Miscellaneous

Nelson Mandela Day: 67 Ways to Change Our World

One of my idols is Nelson Mandela, which well known as Madiba in South Africa, the first South African president to be elected in a fully representative democratic election. The man who has received more than 250 awards over four decades, that includes the 1993 Nobel Peace Prize. And today (July 18th) is his 93rd birthday which also the Mandela Day as announced by United Nations General Assembly in 2009 to mark his contribution to world freedom.

Nelson Mandela Day

This year Mandela Day, Nelson Mandela Foundation asks us to change our world in simple ways with our little time. In 67 minutes, do something good of solidarity with humanity and we are a step towards global movement for good.

Looking for some inspirations? Here’s 67 ways to change our world! Happy Mandela Day!

blog, Hikmah, Reviews, Tips

Tiga Kesalahan Media (Hati-hati dengan yang Anda Baca)

Hati-hati dengan yang Anda BacaDi setiap post saya terdahulu, sekarang tidak lagi, saya selalu mencantumkan kata-kata ‘anda boleh saja membaca, tetapi hati-hati dengan yang anda baca’ di akhir post-post tersebut. Tentu saja arti dari kalimat tersebut sangat mudah untuk dipahami. Namun bagaimana dengan aplikasinya di dunia nyata? Siapa yang tahu.

Kemarin lusa dan kemarin, saya mengalami dan merasakan kejadian yang berhubungan dengan kalimat di atas saat saya membaca berita dari media. Kemarin lusa, berita yang mengatakan bahwa pengguna WordPress terancam serangan hacker, ternyata tidak sepenuhnya benar. Matt, founding developer WordPress sampai ‘marah’ dalam tulisannya di blog development. Di tulisan saya yang sebelumnya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Dari dua hari tersebut saya mendapatkan tiga kesalahan (menurut saya) media yang mengharuskan pembaca berhati-hati terhadap apa yang dibaca.

  1. Kurangnya validitas tulisan. Berita yang menggunakan sumber berita tidak valid (tidak update misalnya) akan membuat pembacanya tersesat dan, mengutip kata-kata Matt, stupider in reading them. Hal ini saya temukan kemarin lusa saat saya membaca kabar di portal berita mengenai down-nya ratusan blog di Network Solutions. Portal berita tersebut ternyata memiliki sumber berita yang kurang sehingga tulisannya tidak lagi valid. Karena ending dari berita tersebut sebenarnya adalah kesalahan user dalam memberikan file permission pada file  wp-config.php
  2. Memberikan judge terhadap yang dituliskan. Saya menemukan sebuah media yang menurut saya kredibel pada awalnya ternyata melakukan kesalahan yang saya kira fatal dalam dunia jurnalistik. Mereka menuliskan sebuah paragraf penutup yang judgmental. Tulisan yang seharusnya menjadi berita tersebut lebih pantas disebut sebagai post dari blog seseorang. Bukankah tugas media adalah mengabarkan sebuah kejadian tanpa tambahan apapun. Kecuali jika media tersebut memang ditunggangi oleh sesuatu. :lol:
  3. Mengajarkan mencari kambing hitam. Saya pernah mendengar bahwa media adalah salah satu sumber pembelajaran masyarakat sebuah bangsa. Beberapa media saat ulang tahun mendapatkan ucapan selamat dan doa agar bisa memberikan andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, saya sering kecewa. Kemarin, saya terpaksa mengirimkan email kritikan ke sebuah media elektronik nasional, televisi, karena hal tersebut. Dalam sebuah topik show, mereka menggunakan judul ‘Siapa yang harus disalahkan dalam kerusuhan Koja?’ dan meminta masyarakat berkomentar. Seolah masyarakat sedang diajarkan untuk mencari kambing hitam. Hal ini bukan kali ini saja terjadi. Banyak kejadian serupa yang ujung-ujungnya, media akhirnya berlomba-lomba mencari tahu siapa yang harus dikambinghitamkan. Kalau dari setiap kejadian tidak baik harus ada yang dikambinghitamkan, masyarakat belajar bahwa selalu ada kambing hitam dan akan mencarinya. Apakah ini bentuk pendidikan yang baik?

So, bagaimana agar tidak terjebak dalam berita yang salah? Bagaimana agar tidak menjadi stupider when reading news/posts? Bagaimana tips membaca berita?

Saat membaca sebuah tulisan dan atau berita, cobalah untuk:

  1. Find related news/post untuk dikonfrontasikan dengan post yang sedang dibaca. Dengan demikian anda akan terbiasa untuk tidak hanya menggunakan satu sumber, melainkan juga sumber yang lain. Berita yang anda dapat akan memiliki nilai validitas yang lebih baik.
  2. Memandang sebuah berita dari sudut pandang lain. Jika sebuah berita mengabarkan kejadian, maka cobalah untuk merasa berada di sana dan bersikap netral. Sikap netral akan mengajarkan untuk tidak menjadi seorang yang judgmental.
  3. Anda boleh membaca apa saja. Semuanya. Tetapi hati-hati dengan wacana, karena wacana bisa membentuk pribadi seseorang. Baca semuanya, dan olah kembali dalam nurani agar tak tersesat.

Saya bukan seorang jurnalis. Dan saya juga tidak tahu banyak tentang media. Yang saya tuliskan adalah apa yang menurut saya baik untuk saya sampaikan. Jika ada yang tidak baik, silakang dibuang.

Semoga bermanfaat dan SALAM KEBEBASAN yang mendidik kebaikan dan tidak memihak. The Power of Share – sm/41016/me.

Belajar, Hikmah, life, Untuk Kita, viewpoint

Kejujuran Itu (Tidak) Pahit

The TruthClark dan Jane, adalah pasangan suami isteri yang sangat sempurna. Clark seorang pialang saham yang hampir selalu sukses dan Jane adalah seorang editor sebuah penerbit buku ternama. Karena keuangan yang sangat mencukupi, mereka terpaksa tinggal dalam kondominium di kawasan termahal. Mereka berdua baru saja menikah sekitar 11 bulan lalu dan belum memutuskan untuk memiliki seorang anak. Mereka begitu mesra sehingga saat orang melihat mereka pertama kali akan bergumam ‘mereka sedang berbulan madu’. Hari-hari mereka lewatkan dengan sangat indah dan menggembirakan seolah bumi ini benar-benar milik mereka berdua.

Sekali waktu seorang sahabat Jane, Irish, mengundang sahabat-sahabatnya untuk mengadakan pesta di rumah mewahnya. Setelah diyakinkan oleh Irish, Jane akhirnya mengiyakan undangan dari sahabatnya itu dengan meminta Clark menemaninya. Ya, mereka berdua seolah dua kacang polong yang tidak terpisahkan. Setelah mendapatkan tiket pesawat untuk penerbangan sore hari, keduanya berangkat untuk menghabiskan weekend di pesta yang pasti akan sangat hebat. Dan sesampainya di rumah Irish, Jane memperkenalkan Clark pada Irish. Irish tampak seperti seorang wanita sempurna yang seksi berbalutkan gaun berwarna merah.

Pesta pun berlangsung meriah, semua orang melewatkan Sabtu malam dengan gembira dan percakapan yang tak henti-hentinya membuat pesta semakin hangat. Di tengah meriahnya pesta, Clark tiba-tiba ingin ke toilet yang ternyata tidak dia temukan di lantai itu. Dia terpaksa turun ke lantai bawah. Karena alkohol yang diminumnya, dia memutuskan menggunakan lift untuk turun ke lantai bawah. Setelah selesai dari toilet, Clark berniat kembali ke ruang pesta. ‘Wait!’, suara seorang perempuan berteriak. Oh ternyata Irish. Ia baru saja mengangkat telepon dan akan kembali ke pesta.

Clark melirik ke Irish dan merasakan ketertarikan yang mungkin disebabkan busana merah menyala milik Irish. Beberapa detik kemudian, Clark dan Irish terlibat dalam ciuman sesaat yang akhirnya berakhir saat Clark sadar bahwa dia tidak seharusnya melakukannya. ‘I’m so sorry. I’m.. I’m..’ Clark menyampaikan penyesalannya. Keduanya pun kembali ke pesta setelah sebelumnya berjanji untuk melupakan kejadian di lift tersebut. Singkat cerita, pesta pun berakhir dan semua orang beristirahat.

Keesokan harinya, Jane dan Clark berpamitan kepada Irish dan hendak kembali pulang. Mereka pun ke bandara dan menunggu pesawat yang akan menerbangkan mereka kembali ke kondo yang sempurna. Saat menunggu di bandara dan berpikir, Clark memutuskan untuk mengatakan tentang kejadian di lift semalam kepada Jane. Clark menjelaskan seluruhnya dan meminta maaf yang sebesar-besarnya pada Jane karena dia sangat menyesal atas kejadian tersebut. Jane hanya diam dan tak berkomentar. Hatinya sedang bergejolak karena berbagai macam hal. Mereka berdua pun terbang pulang tanpa pembicaraan apalagi kemesraan seperti biasanya. Sesampainya di kondo dan beristirahat, Jane akhirnya memaafkan Clark dan memintanya untuk tidak lagi mengulang kesalahannya. Mereka berdua kembali menjalani kehidupan rumah tangga dengan mesra yang setahun kemudian dikaruniai Flash, seorang bayi laki-laki yang sangat lucu.

Kejujuran seringkali menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Bahkan, beberapa hari lalu seorang teman di Facebook mengatakan bahwa untuk jujur itu sulit. Dari cerita di atas, Clark bisa saja membiarkan kejadian lift dan menganggap it never happens serta tidak memberitahukannya pada Jane. Namun, Clark memilih untuk mengungkapkan kebenaran dan siap dengan resiko yang akan diterimanya, yang bisa jadi akan sangat dibenci oleh Jane karena mencium mesra sahabatnya. Clark memilih untuk jujur dan bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya dan Jane akhirnya bisa memaafkan kesalahannya.

Jane bisa saja tidak memaafkan suaminya, namun dia mencoba memandang masalahnya dari sudut pandang yang lain. Sudut pandang yang membuatnya tahu akan sebab terjadinya hal tersebut antara Clark dan Irish. Dia memilih untuk memberikan maaf setelah menenangkan dirinya dengan beristirahat. Dia juga melengkapinya dengan penjelasan Clark yang utuh dan tidak ada yang disembunyikan sama sekali.

Ketika memutuskan untuk jujur, dibutuhkan kekuatan untuk menerima resiko. Selain itu juga dibutuhkan kekuatan untuk mengungkapkan sesuatu yang terasa sangat berat dan mungkin menyakitkan. Namun ada banyak hal yang akan didapat setelah itu yang semuanya sangat berarti. Dan satu lagi, kejujuran membutuhkan pembiasaan. The Power of Share – sm/27912/ccs.

Hikmah

Empat Kebenaran Absolut

Kadang terlintas dalam benak, bahwa hidup ini layaknya sebuah permainan yang memiliki peraturan seperti MONOPOLI yang biasa dimainkan oleh anak-anak. Sayangnya, peraturan dalam hidup ini bagaikan permainan yang peraturannya serba tidak jelas. Yang lebih menyulitkan adalah permainan ini kadang berisikan hal-hal yang tidak pernah pasti. Sekarang A adalah benar, namun esok B adalah yang benar. Ini seolah membenarkan bahwa tidak ada kebenaran yang pasti atau absolut karena semuanya terlihat samar.

Anggapan bahwa tidak ada kebenaran absolut bukan sebuah kesalahan, mengingat seringkali kebenaran yang satu tidak sesuai dengan kebenaran yang lain. Namun, benarkah tidak ada kebenaran absolut? Apakah sebenarnya kebenaran yang selama ini ada bukan kebenaran yang pasti? Ataukah memang tidak ada kebenaran absolut?

Ya, kebenaran memang tidak ada yang absolut bagi semua orang. Kebenaran A untuk orang B belum tentu menjadi kebenaran bagi orang C karena B dan C adalah orang yang berbeda. Namun, ada empat kebenaran yang absolut.

Kebenaran pertama adalah bahwa, setiap manusia memiliki nilai positif. Nilai ini adalah sebuah nilai yang tak terbantahkan. Nilai positif pasti ada dan akan selalu ada pada setiap manusia, apapun perilaku dan kebiasaan yang diterapkan sepanjang hidup, serta bagaimanapun buruknya perilaku dan kebiasaan tersebut. Tidak ada peristiwa dalam hidup yang dapat merubah nilai ini.

Kebenaran kedua adalah, reaksi orang lain terhadap apa yang dilakukan atau dikatakan oleh seseorang hanyalah semata-mata reaksi orang lain. Reaksi, komentar, atau sikap orang lain adalah milik mereka yang melakukanya dan bukan milik siapa-siapa. Dan karena satu-satunya orang yang memahami diri manusia adalah manusia itu sendiri maka seseorang tidak bertanggung jawab atas apa yang dirasakan orang-orang terhadap dirinya.

Kebenaran ketiga adalah, ketika seseorang mengambil keputusan, dia pasti membuat keputusan terbaik saat itu yang didasarkan pada pilihan-pilihan yang diyakini dan dimilikinya. Sebuah maksud positif adalah apa yang menjadi motivasi atas semua perilaku seseorang. Bagaimanapun hasil akhir sebuah perilaku tersebut setelah ditinjau, pada dasarnya semua perilaku didasari maksud positif.

Dan kebenaran terakhir adalah bahwa, setiap orang memiliki kekuatan dan sumber daya yang dibutuhkan dalam dirinya sendiri untuk menjadi sosok yang diinginkan.

Jika masih terbayang dalam benak, bahwa tidak ada kebenaran absolut untuk semua orang di semua lini kehidupan silakan mencoba memahami empat kebenaran absolut ini. Terima kasih dan salam, Saiful Muhajir. sm/12319/ua