Hikmah, life, viewpoint

The Planetwalker; Listen More and You Will Understand More

John Francis, The PlanetwalkerThis guy (left) did not say a word within 17 years. His name is John Francis and nicknamed as planetwalker because he didn’t use any motorized vehicles for 22 years. 17 years in silent and 22 years in walk from one state to another! I cannot even imagine how was that went. The reason is, his community was arguing with him what to do when two tankers crashed near the Golden Gate bridge in 1971. Those tankers spilled 840,000 gallons of oil into the water near San Francisco.

His experience of not talking taught him the value of listening. By didn’t say a word, he also taught classes and got a Ph.D in Land Management. He also got two more college degrees. Unbelievable!

By staying silent, he found that environment has changed from being about trees and species into how people treat each other. In 1990, by Earth Day he decided to back talking and the following day he was struck by a truck in Washington, DC. He convinced the ambulance crew to allow him walk to the hospital.

In TED Talk, TED Conference 2008 he said, ‘We have to do something now. We have to change now.’ to raise environmental consciousness (video below).

He wrote a book Planetwalker: How to Change Your World One Step at a Time.

I am kind of silencer (from 3 Idiots film), which means I did not talk too much. I have been trying to be a talker, but I think I am not a talker. I am a listener. I love listening when someone’s talking.

I realized, I learned much with listening. Because with listening more, more I understand about something. Image credit: by George Williams (Flickr). (tpos/sm/le)

Belajar, blog, Hikmah, life, Untuk Kita, viewpoint

Air, Ikan, Kehidupan, dan Mencari Tahu

Air, Ikan dan kehidupanTersebutlah sebuah kehidupan di seuatu masa. Suatu ketika, seekor ikan kecil di sebuah sungai mendengar pembicaraan antara seorang ayah dan anaknya yang sedang memancing.

Yang ditangkap si ikan adalah perkataan ayah tersebut kepada anaknya yang berbunyi: Nak, kita harus bisa menghargai air ini. Janganlah boros menggunakan air, karena jika tidak ada air maka kita tidak bisa hidup.

Sang ikan kecil pun segera mencari seseorang yang dapat membantunya menemukan air. Bertanya ke sana-kemari dan kepada siapa saja yang ditemui, namun tak seorangpun dapat memberitahukan dimana letak air berada. Ikan kecil pun semakin ketakutan karena khawatir dia tidak bisa hidup tanpa air. Dia terus berenang dan mencari seseorang yang dapat membantunya.

Pencariannya membawanya kepada seorang ikan tua yang bijak. Setelah menjelaskan semuanya, ikan kecil pun diam untuk mendengar jawaban. Ikan bijak berkata: Kecil, air ada di sekeliling kita. Dan kita sedang berada di dalamnya, sehingga kita tidak akan mati selama kita berada dalam air ini. Jangan khawatir, air ini masih akan ada di sini.

Si ikan kecil pun lega bahwa ternyata ada air untuk dirinya dan ikan-ikan lainnya.

So, kadang kala yang kita butuhkan ada di sekitar kita. Sudah ada di sana sejak lama. Bahkan mungkin sebelum kita ada di sana. Yang perlu kita lakukan adalah ‘bertanya’ alias ‘mencari tahu’ tentang itu. Tidak perlu jauh-jauh mencari tahu, mulailah dari yang paling dekat. :)

Cerita saya ambil dari sebuah buku berjudul Unknown Author: Hikmah dari Seberang. Kisah aslinya saya tidak tahu diambil dari mana.  The Power of Share – sm/6104/ua.

Belajar, blog, Hikmah, life, Untuk Kita, viewpoint

Gunakan Seluruh Kekuatanmu! (Ini Terlalu Berat; Saya Tidak Mampu)

Gunakan Seluruh KekuatanmuSeorang ayah sedang berjalan-jalan bersama sang anak yang masih berumur 6 tahun ke sebuah bukit yang cukup terjal. Di atas bukit, sang ayah berkata kepada anaknya, ‘Nak, dengan seluruh kekuatan yang kamu miliki, mampukah kamu menggeser batu besar di sana itu?’. Sang anak merasa tertantang dan kemudian memperhatikan batu yang ditunjuk ayahnya. Batu itu memiliki tinggi kira-kira 50 centimeter dan lebar 85 centimeter. Dilihat dari komposisinya, batu itu terlihat sangat kekar dan seorang bocah berumur 6 tahun seperti dirinya sepertinya akan susah memindahkan dari tempatnya. ‘Hanya menggeser saja kan, yah?’ tanya sang anak mencoba meyakinkan pendengarannya. Sembari tersenyum sang ayah menjawab, ‘Ya. Menggeser saja. Dengan kekuatanmu seluruhnya.’ jawab sang ayah ketika melihat keraguan dari mata anak kesayangannya.

Setelah cukup yakin dengan apa yang dilihatnya, sang anak mulai mendekati batu. Dengan sekuat tenaga dia mencoba memindahkan batu seperti yang dipinta ayahnya. Lima menit berlalu, sang ayah masih menyaksikan anaknya berjuang dengan sangat keras untuk memindahkan batu tersebut. Namun, batu tersebut tak bergeming. Sama sekali. Si anak mulai berkeringat dan menjadi basah kuyup oleh keringatnya. Dia masih berusaha dan terus berjuang dengan mengeluarkan seluruh kekuatan yang ada pada dirinya. Sementara batu itu tak jua bergeming, sang ayah duduk dan memperhatikan sambil sesekali melemparkan senyum kecil ke arah sang anak. Sepuluh menit berlalu, hingga ‘Ayah, cukup. Saya sudah mencoba mengeluarkan seluruh kekuatan saya, tapi tidak ada hasilnya. Batu itu terlalu besar. Terlalu berat. I can’t. Mungkin ketika saya berumur 12 tahun esok.’

‘Kemarilah anakku. Duduklah di sini, di sebelah ayah.’ jawab sang ayah dengan lembut. ‘Ayah tahu, kamu pasti akan merasa keberatan untuk menggeser batu di sana itu.’ lanjutnya setelah sang anak duduk. ‘Lalu, kenapa ayah menyuruhku menggeser batu tersebut?’ tanya sang anak penasaran. ‘Aku mengatakan, dengan seluruh kekuatanmu. Sudahkah kamu gunakan seluruh kekuatanmu untuk menggesernya?’ sang ayah balik bertanya. ‘Sudah. Aku sudah mengerahkan seluruh kekuatanku.’ jawab sang anak meyakinkan. ‘Benarkah?! Di sini, saat ini, berapa banyak kekuatan yang ada padamu? Kamu hanya menggeser batu tersebut dengan kekuatan yang ada di tubuhmu. Bukan kekuatanmu seluruhnya. Bukan seluruh kekuatanmu. Apakah kamu meminta ayah untuk membantumu?’ tanya sang ayah. ‘Tidak.’ jawab sang anak pendek. ‘Nak, yang dimaksud kekuatan seluruhnya adalah apa-apa yang mungkin bisa engkau capai. Apa-apa yang bisa engkau raih atau gunakan. Itulah kekuatanmu seluruhnya. Jika aku mengatakan seluruh kekuatanmu, maka kekuatanku juga adalah bisa menjadi kekuatanmu jika kau pinta karena aku ada di dekatmu.’

Seringkali, manusia dihadapkan pada persoalan dan permasalahan yang rumit serta nampaknya di luar kemampuan dimiliki. Karena merasa tidak mampu, beberapa mengambil jalan pintas untuk menyelesaikannya. Narkoba, minum-minuman keras, dan lain sebagainya, atau yang lebih buruk lagi adalah bunuh diri. Tuhan telah mengatakan bahwa DIA hanya akan memberikan masalah sesuai dengan kemampuan masing-masing manusia. JanjiNYA adalah janji yang pasti ditepatiNYA. Jadi, jika seseorang memiliki persoalan maka persoalan itu pasti bisa dilaluinya dengan kekuatannya. Kekuatan seluruhnya. Yang dibutuhkannya adalah mengumpulkan seluruh kekuatannya dan kemudian menyelesaikannya. Bukan berlari ke sesuatu yang lainnya atau bahkan negatif. Seringkali, manusia menyerah setelah memandang bahwa dirinya tidak mampu sebelum berpikir bahwa ada kekuatan lain yang bisa digunakannya.

Jika ada masalah yang nampaknya mustahil untuk diselesaikan sendirian, maka berbagi adalah solusinya. Meminta pertolongan kepada manusia lainnya untuk mendapat kekuatan secara menyeluruh. Saudara, teman, keluarga, orang tua atau yang lainnya. Meminjam dan atau meminta kekuatan yang mereka miliki dan menggunakannya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah jalan keluarnya. Karena setiap persoalan ada jalan keluarnya, maka permasalahan sebesar apapun akan selesai dengan baik dan bisa berakhir indah.

Manusia dilahirkan berpasangan adalah untuk menjadi makhluk sosial yang senang berbagi, bukan dilahirkan untuk hidup sendiri-sendiri. Kekuatan itu tidak akan pernah berkurang walau dibagi dengan yang lainnya. Sebaliknya, kekuatan itu akan bertambah dan bertambah banyak jika dibagi. Satu lagi janji Tuhan adalah bagi mereka yang bersyukur akan ditambahkan apa yang disyukurinya. Salah satu bentuk syukur adalah membaginya dengan orang lain.

Jika telah sampai pada ujung persoalan dan kemampuan yang ada di diri ini terasa habis, maka sudahkah kita meminta orang lain untuk membantu kita dengan kekuatannya? Apakah telah kita gunakan seluruh kekuatan yang kita mampu miliki?

Disadur dari sisa ingatan saya dari sebuah buku yang hilang ‘Unknown Author – Hikmah dari Seberang’. The Power of Share – sm/28310/ua.

PS. Silakan di jawab lewat komentar. Di sebuah jalan terjadi kecelakaan mobil yang berisi seorang ayah dan anak laki-lakinya. Sang ayah meninggal dan si anak dilarikan ke rumah sakit oleh ambulans yang datang terlambat. Sesampainya di unit gawat darurat, seorang dokter menghampiri dengan tergesa-gesa. Si dokter terperanjat dan berteriak ‘Oh, Tuhan. Ini anak saya.’ Siapakah dokter tersebut? :cmiiw:

Belajar, Hikmah, life, Miscellaneous, Tips, Untuk Kita, viewpoint

Singkirkan Masalah Agar Tak Menghantui dan Mengganggu

Selesaikan atau Singkirkan MasalahmuBejo sedang duduk di teras malam itu sambil menikmati malam yang baru saja bergulir. Waktu menunjukkan pukul 19.05 dan dia sesekali mengamati mobil-mobil yang lewat di kawasan tempat tinggalnya. Beberapa menit kemudian, sebuah mobil tampak berhenti di depan sebuah rumah di seberang. Mobil tersebut menepi dan seorang lelaki paruh baya keluar menenteng tas kerja. Wajahnya nampak lusuh dan lelah. Setelah keluar dari mobil, dia menuju sebuah pohon kecil di pekarangannya. Dia menyentuh keningnya, kemudian ke tangkai-tangkai di pohon tersebut. Tampak seperti menggantungkan ‘buah’ yang tak tampak.

Bejo memperhatikan dengan seksama. Lelaki tersebut terlihat sedang melakukan ritual yang menurutnya ‘aneh’. Setelah melakukannya beberapa kali, lelaki tersebut masuk ke rumah. Seorang wanita cantik membukakan pintu untuknya dan dibelakangnya tampak seorang gadis kecil menyusul. Lelaki tersebut tersenyum dengan sumringah dan nampak sangat bahagia. Jauh berbeda dari saat dia keluar dari mobilnya.

Pintu menutup dan Bejo tidak tahu apa lagi yang terjadi dalam rumah sederhana tersebut. Bejo hanya mendengar bahwa suasana rumah itu sangat hidup dan bersemangat. Bejo masih bertanya-tanya, apakah gerangan yang dilakukan tetangganya dengan pohon tersebut.

Keesokan paginya, Bejo sedang menyiram pekarangan rumahnya. Rumput-rumput nampak segar setelah beberapa tetes air menyiramnya. Bejo melirik ke rumah tetangga seberangnya. Lelaki semalam keluar dari rumah. Dia menghampiri pohon kecil semalam, dan dia seolah sedang memetik ‘buah’nya. Kemudian dia meletakkan ‘buah’ tersebut di keningnya. Dia mengulang beberapa kali dan kemudian mengendarai mobilnya dengan senyum kecil.

Malam harinya, Bejo kembali menikmati malam seperti malam sebelumnya. Adegan kemarin malam berulang. Sebuah mobil menepi. Seorang lelaki lusuh keluar. Menghampiri pohon kecil, menyentuh kening dan meletakkan sesuatu di pohon. Masuk ke rumah dan senyum sumringah dari isi rumah menyambutnya dan semuanya tertawa. Bahagia. Keesokan harinya, adegan pagi juga berulang. Seorang lelaki keluar, menghampiri pohon dan memetik ‘buah’ untuk diletakkan dikeningnya. Adegan malam hari dan pagi hari sudah berulang selama 4 hari dan 4 malam. Bejo tidak tahan untuk bertanya.

Di hari kelima, pagi hari, Bejo menyapa sang lelaki. ‘Hi’. Sang lelaki menyahut, ‘Hi. Selamat pagi!’. Bejo kemudian berbasa-basi sebentar dan karena sudah tidak dapat menahan dirinya, akhirnya dia bertanya mengenai ritual malam dan pagi hari yang dilakukan tetangganya, yang ternyata bernama Andre. Andre tersenyum mendengar pertanyaan Bejo yang ternyata selama ini memperhatikan tingkahnya. Kemudian dia menjelaskan mengenai ‘ritual’nya.

‘Saat bekerja, saya mendapatkan banyak masalah. Sebagian belum terselesaikan dan masih ada dalam otak saya hingga sampai di depan rumah. Malam hari, sebelum saya masuk rumah, saya mengambil masalah-masalah tersebut dari otak dan menggantungnya di ranting-ranting pohon tersebut. Saat saya masuk rumah, saya merasa lebih baik tanpa masalah tersebut di otak saya.’

‘Saat pagi datang dan saya akan ke bekerja, saya mengambil masalah-masalah yang saya gantung semalam di pohon dan saya memasukkannya kembali ke dalam otak. Saya merasakan, masalah-masalah tersebut nampak lebih mudah dan lebih ringan serta lebih masuk akal untuk diselesaikan.’

Seorang bijak mengatakan, ‘jangan engkau tertidur hingga masalahmu terselesaikan’. Saya merasakan kalimat ini benar. Masalah yang masih belum terselesaikan hingga hendak tidur akan mengganggu tidur dan kualitasnya. Banyak orang tidak bisa tidur karena masalahnya yang belum selesai. Masalah tidak akan pernah habis, karena itu yang membesarkan dan menjadikan manusia lebih bijak – bagi mereka yang mau belajar. Selesaikan masalah jika memungkinkan sebelum berangkat tidur. Jika tidak memungkinkan, maka singkirkan dari otak anda. Caranya, mungkin seperti yang dilakukan Andre. Atau anda akan menemukan cara lainnya.

Selamat mencoba dan semoga masalah anda tidak menjadi hantu gentayangan dan membuat tidur anda kurang berkualitas. Saya ceritakan kembali dengan gaya saya sendiri dari the lost book, Unknown Author – Hikmah dari Seberang. Gambar diambil dari dreamstime.com. The Power of Share – sm/41011/ua.

Belajar, Hikmah, life, Untuk Kita, viewpoint

Kejujuran Itu (Tidak) Pahit

The TruthClark dan Jane, adalah pasangan suami isteri yang sangat sempurna. Clark seorang pialang saham yang hampir selalu sukses dan Jane adalah seorang editor sebuah penerbit buku ternama. Karena keuangan yang sangat mencukupi, mereka terpaksa tinggal dalam kondominium di kawasan termahal. Mereka berdua baru saja menikah sekitar 11 bulan lalu dan belum memutuskan untuk memiliki seorang anak. Mereka begitu mesra sehingga saat orang melihat mereka pertama kali akan bergumam ‘mereka sedang berbulan madu’. Hari-hari mereka lewatkan dengan sangat indah dan menggembirakan seolah bumi ini benar-benar milik mereka berdua.

Sekali waktu seorang sahabat Jane, Irish, mengundang sahabat-sahabatnya untuk mengadakan pesta di rumah mewahnya. Setelah diyakinkan oleh Irish, Jane akhirnya mengiyakan undangan dari sahabatnya itu dengan meminta Clark menemaninya. Ya, mereka berdua seolah dua kacang polong yang tidak terpisahkan. Setelah mendapatkan tiket pesawat untuk penerbangan sore hari, keduanya berangkat untuk menghabiskan weekend di pesta yang pasti akan sangat hebat. Dan sesampainya di rumah Irish, Jane memperkenalkan Clark pada Irish. Irish tampak seperti seorang wanita sempurna yang seksi berbalutkan gaun berwarna merah.

Pesta pun berlangsung meriah, semua orang melewatkan Sabtu malam dengan gembira dan percakapan yang tak henti-hentinya membuat pesta semakin hangat. Di tengah meriahnya pesta, Clark tiba-tiba ingin ke toilet yang ternyata tidak dia temukan di lantai itu. Dia terpaksa turun ke lantai bawah. Karena alkohol yang diminumnya, dia memutuskan menggunakan lift untuk turun ke lantai bawah. Setelah selesai dari toilet, Clark berniat kembali ke ruang pesta. ‘Wait!’, suara seorang perempuan berteriak. Oh ternyata Irish. Ia baru saja mengangkat telepon dan akan kembali ke pesta.

Clark melirik ke Irish dan merasakan ketertarikan yang mungkin disebabkan busana merah menyala milik Irish. Beberapa detik kemudian, Clark dan Irish terlibat dalam ciuman sesaat yang akhirnya berakhir saat Clark sadar bahwa dia tidak seharusnya melakukannya. ‘I’m so sorry. I’m.. I’m..’ Clark menyampaikan penyesalannya. Keduanya pun kembali ke pesta setelah sebelumnya berjanji untuk melupakan kejadian di lift tersebut. Singkat cerita, pesta pun berakhir dan semua orang beristirahat.

Keesokan harinya, Jane dan Clark berpamitan kepada Irish dan hendak kembali pulang. Mereka pun ke bandara dan menunggu pesawat yang akan menerbangkan mereka kembali ke kondo yang sempurna. Saat menunggu di bandara dan berpikir, Clark memutuskan untuk mengatakan tentang kejadian di lift semalam kepada Jane. Clark menjelaskan seluruhnya dan meminta maaf yang sebesar-besarnya pada Jane karena dia sangat menyesal atas kejadian tersebut. Jane hanya diam dan tak berkomentar. Hatinya sedang bergejolak karena berbagai macam hal. Mereka berdua pun terbang pulang tanpa pembicaraan apalagi kemesraan seperti biasanya. Sesampainya di kondo dan beristirahat, Jane akhirnya memaafkan Clark dan memintanya untuk tidak lagi mengulang kesalahannya. Mereka berdua kembali menjalani kehidupan rumah tangga dengan mesra yang setahun kemudian dikaruniai Flash, seorang bayi laki-laki yang sangat lucu.

Kejujuran seringkali menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Bahkan, beberapa hari lalu seorang teman di Facebook mengatakan bahwa untuk jujur itu sulit. Dari cerita di atas, Clark bisa saja membiarkan kejadian lift dan menganggap it never happens serta tidak memberitahukannya pada Jane. Namun, Clark memilih untuk mengungkapkan kebenaran dan siap dengan resiko yang akan diterimanya, yang bisa jadi akan sangat dibenci oleh Jane karena mencium mesra sahabatnya. Clark memilih untuk jujur dan bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya dan Jane akhirnya bisa memaafkan kesalahannya.

Jane bisa saja tidak memaafkan suaminya, namun dia mencoba memandang masalahnya dari sudut pandang yang lain. Sudut pandang yang membuatnya tahu akan sebab terjadinya hal tersebut antara Clark dan Irish. Dia memilih untuk memberikan maaf setelah menenangkan dirinya dengan beristirahat. Dia juga melengkapinya dengan penjelasan Clark yang utuh dan tidak ada yang disembunyikan sama sekali.

Ketika memutuskan untuk jujur, dibutuhkan kekuatan untuk menerima resiko. Selain itu juga dibutuhkan kekuatan untuk mengungkapkan sesuatu yang terasa sangat berat dan mungkin menyakitkan. Namun ada banyak hal yang akan didapat setelah itu yang semuanya sangat berarti. Dan satu lagi, kejujuran membutuhkan pembiasaan. The Power of Share – sm/27912/ccs.