Belajar, blog, news, Reviews, Technology, Untuk Kita, viewpoint

WordPress 3.0; Lebih Dari Sekedar Blog, The Real CMS is Here!

WordPress 3.0 HighlightsWordPress 3.0 dijadwalkan akan dirilis pada Mei 2010 nanti. Jujur, saya merasa sangat antusias dengan yang satu ini. Saya merasa terbang di awan saat membaca beberapa fitur yang dimiliki WordPress 3.0.

Ada banyak sekali fitur baru yang mungkin tidak terpikirkan oleh professional sekalipun, kecuali developer WP sendiri. Hehe.. diantara fitur baru adalah adanya tema default yang bagus, custom post type, dan menu manager yang mudah.

So, apa saja yang baru, dan mengapa saya sampai merasa terbang di awan? Inilah highlights dari WordPess 3.0; a sneak peek.

  1. Pilih sendiri USERNAME dan PASSWORD.
    Semua pengguna tahu bahwa WordPress saat pertama kali diinstall akan memiliki satu username standar yaitu ‘admin’ dan password yang auto-generated. Tapi tidak di versi 3.0. Pengguna dapat memilih sendiri username dan password yang diinginkan pada saat pertama kali melakukan instalasi.WordPress 3.0 Highlights
  2. Tema default baru yang tidak biasa.
    Bahasa tidak biasa ini saya rasa aneh, tapi toh saya sendiri yang menulisnya. Hehe.. Jika tema standar di versi sebelumnya hanya tema jelek itu, maka sekarang tidak lagi. Saat pertama kali diinstall, WP akan disertai denga tema dengan nama Twenty Ten (sama seperti tahun sekarang). Dan, WP berencana mengganti tema standar setiap tahun. Haha..
    Yang saya katakan tidak biasa di tema Twenty Ten ini adalah, tema ini memiliki typeface Georgia (tidak diragukan standar font yang bagus), memiliki dua kolom yang sidebar dan footernya dapat disisipi widget. Selain itu, pengguna bisa mengganti header dan background serta terdapat drop-down menu yang cantik. Hmm… can you imagine that?! Take a look at the picture!WordPress 3.0 Highlights
    Anyway, saya pernah bermimpi punya sebuah company dengan nama Twenty Ten. Hehe..
  3. Custom Background
    Fitur ini mungkin tidak terlalu menarik buat developer, tapi untuk pemula saya yakin akan menarik. Dengan menambahkan satu baris saja:

    add_custom_background();

    pada file functions.php, maka pengguna memiliki satu menu dengan nama ‘Background’. Dengan itu, user bisa mengatur background yang diinginkan. Oh, dear..

  4. Kemampuan multisite dan codebase WP-MU yang tergabung.
    Saya bingung menerjemahkan WP-MU codebase merge. Hehe.. Intinya adalah pengguna semakin mudah melakukan management multisite dan multiuser dalam satu domain. Dengan ini, pengguna dapat membuat subdomain.domain.com atau domain.com/subdirectory dan mengaturnya dengan mudah. Cukup masuk ke menu Tools>Network dan semuanya ada di sana. Nggak ribet sama sekali. Hehe..WordPress 3.0 Highlights
  5. Custom post types.
    Normalnya, user hanya dapat menulis post dan page. Dengan fitur ini maka pengguna dapat membuat sebuah tipe post, misalnya adalah ‘Music’. Gambarannya mungkin bisa dilihat di sini dan kira-kira seperti itu. Hehe..WordPress 3.0 Highlights
  6. Custom taxonomies.
    Sistem klasifikasi ini mirip dengan model dalam kategori. Bagi saya mungkin belum terlalu berguna. Tapi bagi website yang besar, rasanya ini akan bagus karena memudahkan pengaturan. Suatu contoh sebagai gambaran misalnya adalah ‘Rating’, nah di belakang Rating nanti bisa ditambahkan sub-taxonomi berupa ‘PG’, ‘R’, ‘U’, dan lain sebagainya. Contohnya di sini juga.
  7. Manajemen menu yang lebih baik.
    Ini sangat menarik, karena dengan fitur yang satu ini pengguna tidak perlu ribet atau pusing untuk membuat menu dan mengatur kategori, atau bahkan menambahkan link ke situs lainnya. Di blog saya saat ini, saya menggunakan plugin agar saya dapat menyisipkan link yang saya letakkan di menu. Tapi dengan ini, saya tidak memerlukan plugin itu lagi. Dengan ini, saya bisa mengatur menu, kategori dan external/internal link dengan user interface. Dan selain itu, menu-menu tersebut bisa dipasang seperti widget. Keren gak tuh?!WordPress 3.0 Highlights
  8. Template berbeda untuk author berbeda.
    Saya dan teman-teman beberapa waktu lalu ribut soal domain komunitas. Dan masalah yang menjadi poin adalah, apakah berbeda author bisa memiliki template berbeda dalam satu domain dengan WP? Dengan WP 3.0, jawabannya bisa. Masing-masing author bisa memiliki template sendiri sesuai dengan keinginan. Jadi, teman-teman DOSCOM, yuk kita satukan aja di domain tercinta doscom.org. Bagaimana?

Rasanya delapan fitur baru itu akan menambah kekuatan WordPress 3.0 ini. Dan saya benar-benar tidak sabar untuk deploy dan mulai mencicipi. Tapi, saya tidak mau gegabah karena sampai sekarang versi 3.0 ini masih beta dan jauh dari kata ‘stable’. So, kita tunggu versi rilisnya saja.

Yang pasti, saya masih menikmati saat ini dengan WP 2.8 (saya belum upgrade ke 2.9) dan menanti dengan sabar 3.0 untuk bisa saya cicipi. Salam kebebasan berekspresi dan mari terus belajar untuk Indonesia yang lebih baik. The Power of Share – sm/41027/wp.

Belajar, java, pemrograman, Technology, Tips, Untuk Kita

Introduction to Java Environment (Mengenal Java – Lanjutan)

Introduction to Java Environment (Mengenal Java – Lanjutan)Di tulisan sebelumnya, Java Introduction, saya telah menjelaskan apakah itu Java dan bagaimana Java berproses dari kode program menjadi sebuah aplikasi. Nah, di tulisan kedua ini saya akan menjelaskan mengenai bagaimana membuat sebuah kode program dan menjalankannya. Di tulisan pertama, di bagian akhir saya mengatakan, sebaiknya anda men-download JDK di sini. Kalau anda belum download, silakan saja ke TKP dan download dari sana. It’s free. Totally free! *of course it is :D

Dalam permulaan belajar Java ini, saya akan mengenalkan membuat program dengan editor yang sederhana alias standar. Mengapa? Ini akan membuat kita terbiasa coding dengan text editor dan tidak manja dengan editor Graphical User Interface (GUI). Programmer tidak boleh manja! :lol:

Oke, yang dibutuhkan dalam pembelajaran berbasis blog ini hanya tiga hal. Yaitu:

  1. Niat belajar – kalau nggak tahu nyarinya dimana, silakan gunakan jurus Google-fu. :lol:
  2. JDK alias Java Development Kit yang bisa didownload di sini. Pastikan yang anda download adalah JDK, bukan JRE.
  3. Teks editor, Notepad atau Notepad++ atau apapun.

Setelah ketiganya didapat. Saatnya melakukan aksi. Oya, saya menggunakan Notepad bawaan Windows, karena komputer yang saya gunakan berbasis Windows. Maklum, belum punya laptop. Lihat detailnya di sini. :D

Silakan tulis kode program berikut di teks editor:

public class BukanHelloWorld {
   //Ini adalah program Java pertama
   //Saya tidak menggunakan Hello World!

   public static void main(String[] args) {
      System.out.println("Hei, ini bukan Hello World!");
   }
}

Java Environment Introduction (Java Lanjutan)

Setelah selesai menuliskannya, simpan dengan nama file yang sama dengan nama setelah tulisan public class. Mengapa? Untuk memudahkan pada saat kompilasi dengan Java Compiler. Saya akan membahas bagian-bagian dari kode program di atas di tulisan mendatang. Termasuk penamaan file.

Pada saat menyimpan, letakkan di sebuah folder yang mudah untuk dicari sehingga memudahkan kompilasi dan eksekusi. Simpan dengan ekstensi .java. Dalam contoh saya beri nama BukanHelloWorld.java. Agar tersimpan dengan ekstensi tersebut, pastikan ‘Save as type’ terpilih ‘All Files’ (untuk Notepad). Yang perlu diperhatikan lagi adalah baris kode program dalam Java bersifat case sensitive, yaitu huruf kapital harus kapital dan begitu juga sebaliknya.

Java Environment Introduction (Java Lanjutan)

Langkah selanjutnya, buka Command Prompt (Linux bisa menggunakan terminal) dan arahkan posisi folder ke dalam folder tempat file BukanHelloWorld.java disimpan. Dalam tulisan saya yang sebelumnya, saya telah menjelaskan bagaimana melakukan setting Java path. Jika belum dilakukan, pastikan bahwa langkah tersebut sukses.

Java Environment Introduction (Java Lanjutan)

Setelah anda tiba di folder penyimpanan, file masih berupa kode program. Sebagaimana dalam tulisan pertama, file tersebut harus dilakukan kompilasi agar dapat dibaca oleh Java Virtual Machine. Nah, langkah agar dapat dibaca oleh JVM adalah melakukan kompilasi dengan perintah:

javac <namafile.java>

sehingga yang diketikkan adalah:

javac BukanHelloWorld.java

Jika baris kode program tidak ada kesalahan, maka tidak akan dimunculkan apapun di Command Prompt. Namun jika ditemukan kesalahan pada baris kode program, maka anda akan diberitahu kesalahan yang dibaca oleh kompiler.

Setelah melakukan kompilasi, saatnya melakukan eksekusi. Sebelum melakukan eksekusi, ada baiknya anda melihat isi folder. Pastikan ada file BukanHelloWorld.class di sana. Nah, untuk melakukan eksekusi gunakan perintah:

java <namakelas.class> --> java BukanHelloWorld.class

Perhatikan bahwa yang dieksekusi dengan perintah java adalah file .class, bukan file .java.

Java Environment Introduction (Java Lanjutan)

Maka hasil dari eksekusi file tersebut adalah seperti gambar di atas. Sampai di sini, anda telah berhasil membuat program Java untuk permulaan. Penjelasan mengenai baris-baris tersebut akan saya bahas di tulisan mendatang.

Nah, bagaimana jika terjadi error? Jika error yang ditunjukkan semacam ini:

F:\Java>javac BukanHelloWorld.java
  BukanHelloWorld.java:6: <identifier> expected
  public statict void main(String[] args) {
              ^
  BukanHelloWorld.java:12: ';' expected
  }
  ^

maka yang harus dilakukan adalah membetulkan error tersebut. Silakan cermati dan temukan kesalahannya yang ditandai dengan (^). Yakinkan apakah tulisan di kode program sama dengan contoh di atas.

Jika ada error yang lain, silakan post di comment baris kode program dan ijinkan saya menelaah. Terima kasih, semoga bermanfaat dan mari terus belajar. The Power of Share – sm/41019/jv.

blog, Hikmah, Miscellaneous, security, Technology, Tips, Untuk Kita, viewpoint

WordPress Security: Secure File Permissions Matter

HackedHari ini, sore ini tepatnya, saya dikagetkan oleh sebuah berita di portal berita nasional yang kredibilitasnya seharusnya tidak diragukan. Situs ini saat diluncurkan oleh Presiden SBY pada tahun 2008 dan disebut sebagai portal berita Indonesia. Namun, saya kecewa setengah hidup saat membaca berita mengenai celah keamanan di blog berbasis WordPress.

Berita tersebut saya rasa terlalu mengada-ada dan seperti apa yang ditulis Matt Mullenweg, seorang founding developer WordPress ‘…because they have so many inaccuracies you become stupider by reading them.’ :lol:

Di tengah jalan saat membaca berita tersebut, seperti biasa, saya meyakini bahwa mereka pasti mendapatkan dari situs berita yang lain dan berbahasa Inggris. Dan benar saja, situs asalnya adalah situs berita yang saya yakini kredibilitasnya. Dan yang saya temukan mengejutkan. Versi yang dibuat oleh portal berita Indonesia tersebut tidak sepenuhnya benar dan ‘terlalu mengada-ada’ sehingga membuat anda become stupider by reading them. Haha.

Sebenarnya yang menjadi pokok bahasan adalah bahwa Sucuri, lab keamanan, yang menerima laporan mengenai ratusan blog yang dihost di Network Solutions – sebuah shared server – tidak dapat diakses karena terjadinya perubahan pada database.

Sebenarnya, kejadian tersebut bukan karena lemahnya security WordPress. Melainkan karena kelalaian manusia sendiri. Kejadian ini kemudian diketahui bahwa kelalaian tersebut terjadi pada tidak jelinya user dalam memberikan file permission di file wp-config.php yang berisi user, password dan nama database. Sucuri akhirnya menyarankan seluruh pengguna untuk mengganti password dan mengubah file permission file tersebut sehingga tidak rentan terhadap serangan.

Matt sendiri dalam blog development WordPress menyebutkan bahwa secure file permissions matter dengan mengatakan ‘A properly configured web server will not allow users to access the files of another user, regardless of file permissions.’

Jadi, bagi pengguna WordPress silakan cek kembali file permission wp-config.php. Paling tidak ganti dengan 644. Karena jika diubah menjadi 640, maka tidak akan dapat dibaca oleh wp-load.php.

Tetap menjadi blogger yang bebas berekspresi. Jika menemukan berita berbahasa Indonesia, silakan cek dahulu kebenarannya. The Power of Share – sm/41014/wp.

Belajar, Hikmah, life, Miscellaneous, Tips, Untuk Kita, viewpoint

Singkirkan Masalah Agar Tak Menghantui dan Mengganggu

Selesaikan atau Singkirkan MasalahmuBejo sedang duduk di teras malam itu sambil menikmati malam yang baru saja bergulir. Waktu menunjukkan pukul 19.05 dan dia sesekali mengamati mobil-mobil yang lewat di kawasan tempat tinggalnya. Beberapa menit kemudian, sebuah mobil tampak berhenti di depan sebuah rumah di seberang. Mobil tersebut menepi dan seorang lelaki paruh baya keluar menenteng tas kerja. Wajahnya nampak lusuh dan lelah. Setelah keluar dari mobil, dia menuju sebuah pohon kecil di pekarangannya. Dia menyentuh keningnya, kemudian ke tangkai-tangkai di pohon tersebut. Tampak seperti menggantungkan ‘buah’ yang tak tampak.

Bejo memperhatikan dengan seksama. Lelaki tersebut terlihat sedang melakukan ritual yang menurutnya ‘aneh’. Setelah melakukannya beberapa kali, lelaki tersebut masuk ke rumah. Seorang wanita cantik membukakan pintu untuknya dan dibelakangnya tampak seorang gadis kecil menyusul. Lelaki tersebut tersenyum dengan sumringah dan nampak sangat bahagia. Jauh berbeda dari saat dia keluar dari mobilnya.

Pintu menutup dan Bejo tidak tahu apa lagi yang terjadi dalam rumah sederhana tersebut. Bejo hanya mendengar bahwa suasana rumah itu sangat hidup dan bersemangat. Bejo masih bertanya-tanya, apakah gerangan yang dilakukan tetangganya dengan pohon tersebut.

Keesokan paginya, Bejo sedang menyiram pekarangan rumahnya. Rumput-rumput nampak segar setelah beberapa tetes air menyiramnya. Bejo melirik ke rumah tetangga seberangnya. Lelaki semalam keluar dari rumah. Dia menghampiri pohon kecil semalam, dan dia seolah sedang memetik ‘buah’nya. Kemudian dia meletakkan ‘buah’ tersebut di keningnya. Dia mengulang beberapa kali dan kemudian mengendarai mobilnya dengan senyum kecil.

Malam harinya, Bejo kembali menikmati malam seperti malam sebelumnya. Adegan kemarin malam berulang. Sebuah mobil menepi. Seorang lelaki lusuh keluar. Menghampiri pohon kecil, menyentuh kening dan meletakkan sesuatu di pohon. Masuk ke rumah dan senyum sumringah dari isi rumah menyambutnya dan semuanya tertawa. Bahagia. Keesokan harinya, adegan pagi juga berulang. Seorang lelaki keluar, menghampiri pohon dan memetik ‘buah’ untuk diletakkan dikeningnya. Adegan malam hari dan pagi hari sudah berulang selama 4 hari dan 4 malam. Bejo tidak tahan untuk bertanya.

Di hari kelima, pagi hari, Bejo menyapa sang lelaki. ‘Hi’. Sang lelaki menyahut, ‘Hi. Selamat pagi!’. Bejo kemudian berbasa-basi sebentar dan karena sudah tidak dapat menahan dirinya, akhirnya dia bertanya mengenai ritual malam dan pagi hari yang dilakukan tetangganya, yang ternyata bernama Andre. Andre tersenyum mendengar pertanyaan Bejo yang ternyata selama ini memperhatikan tingkahnya. Kemudian dia menjelaskan mengenai ‘ritual’nya.

‘Saat bekerja, saya mendapatkan banyak masalah. Sebagian belum terselesaikan dan masih ada dalam otak saya hingga sampai di depan rumah. Malam hari, sebelum saya masuk rumah, saya mengambil masalah-masalah tersebut dari otak dan menggantungnya di ranting-ranting pohon tersebut. Saat saya masuk rumah, saya merasa lebih baik tanpa masalah tersebut di otak saya.’

‘Saat pagi datang dan saya akan ke bekerja, saya mengambil masalah-masalah yang saya gantung semalam di pohon dan saya memasukkannya kembali ke dalam otak. Saya merasakan, masalah-masalah tersebut nampak lebih mudah dan lebih ringan serta lebih masuk akal untuk diselesaikan.’

Seorang bijak mengatakan, ‘jangan engkau tertidur hingga masalahmu terselesaikan’. Saya merasakan kalimat ini benar. Masalah yang masih belum terselesaikan hingga hendak tidur akan mengganggu tidur dan kualitasnya. Banyak orang tidak bisa tidur karena masalahnya yang belum selesai. Masalah tidak akan pernah habis, karena itu yang membesarkan dan menjadikan manusia lebih bijak – bagi mereka yang mau belajar. Selesaikan masalah jika memungkinkan sebelum berangkat tidur. Jika tidak memungkinkan, maka singkirkan dari otak anda. Caranya, mungkin seperti yang dilakukan Andre. Atau anda akan menemukan cara lainnya.

Selamat mencoba dan semoga masalah anda tidak menjadi hantu gentayangan dan membuat tidur anda kurang berkualitas. Saya ceritakan kembali dengan gaya saya sendiri dari the lost book, Unknown Author – Hikmah dari Seberang. Gambar diambil dari dreamstime.com. The Power of Share – sm/41011/ua.

Belajar, java, linux, pemrograman, Technology, Tips

Setting Path Java Pada Windows dan Linux

Setting Path Java Pada Windows dan LinuxAda banyak editor Java yang bisa digunakan untuk coding. Mulai dari editor teks semacam Notepad, GEdit, Vi, dan Notepad++ hingga JCreator, Netbeans, dan Eclipse. Editor besar dan lengkap seperti Netbeans dan Eclipse biasanya telah menyertakan Java Development Kit (JDK) dalam paketnya sehingga saat dilakukan instalasi, akan secara otomatis mendeteksi path Java di komputer. Namun, teks editor (Vi dan Notepad++ misalnya) tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi path Java. Padahal, untuk belajar mengenai Java, setidaknya harus tahu dasarnya Java yang didalamnya termasuk menggunakan teks editor saat proses coding.

So, bagaimana caranya melakukan setting path Java di komputer agar saat melakukan kompilasi dan eksekusi kode program lebih mudah? Dalam tulisan kali ini, akan saya menguraikan bagaimana setting path Java di Windows dan Linux.

Sebelum memulai segala sesuatunya, pastikan Java telah terinstall di komputer. Cek di folder Java dalam C:Program FilesJava untuk Windows dan /usr/local/ untuk Unix. Keduanya adalah folder default. Jika saat instalasi ditempatkan pada folder yang lain, maka cari dalam folder tersebut.

Catatan: Dalam tulisan-tulisan selanjutnya, ketika saya sebut path Java maka yang saya maksudkan adalah termasuk <jdk_version>bin.

Setting Path Java di Windows

Dalam tulisan ini saya menggunakan Microsoft Windows XP, dan berikut langkah-langkahnya:

  • Buka System Properties dengan melakukan klik kanan pada My Computer. Atau bisa menggunakan shortcut [Windows] + [Pause/Break]. Kemudian klik tab Advanced sehingga tampilan kurang lebih seperti ini.
  • System Properties - Windows XP

  • Selanjutnya, klik tombol Environment Variables. Selanjutnya scroll ke bawah pada System Variables hingga variable Path ditemukan.
  • Environment Variables - Windows XP

  • Klik variable Path dan klik Edit untuk melakukan perubahan.
  • Pada bagian Variable value, tambahkan di paling depan path Java yang ada di komputer dan menambahkan titik-koma [;] di belakangnya. Dalam tulisan ini path Java terdapat dalam C:Program FilesJavajdk1.6.0_19bin sehingga saya menambahkan C:Program FilesJavajdk1.6.0_19bin;.
  • Edit Variable Value - Java Path

  • Klik OK untuk menyimpan.
  • Jika sudah selesai, harus dilakukan check supaya dapat diketahui setting sudah benar atau tidak. Untuk melakukan checking, jalankan menu Run [Windows+R] dan ketikkan cmd.
  • Jika sudah keluar Command Prompt, ketikkan java –version. Jika pengaturan telah benar, maka akan muncul kurang lebih seperti gambar di bawah yang menyebutkan versi JDK dan juga JRE.
  • Java Version Check

    Catatan: perhatikan bahwa yang diketikkan untuk check adalah java –version. Spasi sebelum dash dan tanpa spasi setelah dash.

  • Jika sudah benar, saat anda akan menjalankan file Java atau melakukan kompilasi dengan Command Prompt, cukup arahkan ke dalam folder file tersebut dan untuk melakukan kompilasi serta menjalankan dapat menggunakan perintah:
  • javac <namafile.java>
    java <namafile.class>

Setting Path Java di Linux

Dalam tulisan ini saya menggunakan standar Linux. Ini lebih mudah daripada setting path pada Windows. :lol:

  • Login dengan akun pribadi anda kemudian buka file ~/.bash_profile atau file ~/.bashrc dengan teks editor
  • $ vi ~/.bash_profile
  • Pada bari terakhir file tersebut, tambahkan sebuah baris tempat instalasi JDK.
  • export PATH=<folder instalasi JDK atau path>:$PATH

    Contoh:

    export PATH=/usr/local/jdk1.6.0_19/bin:$PATH
  • Simpan file tersebut dan tutup file. Log off komputer dan log in kembali dengan user yang sama.
  • Lihat perubahan dengan mengetikkan perintah berikut:
  • $ echo $PATH
  • Juga bisa dilakukan test dengan perintah java –version pada terminal.

Saya rasa cukup sekian tulisan kali ini. Semoga bermanfaat. The Power of Share – sm/4910/it.