Belajar, java, pemrograman, Technology, Tips, Untuk Kita

Introduction to Java Environment (Mengenal Java – Lanjutan)

Introduction to Java Environment (Mengenal Java – Lanjutan)Di tulisan sebelumnya, Java Introduction, saya telah menjelaskan apakah itu Java dan bagaimana Java berproses dari kode program menjadi sebuah aplikasi. Nah, di tulisan kedua ini saya akan menjelaskan mengenai bagaimana membuat sebuah kode program dan menjalankannya. Di tulisan pertama, di bagian akhir saya mengatakan, sebaiknya anda men-download JDK di sini. Kalau anda belum download, silakan saja ke TKP dan download dari sana. It’s free. Totally free! *of course it is :D

Dalam permulaan belajar Java ini, saya akan mengenalkan membuat program dengan editor yang sederhana alias standar. Mengapa? Ini akan membuat kita terbiasa coding dengan text editor dan tidak manja dengan editor Graphical User Interface (GUI). Programmer tidak boleh manja! :lol:

Oke, yang dibutuhkan dalam pembelajaran berbasis blog ini hanya tiga hal. Yaitu:

  1. Niat belajar – kalau nggak tahu nyarinya dimana, silakan gunakan jurus Google-fu. :lol:
  2. JDK alias Java Development Kit yang bisa didownload di sini. Pastikan yang anda download adalah JDK, bukan JRE.
  3. Teks editor, Notepad atau Notepad++ atau apapun.

Setelah ketiganya didapat. Saatnya melakukan aksi. Oya, saya menggunakan Notepad bawaan Windows, karena komputer yang saya gunakan berbasis Windows. Maklum, belum punya laptop. Lihat detailnya di sini. :D

Silakan tulis kode program berikut di teks editor:

public class BukanHelloWorld {
   //Ini adalah program Java pertama
   //Saya tidak menggunakan Hello World!

   public static void main(String[] args) {
      System.out.println("Hei, ini bukan Hello World!");
   }
}

Java Environment Introduction (Java Lanjutan)

Setelah selesai menuliskannya, simpan dengan nama file yang sama dengan nama setelah tulisan public class. Mengapa? Untuk memudahkan pada saat kompilasi dengan Java Compiler. Saya akan membahas bagian-bagian dari kode program di atas di tulisan mendatang. Termasuk penamaan file.

Pada saat menyimpan, letakkan di sebuah folder yang mudah untuk dicari sehingga memudahkan kompilasi dan eksekusi. Simpan dengan ekstensi .java. Dalam contoh saya beri nama BukanHelloWorld.java. Agar tersimpan dengan ekstensi tersebut, pastikan ‘Save as type’ terpilih ‘All Files’ (untuk Notepad). Yang perlu diperhatikan lagi adalah baris kode program dalam Java bersifat case sensitive, yaitu huruf kapital harus kapital dan begitu juga sebaliknya.

Java Environment Introduction (Java Lanjutan)

Langkah selanjutnya, buka Command Prompt (Linux bisa menggunakan terminal) dan arahkan posisi folder ke dalam folder tempat file BukanHelloWorld.java disimpan. Dalam tulisan saya yang sebelumnya, saya telah menjelaskan bagaimana melakukan setting Java path. Jika belum dilakukan, pastikan bahwa langkah tersebut sukses.

Java Environment Introduction (Java Lanjutan)

Setelah anda tiba di folder penyimpanan, file masih berupa kode program. Sebagaimana dalam tulisan pertama, file tersebut harus dilakukan kompilasi agar dapat dibaca oleh Java Virtual Machine. Nah, langkah agar dapat dibaca oleh JVM adalah melakukan kompilasi dengan perintah:

javac <namafile.java>

sehingga yang diketikkan adalah:

javac BukanHelloWorld.java

Jika baris kode program tidak ada kesalahan, maka tidak akan dimunculkan apapun di Command Prompt. Namun jika ditemukan kesalahan pada baris kode program, maka anda akan diberitahu kesalahan yang dibaca oleh kompiler.

Setelah melakukan kompilasi, saatnya melakukan eksekusi. Sebelum melakukan eksekusi, ada baiknya anda melihat isi folder. Pastikan ada file BukanHelloWorld.class di sana. Nah, untuk melakukan eksekusi gunakan perintah:

java <namakelas.class> --> java BukanHelloWorld.class

Perhatikan bahwa yang dieksekusi dengan perintah java adalah file .class, bukan file .java.

Java Environment Introduction (Java Lanjutan)

Maka hasil dari eksekusi file tersebut adalah seperti gambar di atas. Sampai di sini, anda telah berhasil membuat program Java untuk permulaan. Penjelasan mengenai baris-baris tersebut akan saya bahas di tulisan mendatang.

Nah, bagaimana jika terjadi error? Jika error yang ditunjukkan semacam ini:

F:\Java>javac BukanHelloWorld.java
  BukanHelloWorld.java:6: <identifier> expected
  public statict void main(String[] args) {
              ^
  BukanHelloWorld.java:12: ';' expected
  }
  ^

maka yang harus dilakukan adalah membetulkan error tersebut. Silakan cermati dan temukan kesalahannya yang ditandai dengan (^). Yakinkan apakah tulisan di kode program sama dengan contoh di atas.

Jika ada error yang lain, silakan post di comment baris kode program dan ijinkan saya menelaah. Terima kasih, semoga bermanfaat dan mari terus belajar. The Power of Share – sm/41019/jv.

Belajar, blog, Miscellaneous, pemrograman, Uncategorized, Untuk Kita, viewpoint

Java Introduction (What is Java? – Apakah itu Java?)

An Introduction (What is Java)Memenuhi tuntutan diri dan juga salah seorang adik angkatan di kampus, saya kembali mengulang pelajaran a.k.a salah satu mata kuliah yang saya sukai. Yupz, it’s Java. Sebuah bahasa pemrograman yang pertama kali dibuat oleh James Gosling pada tahun 1991 dengan nama Oak sebagai honor sebuah pohon di luar jendela miliknya yang kemudian diganti dengan Java. Sebuah bahasa pemrograman yang teknologinya disebut sebagai bahasa pemrograman dan platform. Nah lho, mumet kan?! Lebih lanjut mengenai karakter Java ini, bisa dibaca di whitepaper yang ditulis James Gosling dan Henry McGilton, The Java Language Environment di alamat  http://java.sun.com/docs/white/langenv/

Oke, pertama sekali sebelum mengenal lebih jauh seperti apa sih model bahasa pemrograman yang dibuat dengan nama sebuah pulau di Indonesia ini, maka saya akan menjelaskan mengenai dasar bahasa Java ini; sebelum ke konsep pemrograman berbasis obyek yang dimiliki Java. 

Bahasa pemrograman Java ini seluruh source code ditulis dalam sebuah file plain text dengan extensi .java yang bisa dimengerti oleh manusia. Selanjutnya file .java tersebut akan dikompile menjadi bentuk file .class dengan compiler javac. Nah, file .class ini tidak berupa kode yang bisa dibaca oleh processor karena berbentuk bytecodes, yaitu bahasa mesin dari Java Virtual Machine atau JVM yang merupakan sebuah mesin virtual untuk platform Java. 

Java Runtime Life Cycle
Java development and runtime process

Lalu, kok ada orang bikin aplikasi Java pake user interface yang tinggal klik sana-klik sini? Ada banyak editor yang dapat digunakan untuk membuat sebuah program dengan bahasa Java. Ada yang text based (seperti notepad, gnome editor, dan vim) dan juga Integrated Development Environment (IDE) semacam Eclipse, atau Netbeans. Programmer yang membuat program Java dengan IDE sehingga dapat melakukan klik sana-sini dimaksudkan agar proses menulis baris kode tidak terlalu banyak dan lebih mudah. Namun, pada dasarnya program IDE tersebut secara otomatis menuliskan kode program pada file .java

Kembali ke file .class tadi yang berisikan bytecodes, jenis file ini tidak seperti kebanyakan jenis file lainnya yang tidak dapat berjalan di sembarang sistem operasi. Karena dia adalah bahasa yang hanya dimengerti oleh platform independen yaitu JVM, maka seperti halnya JVM yang bisa berjalan di segala jenis platform sistem operasi, baik Microsoft Windows, Solaris, Linux maupun Mac OS, file .class ini juga kapabel untuk berjalan di jenis sistem operasi tadi jika ada JVM pada platform atau sistem operasi tersebut. 

Nah, jika berbicara soal platform saya jadi ingat bahwa platform Java terdiri dari dua komponen yaitu; Java VM (Virtual Machine) dan Java API (Application Programming Interface). Java VM adalah mesin virtual yang menjadi mesin transportasi bagi bahasa Java sehingga dapat dimengerti oleh hardware. Sedangkan Java API adalah kumpulan komponen siap pakai yang dikelompokkan ke dalam library-library (kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia masak ‘perpustakaan’?! gak enak) yang disebut dengan packages. Karena menggunakan platform independen inilah, biasanya program-program dengan bahasa Java kadang (dan seringnya begitu) akan berjalan lambat dan semakin lambat setelah berjalan selama beberapa waktu. Ya, saya rasa AIR juga seperti itu. :D 

Penempatan Java VM dan Java API
Tempat dan cara bekerja Java VM dan Java API

Satu lagi fitur dalam bahasa pemrograman Java dikenal dengan nama Garbage Collection (GC). Garbage Collection adalah sebuah thread yang bertanggung jawab untuk membersihkan memory yang mungkin. Hal ini berjalan secara otomatis pada saat program sedang berjalan (lifetime). Dengan demikian, maka programmer tidak perlu lagi untuk melakukan dealokasi memory yang tidak perlu. 

Okay, sampai di sini dulu tulisan pertama ini. Sebelum berlanjut ke konsep yang lainnya, ada baiknya download Java Development Kit (JDK). JDK adalah sebuah software yang di dalamnya terdapat API dan tool yang dibutuhkan untuk membuat aplikasi dengan bahasa pemrograman Java. Untuk download silakan klik di sini

Selamat belajar dan tunggu tulisan berikutnya. The Power of Share – sm/22310/ja.