak terkecuali Xshot.

Rupanya, vivo menjadi produsen yang tetap mempertahankan soft button pada setiap produknya. Tombol standar berupa menu, home, dan back ini terletak di bagian bawah device sebagaimana umumnya dengan letak back berada di sebelah kiri.

vivo Xshot

Continue reading “[Review] Unboxing: vivo Xshot”

Reviews

Film Review: MUD

Meski berjudul Mud, yang ternyata adalah nama seorang tokoh, film ini dalam kacamata saya tidaklah bercerita tentang Mud. Film ini justru bercerita tentang Ellis yang diperankan oleh Tye Sheridan.

Mud

Ellis adalah seorang bocah berusia 14 tahun yang hidup bersama ayah dan ibunya di pinggiran sungai di Arkansas. Sebagaimana layaknya seorang anak ia suka bertualang bersama temannya Neckbone. Dalam satu petualangan mereka bertemu dengan Mud yang ternyata seorang buronan.

Mud (merujuk ke film) menunjukkan kepada Ellis bahwa cinta bukanlah sesuatu yang sederhana seperti 1+1=2. Tetapi lebih dari itu, cinta adalah sesuatu yang cukup rumit untuk diserap dalam pemikiran anak berusia 14 tahun ini.

Pada suatu ketika Ellis harus menerima kenyataan bahwa sepasang suami-isteri yang hidup dalam satu atap dan memiliki anak pun bisa ribut dan berpisah. Benar bahwa keduanya saling mencintai dan tentu saja mencintai anaknya, perpisahan kadang terjadi. Saling mencintai nampaknya bukan sesuatu yang cukup untuk menjadi alasan berumah tangga dan tinggal bersama.

Tidak berhenti sampai di situ.

Mud ternyata memiliki seorang kekasih juga yang tidak bersamanya karena dia buron. Dalam usaha bersatu kembali dengan kekasihnya ini, ada saja kendalanya. Ellis berusaha menyatukan dua orang yang saling mencintai ini dengan banyak berkorban, termasuk ngembat barang-barang orang lain. Tetapi dia harus bingung ketika salah satu dari dua orang ini menyerah untuk bersatu. Bagaimana mungkin dua orang yang saling mencintai malah tidak ingin bersama kembali?

Ellis akhirnya mengalami kerumitan cinta itu sendiri. Seorang gadis yang ia suka –dan telah ditunjukkan rasa itu– ternyata menunjukkan rasa yang sama kepadanya. Bahkan telah memberinya –uhuk– ciuman –uhuk. Namun, cerita ini juga tidak berujung membahagiakan.

Ternyata cinta memang penuh intrik dan membingungkan. Ada pengkhianatan. Ada putus asa. Dan ada banyak hal manis lainnya. Cinta memang bukan seperti rumus cinta+cinta=bersama. It is complicated.

Meski dimainkan bukan oleh aktor dan aktris beken, film yang disutradarai Jeff Nichols ini mampu menjelaskan banyak hal dengan baik. Dan jika saya harus memberinya skor, nilainya adalah 8 dari 10.

Mud, rilis 2012
Jeff Nichols – Sutradara
Cast: Matthew McConaughey, Reese Witherspoon, Tye Sheridan, Sam Shepard, Ray McKinnon, Jacob Lofland