Belajar, java, pemrograman, Technology, Tips, Untuk Kita

Introduction to Java Environment (Mengenal Java – Lanjutan)

Introduction to Java Environment (Mengenal Java – Lanjutan)Di tulisan sebelumnya, Java Introduction, saya telah menjelaskan apakah itu Java dan bagaimana Java berproses dari kode program menjadi sebuah aplikasi. Nah, di tulisan kedua ini saya akan menjelaskan mengenai bagaimana membuat sebuah kode program dan menjalankannya. Di tulisan pertama, di bagian akhir saya mengatakan, sebaiknya anda men-download JDK di sini. Kalau anda belum download, silakan saja ke TKP dan download dari sana. It’s free. Totally free! *of course it is :D

Dalam permulaan belajar Java ini, saya akan mengenalkan membuat program dengan editor yang sederhana alias standar. Mengapa? Ini akan membuat kita terbiasa coding dengan text editor dan tidak manja dengan editor Graphical User Interface (GUI). Programmer tidak boleh manja! :lol:

Oke, yang dibutuhkan dalam pembelajaran berbasis blog ini hanya tiga hal. Yaitu:

  1. Niat belajar – kalau nggak tahu nyarinya dimana, silakan gunakan jurus Google-fu. :lol:
  2. JDK alias Java Development Kit yang bisa didownload di sini. Pastikan yang anda download adalah JDK, bukan JRE.
  3. Teks editor, Notepad atau Notepad++ atau apapun.

Setelah ketiganya didapat. Saatnya melakukan aksi. Oya, saya menggunakan Notepad bawaan Windows, karena komputer yang saya gunakan berbasis Windows. Maklum, belum punya laptop. Lihat detailnya di sini. :D

Silakan tulis kode program berikut di teks editor:

public class BukanHelloWorld {
   //Ini adalah program Java pertama
   //Saya tidak menggunakan Hello World!

   public static void main(String[] args) {
      System.out.println("Hei, ini bukan Hello World!");
   }
}

Java Environment Introduction (Java Lanjutan)

Setelah selesai menuliskannya, simpan dengan nama file yang sama dengan nama setelah tulisan public class. Mengapa? Untuk memudahkan pada saat kompilasi dengan Java Compiler. Saya akan membahas bagian-bagian dari kode program di atas di tulisan mendatang. Termasuk penamaan file.

Pada saat menyimpan, letakkan di sebuah folder yang mudah untuk dicari sehingga memudahkan kompilasi dan eksekusi. Simpan dengan ekstensi .java. Dalam contoh saya beri nama BukanHelloWorld.java. Agar tersimpan dengan ekstensi tersebut, pastikan ‘Save as type’ terpilih ‘All Files’ (untuk Notepad). Yang perlu diperhatikan lagi adalah baris kode program dalam Java bersifat case sensitive, yaitu huruf kapital harus kapital dan begitu juga sebaliknya.

Java Environment Introduction (Java Lanjutan)

Langkah selanjutnya, buka Command Prompt (Linux bisa menggunakan terminal) dan arahkan posisi folder ke dalam folder tempat file BukanHelloWorld.java disimpan. Dalam tulisan saya yang sebelumnya, saya telah menjelaskan bagaimana melakukan setting Java path. Jika belum dilakukan, pastikan bahwa langkah tersebut sukses.

Java Environment Introduction (Java Lanjutan)

Setelah anda tiba di folder penyimpanan, file masih berupa kode program. Sebagaimana dalam tulisan pertama, file tersebut harus dilakukan kompilasi agar dapat dibaca oleh Java Virtual Machine. Nah, langkah agar dapat dibaca oleh JVM adalah melakukan kompilasi dengan perintah:

javac <namafile.java>

sehingga yang diketikkan adalah:

javac BukanHelloWorld.java

Jika baris kode program tidak ada kesalahan, maka tidak akan dimunculkan apapun di Command Prompt. Namun jika ditemukan kesalahan pada baris kode program, maka anda akan diberitahu kesalahan yang dibaca oleh kompiler.

Setelah melakukan kompilasi, saatnya melakukan eksekusi. Sebelum melakukan eksekusi, ada baiknya anda melihat isi folder. Pastikan ada file BukanHelloWorld.class di sana. Nah, untuk melakukan eksekusi gunakan perintah:

java <namakelas.class> --> java BukanHelloWorld.class

Perhatikan bahwa yang dieksekusi dengan perintah java adalah file .class, bukan file .java.

Java Environment Introduction (Java Lanjutan)

Maka hasil dari eksekusi file tersebut adalah seperti gambar di atas. Sampai di sini, anda telah berhasil membuat program Java untuk permulaan. Penjelasan mengenai baris-baris tersebut akan saya bahas di tulisan mendatang.

Nah, bagaimana jika terjadi error? Jika error yang ditunjukkan semacam ini:

F:\Java>javac BukanHelloWorld.java
  BukanHelloWorld.java:6: <identifier> expected
  public statict void main(String[] args) {
              ^
  BukanHelloWorld.java:12: ';' expected
  }
  ^

maka yang harus dilakukan adalah membetulkan error tersebut. Silakan cermati dan temukan kesalahannya yang ditandai dengan (^). Yakinkan apakah tulisan di kode program sama dengan contoh di atas.

Jika ada error yang lain, silakan post di comment baris kode program dan ijinkan saya menelaah. Terima kasih, semoga bermanfaat dan mari terus belajar. The Power of Share – sm/41019/jv.

Belajar, java, linux, pemrograman, Technology, Tips

Setting Path Java Pada Windows dan Linux

Setting Path Java Pada Windows dan LinuxAda banyak editor Java yang bisa digunakan untuk coding. Mulai dari editor teks semacam Notepad, GEdit, Vi, dan Notepad++ hingga JCreator, Netbeans, dan Eclipse. Editor besar dan lengkap seperti Netbeans dan Eclipse biasanya telah menyertakan Java Development Kit (JDK) dalam paketnya sehingga saat dilakukan instalasi, akan secara otomatis mendeteksi path Java di komputer. Namun, teks editor (Vi dan Notepad++ misalnya) tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi path Java. Padahal, untuk belajar mengenai Java, setidaknya harus tahu dasarnya Java yang didalamnya termasuk menggunakan teks editor saat proses coding.

So, bagaimana caranya melakukan setting path Java di komputer agar saat melakukan kompilasi dan eksekusi kode program lebih mudah? Dalam tulisan kali ini, akan saya menguraikan bagaimana setting path Java di Windows dan Linux.

Sebelum memulai segala sesuatunya, pastikan Java telah terinstall di komputer. Cek di folder Java dalam C:Program FilesJava untuk Windows dan /usr/local/ untuk Unix. Keduanya adalah folder default. Jika saat instalasi ditempatkan pada folder yang lain, maka cari dalam folder tersebut.

Catatan: Dalam tulisan-tulisan selanjutnya, ketika saya sebut path Java maka yang saya maksudkan adalah termasuk <jdk_version>bin.

Setting Path Java di Windows

Dalam tulisan ini saya menggunakan Microsoft Windows XP, dan berikut langkah-langkahnya:

  • Buka System Properties dengan melakukan klik kanan pada My Computer. Atau bisa menggunakan shortcut [Windows] + [Pause/Break]. Kemudian klik tab Advanced sehingga tampilan kurang lebih seperti ini.
  • System Properties - Windows XP

  • Selanjutnya, klik tombol Environment Variables. Selanjutnya scroll ke bawah pada System Variables hingga variable Path ditemukan.
  • Environment Variables - Windows XP

  • Klik variable Path dan klik Edit untuk melakukan perubahan.
  • Pada bagian Variable value, tambahkan di paling depan path Java yang ada di komputer dan menambahkan titik-koma [;] di belakangnya. Dalam tulisan ini path Java terdapat dalam C:Program FilesJavajdk1.6.0_19bin sehingga saya menambahkan C:Program FilesJavajdk1.6.0_19bin;.
  • Edit Variable Value - Java Path

  • Klik OK untuk menyimpan.
  • Jika sudah selesai, harus dilakukan check supaya dapat diketahui setting sudah benar atau tidak. Untuk melakukan checking, jalankan menu Run [Windows+R] dan ketikkan cmd.
  • Jika sudah keluar Command Prompt, ketikkan java –version. Jika pengaturan telah benar, maka akan muncul kurang lebih seperti gambar di bawah yang menyebutkan versi JDK dan juga JRE.
  • Java Version Check

    Catatan: perhatikan bahwa yang diketikkan untuk check adalah java –version. Spasi sebelum dash dan tanpa spasi setelah dash.

  • Jika sudah benar, saat anda akan menjalankan file Java atau melakukan kompilasi dengan Command Prompt, cukup arahkan ke dalam folder file tersebut dan untuk melakukan kompilasi serta menjalankan dapat menggunakan perintah:
  • javac <namafile.java>
    java <namafile.class>

Setting Path Java di Linux

Dalam tulisan ini saya menggunakan standar Linux. Ini lebih mudah daripada setting path pada Windows. :lol:

  • Login dengan akun pribadi anda kemudian buka file ~/.bash_profile atau file ~/.bashrc dengan teks editor
  • $ vi ~/.bash_profile
  • Pada bari terakhir file tersebut, tambahkan sebuah baris tempat instalasi JDK.
  • export PATH=<folder instalasi JDK atau path>:$PATH

    Contoh:

    export PATH=/usr/local/jdk1.6.0_19/bin:$PATH
  • Simpan file tersebut dan tutup file. Log off komputer dan log in kembali dengan user yang sama.
  • Lihat perubahan dengan mengetikkan perintah berikut:
  • $ echo $PATH
  • Juga bisa dilakukan test dengan perintah java –version pada terminal.

Saya rasa cukup sekian tulisan kali ini. Semoga bermanfaat. The Power of Share – sm/4910/it.

Belajar, Hikmah, life, Untuk Kita, viewpoint

Kejujuran Itu (Tidak) Pahit

The TruthClark dan Jane, adalah pasangan suami isteri yang sangat sempurna. Clark seorang pialang saham yang hampir selalu sukses dan Jane adalah seorang editor sebuah penerbit buku ternama. Karena keuangan yang sangat mencukupi, mereka terpaksa tinggal dalam kondominium di kawasan termahal. Mereka berdua baru saja menikah sekitar 11 bulan lalu dan belum memutuskan untuk memiliki seorang anak. Mereka begitu mesra sehingga saat orang melihat mereka pertama kali akan bergumam ‘mereka sedang berbulan madu’. Hari-hari mereka lewatkan dengan sangat indah dan menggembirakan seolah bumi ini benar-benar milik mereka berdua.

Sekali waktu seorang sahabat Jane, Irish, mengundang sahabat-sahabatnya untuk mengadakan pesta di rumah mewahnya. Setelah diyakinkan oleh Irish, Jane akhirnya mengiyakan undangan dari sahabatnya itu dengan meminta Clark menemaninya. Ya, mereka berdua seolah dua kacang polong yang tidak terpisahkan. Setelah mendapatkan tiket pesawat untuk penerbangan sore hari, keduanya berangkat untuk menghabiskan weekend di pesta yang pasti akan sangat hebat. Dan sesampainya di rumah Irish, Jane memperkenalkan Clark pada Irish. Irish tampak seperti seorang wanita sempurna yang seksi berbalutkan gaun berwarna merah.

Pesta pun berlangsung meriah, semua orang melewatkan Sabtu malam dengan gembira dan percakapan yang tak henti-hentinya membuat pesta semakin hangat. Di tengah meriahnya pesta, Clark tiba-tiba ingin ke toilet yang ternyata tidak dia temukan di lantai itu. Dia terpaksa turun ke lantai bawah. Karena alkohol yang diminumnya, dia memutuskan menggunakan lift untuk turun ke lantai bawah. Setelah selesai dari toilet, Clark berniat kembali ke ruang pesta. ‘Wait!’, suara seorang perempuan berteriak. Oh ternyata Irish. Ia baru saja mengangkat telepon dan akan kembali ke pesta.

Clark melirik ke Irish dan merasakan ketertarikan yang mungkin disebabkan busana merah menyala milik Irish. Beberapa detik kemudian, Clark dan Irish terlibat dalam ciuman sesaat yang akhirnya berakhir saat Clark sadar bahwa dia tidak seharusnya melakukannya. ‘I’m so sorry. I’m.. I’m..’ Clark menyampaikan penyesalannya. Keduanya pun kembali ke pesta setelah sebelumnya berjanji untuk melupakan kejadian di lift tersebut. Singkat cerita, pesta pun berakhir dan semua orang beristirahat.

Keesokan harinya, Jane dan Clark berpamitan kepada Irish dan hendak kembali pulang. Mereka pun ke bandara dan menunggu pesawat yang akan menerbangkan mereka kembali ke kondo yang sempurna. Saat menunggu di bandara dan berpikir, Clark memutuskan untuk mengatakan tentang kejadian di lift semalam kepada Jane. Clark menjelaskan seluruhnya dan meminta maaf yang sebesar-besarnya pada Jane karena dia sangat menyesal atas kejadian tersebut. Jane hanya diam dan tak berkomentar. Hatinya sedang bergejolak karena berbagai macam hal. Mereka berdua pun terbang pulang tanpa pembicaraan apalagi kemesraan seperti biasanya. Sesampainya di kondo dan beristirahat, Jane akhirnya memaafkan Clark dan memintanya untuk tidak lagi mengulang kesalahannya. Mereka berdua kembali menjalani kehidupan rumah tangga dengan mesra yang setahun kemudian dikaruniai Flash, seorang bayi laki-laki yang sangat lucu.

Kejujuran seringkali menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Bahkan, beberapa hari lalu seorang teman di Facebook mengatakan bahwa untuk jujur itu sulit. Dari cerita di atas, Clark bisa saja membiarkan kejadian lift dan menganggap it never happens serta tidak memberitahukannya pada Jane. Namun, Clark memilih untuk mengungkapkan kebenaran dan siap dengan resiko yang akan diterimanya, yang bisa jadi akan sangat dibenci oleh Jane karena mencium mesra sahabatnya. Clark memilih untuk jujur dan bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya dan Jane akhirnya bisa memaafkan kesalahannya.

Jane bisa saja tidak memaafkan suaminya, namun dia mencoba memandang masalahnya dari sudut pandang yang lain. Sudut pandang yang membuatnya tahu akan sebab terjadinya hal tersebut antara Clark dan Irish. Dia memilih untuk memberikan maaf setelah menenangkan dirinya dengan beristirahat. Dia juga melengkapinya dengan penjelasan Clark yang utuh dan tidak ada yang disembunyikan sama sekali.

Ketika memutuskan untuk jujur, dibutuhkan kekuatan untuk menerima resiko. Selain itu juga dibutuhkan kekuatan untuk mengungkapkan sesuatu yang terasa sangat berat dan mungkin menyakitkan. Namun ada banyak hal yang akan didapat setelah itu yang semuanya sangat berarti. Dan satu lagi, kejujuran membutuhkan pembiasaan. The Power of Share – sm/27912/ccs.

Belajar, Hikmah, Uncategorized, Untuk Kita, viewpoint

Sutradara Terbaik (Hidup Ini Indah – Tuhan itu Baik)

Life is BeautifulBagi yang percaya bahwa Tuhan itu ada, salah satu imbas dari keyakinannya adalah bahwa di balik hidup yang serba rumit dan kadangkala kacau ini ada TANGAN yang mengaturnya. Mengaturnya dengan sangat baik sekali, sehingga semuanya berjalan dengan sempurna. Saya percaya Tuhan. Dan salah satu dari imbasnya adalah saya meyakini bahwa ada TANGAN BESAR yang mengatur kehidupan manusia dan alam, khususnya kehidupan saya pribadi. Keyakinan ini semakin menguat dalam diri tatkala saya mulai menyadari dan merasakan betapa TANGAN BESAR itu (sang SUTRADARA) ada sehingga perjalanan kehidupan saya terasa sangat sempurna dan indah.

Dimulai dari kehidupan saya ketika masa kanak-kanak hingga sekolah dasar. Saya terlahir di sebuah dusun dimana PLN saja tidak ada, maksudnya adalah tidak ada listrik dari PLN. Sekolah Dasar pun tidak ada di dusun itu, apalagi jalan beraspal. Saat duduk di sekolah dasar (3 kilometer dari dusun), satu hal yang saya inginkan adalah bisa menjadi juara kelas. Dalam kelas yang selalu berisi orang yang sama dari kelas satu hingga tamat, yang selalu menjadi juara kelas adalah teman perempuan yang satu itu, inisialnya M. Tubuhnya mungil, cantik, anak orang kaya di kampung yang membuat saya naksir setengah mati (saya baru mengaku kali ini). Hebatnya, saya sekelas dengan dia hingga SLTP. Dan bodohnya saya (mungkin juga nekat) saya masih naksir dia hingga kelas 3 SLTP, padahal dia adalah bintang kelas dan tentu saja ditaksir banyak cowok (termasuk saya :lol: ).

Oke, kembali ke juara kelas. Si M, yang berasal dari desa sebelah, selalu menjadi juara kelas hingga kelas 3 SLTP di kelas dimana saya dan dia berada. Dari rapor yang saya lihat, nilai saya ternyata hanya 6 dan 7 sewaktu SD. Bayangkan, betapa bodohnya saya. Itu tandanya saya tidak dapat apapun, apalagi mimpi juara. Hingga kelas 6 sekolah dasar, nilai saya tertinggi total hanya 73 yang membawa saya memiliki tulisan ‘Peringkat Kelas ke 11 dari 41 siswa’. Nah, ternyata karena misi saya adalah menjadi juara kelas, impian saya tidak padam. Ketika saya pertama kali menerima rapor di kelas 1 SLTP, saya berada di peringkat yang sama di kelas 6 SD dari 40 siswa. Alhamdulillah, semakin saya mendekati kelulusan SLTP nilai saya terus naik hingga di akhir kelas tiga saya selisih 2 orang di bawah si M yang masih juara kelas. Saya berada di peringkat 3 dari 40 siswa. Saya bangga karena perjuangan itu tidak sia-sia walaupun hanya sampai di peringkat 3. Saya bertanya-tanya, apa yang membuat si M, si cantik yang bisa selalu menjadi juara kelas? Apakah karena di desanya sudah ada listrik?

Berlanjut ke SMA (Madrasah Aliyah tepatnya). Di sebuah MA yang terletak di Bondowoso, 10 jam perjalanan dari dusun dengan kompetitor yang tidak main-main karena datang dari berbagai penjuru nusantara. Madura, Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, Sumatera, Maluku, NTB, NTT, Timor Leste, Bali, Irian dan kota lain di Jawa Timur. Di sekolah dengan kompetisi yang ketat inilah, saya akhirnya menjadi juara kelas. A dream comes true. Yeah, I did it! I made it! Sebuah perjuangan yang membuahkan impian menjadi kenyataan. Setelah menjadi juara kelas di kelas dua, saya memutuskan pindah ke Tuban yang bisa ditempuh 3 jam perjalan dari dusun. Di sekolah kedua ini, di ujian nasional saya masih berada di peringkat pertama. Kepala yayasan melongo karena tidak menduga seorang Saiful, si anak dusun, bisa menjadi juara kelas. Ini wajar karena memang sebelumnya, di kelas tiga di sekolah ini, saya sering tidak bersungguh-sungguh karena saya selama setahun saya bergaul dengan mahasiswa dan alumni beberapa universitas yang sering membuat saya begadang untuk membicarakan banyak hal. Mereka adalah aktivis dan mantan aktivis kampus masing-masing. Kami membicarakan banyak hal. Mulai dari bagaimana menyuarakan aspirasi hingga debat keilmuan. Ini juga yang membawa saya pada teater yang menurut saya luar biasa (saya pernah bermain sekali). Di sini juga saya belajar filsafat, di sini juga saya belajar tentang ideologi dan Marx serta yang lainnya.

Berasal dari dusun, keluarga saya jauh dari kata ‘kaya’. Rasanya juga kurang dari kata berkecukupan, karena saya tahu keuangan keluarga. Saya tidak patah semangat untuk bisa kuliah. Setelah menunggu selama setahun sejak lulus saya bekerja jadi tukang ketik di Surabaya saya mendapat beasiswa untuk kuliah di sebuah universitas swasta di Semarang. Semuanya berjalan dengan baik, dan saya memulai bertransformasi setelah pertemuan saya dengan seseorang. Keinginan saya untuk terus belajar membawa saya kepada pertemuan dengan banyak orang dari berbagai kalangan. Ketika saya ingin melihat dunia luar selain Indonesia karena iri karena orang-orang kaya yang pulang pergi ke negara ini negara itu, saya dianugerahi beasiswa yang membawa saya ke Malaysia untuk study comparative selama dua minggu. Di kampus ini juga, berbagai kemudahan saya dapatkan dengan bantuan teman-teman yang luar biasa. Termasuk bagaimana saya ‘merampok’ laptop atau komputer sana-sini untuk belajar dan mengerjakan tugas kuliah hingga tugas akhir. Dari sini juga saya belajar banyak hal yang menambah wawasan keilmuan saya termasuk menjadi seorang trainer hingga membawa kecintaan saya akan manajemen dan motivasi serta psikologi.

Hari ini, keinginan saya untuk mengembara ke Jakarta terpenuhi. Saya bekerja di sebuah bank swasta di Jakarta sebagai IT person. Teman se-meja saya adalah seorang yang sangat baik. Dia mau menjelaskan kepada saya tentang ekonomi dan bahkan saham serta investment. Saya juga dapat kos yang bagus dengan harga yang lumayan murah di kelurahan Senayan (20 menit dari kantor). Di kos ini juga, saya mulai belajar tentang ilmu hukum dasar dari teman kos yang sarjana hukum.

Betapa hidup ini dengan indahnya mengatur kehidupan saya. Keinginan-keinginan terpenuhi dengan sempurna. Betapa Tuhan itu sangat baik. Betapa SUTRADARA itu adalah satu-satunya sutradara yang pantas dijuluki ‘THE BEST DIRECTOR’. Hari ini saya semakin yakin, bahwa jika kita baik pada kehidupan, maka kehidupan juga akan baik (baik sekali malah) kepada kita. Saya merasa bahwa kehidupan memberikan semua yang saya butuhkan. Jika ada kebutuhan saya yang belum terpenuhi, maka saya akan belajar mempersiapkan diri. Karena saya sepenuhnya yakin bahwa ketika kita siap, maka yang kita butuhkan akan diberikan. Jika ada kebutuhan yang belum diberikan kepada kita, itu pasti karena diri kita sendiri lah yang belum siap untuk menerimanya. The Power of Share – sm/27310/me.

Belajar, blog, Miscellaneous, pemrograman, Uncategorized, Untuk Kita, viewpoint

Java Introduction (What is Java? – Apakah itu Java?)

An Introduction (What is Java)Memenuhi tuntutan diri dan juga salah seorang adik angkatan di kampus, saya kembali mengulang pelajaran a.k.a salah satu mata kuliah yang saya sukai. Yupz, it’s Java. Sebuah bahasa pemrograman yang pertama kali dibuat oleh James Gosling pada tahun 1991 dengan nama Oak sebagai honor sebuah pohon di luar jendela miliknya yang kemudian diganti dengan Java. Sebuah bahasa pemrograman yang teknologinya disebut sebagai bahasa pemrograman dan platform. Nah lho, mumet kan?! Lebih lanjut mengenai karakter Java ini, bisa dibaca di whitepaper yang ditulis James Gosling dan Henry McGilton, The Java Language Environment di alamat  http://java.sun.com/docs/white/langenv/

Oke, pertama sekali sebelum mengenal lebih jauh seperti apa sih model bahasa pemrograman yang dibuat dengan nama sebuah pulau di Indonesia ini, maka saya akan menjelaskan mengenai dasar bahasa Java ini; sebelum ke konsep pemrograman berbasis obyek yang dimiliki Java. 

Bahasa pemrograman Java ini seluruh source code ditulis dalam sebuah file plain text dengan extensi .java yang bisa dimengerti oleh manusia. Selanjutnya file .java tersebut akan dikompile menjadi bentuk file .class dengan compiler javac. Nah, file .class ini tidak berupa kode yang bisa dibaca oleh processor karena berbentuk bytecodes, yaitu bahasa mesin dari Java Virtual Machine atau JVM yang merupakan sebuah mesin virtual untuk platform Java. 

Java Runtime Life Cycle
Java development and runtime process

Lalu, kok ada orang bikin aplikasi Java pake user interface yang tinggal klik sana-klik sini? Ada banyak editor yang dapat digunakan untuk membuat sebuah program dengan bahasa Java. Ada yang text based (seperti notepad, gnome editor, dan vim) dan juga Integrated Development Environment (IDE) semacam Eclipse, atau Netbeans. Programmer yang membuat program Java dengan IDE sehingga dapat melakukan klik sana-sini dimaksudkan agar proses menulis baris kode tidak terlalu banyak dan lebih mudah. Namun, pada dasarnya program IDE tersebut secara otomatis menuliskan kode program pada file .java

Kembali ke file .class tadi yang berisikan bytecodes, jenis file ini tidak seperti kebanyakan jenis file lainnya yang tidak dapat berjalan di sembarang sistem operasi. Karena dia adalah bahasa yang hanya dimengerti oleh platform independen yaitu JVM, maka seperti halnya JVM yang bisa berjalan di segala jenis platform sistem operasi, baik Microsoft Windows, Solaris, Linux maupun Mac OS, file .class ini juga kapabel untuk berjalan di jenis sistem operasi tadi jika ada JVM pada platform atau sistem operasi tersebut. 

Nah, jika berbicara soal platform saya jadi ingat bahwa platform Java terdiri dari dua komponen yaitu; Java VM (Virtual Machine) dan Java API (Application Programming Interface). Java VM adalah mesin virtual yang menjadi mesin transportasi bagi bahasa Java sehingga dapat dimengerti oleh hardware. Sedangkan Java API adalah kumpulan komponen siap pakai yang dikelompokkan ke dalam library-library (kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia masak ‘perpustakaan’?! gak enak) yang disebut dengan packages. Karena menggunakan platform independen inilah, biasanya program-program dengan bahasa Java kadang (dan seringnya begitu) akan berjalan lambat dan semakin lambat setelah berjalan selama beberapa waktu. Ya, saya rasa AIR juga seperti itu. :D 

Penempatan Java VM dan Java API
Tempat dan cara bekerja Java VM dan Java API

Satu lagi fitur dalam bahasa pemrograman Java dikenal dengan nama Garbage Collection (GC). Garbage Collection adalah sebuah thread yang bertanggung jawab untuk membersihkan memory yang mungkin. Hal ini berjalan secara otomatis pada saat program sedang berjalan (lifetime). Dengan demikian, maka programmer tidak perlu lagi untuk melakukan dealokasi memory yang tidak perlu. 

Okay, sampai di sini dulu tulisan pertama ini. Sebelum berlanjut ke konsep yang lainnya, ada baiknya download Java Development Kit (JDK). JDK adalah sebuah software yang di dalamnya terdapat API dan tool yang dibutuhkan untuk membuat aplikasi dengan bahasa pemrograman Java. Untuk download silakan klik di sini

Selamat belajar dan tunggu tulisan berikutnya. The Power of Share – sm/22310/ja.