Technology, viewpoint

26 Fakta Seputar Oracle

Entah kenapa saya masih suka membahas Oracle. Sepertinya bukan cuma saya sih, banyak kok pecinta Open Source yang membahas Oracle. Nah, kali ini saya akan menulis 26 fakta seputar Oracle.

Fakta Seputar Oracle

  1. Oracle pertama kali didirikan dengan nama Software Development Laboratories pada 1977 dan berubah menjadi Relational Software Inc. pada 1979.
  2. Larry Ellison adalah satu-satunya CEO yang dimiliki Oracle sejak dulu hingga sekarang.
  3. CIA adalah salah satu pelanggan pertama Software Development Laboratories. CIA minta dibuatkan relational database management system (RDBMS).
  4. Proyek CIA tersebut diberi nama Oracle.
  5. Ide pembuatan RDBMS yang digunakan oleh para founder Oracle (Larry Ellison, Bob Miner, dan Ed Oates) terinspirasi dari hasil publikasi penelitian oleh IBM.
  6. Saat itu, para petinggi IBM tidak menyangka akan potensi Structured Query Language (SQL).
  7. Versi komersial Oracle adalah Oracle 2 untuk memikat para techie. Saat itu, bug-nya banyak.
  8. Setelah merilis versi komersial untuk aplikasi di perusahaan, penghasilan Oracle naik setiap tahun dari 1980 hingga 1987. Hal ini dikarenakan akhirnya IBM menjadi pelanggan Oracle.
  9. Pada tahun 1986, harga IPO Oracle adalah $31,5 juta.
  10. Empat tahun kemudian, Oracle jatuh bangkrut. Penjualan Oracle merosot 80%.
  11. Biang dari kebangkrutan itu adalah kecenderungan petinggi Oracle yang terlalu memandang tinggi nilai laba.
  12. Pada tahun 1992, Oracle 7 dirilis setelah beberapa petinggi Oracle didepak dari kursinya untuk membenahi perusahaan.
  13. Larry Ellison pada 1998 pernah berkomentar: If the internet turns out not to be the future of computing, we’re toast. But if it is, we’re golden.
  14. Oracle telah mengakuisisi 57 perusahaan dalam lima tahun terakhir.
  15. Kegilaan Oracle paling nyata adalah saat membeli PeopleSoft pada tahun 2005 seharga $10,3 milliar.
  16. Akuisisi dengan nilai terbesar terakhir adalah saat membeli Sun Microsystems senilai $7,4 milliar.
  17. Tahun ini, Oracle juga membeli Phase Forward dengan harga $685 juta.
  18. Hubungan Oracle dengan HP mulai hancur ketika Oracle mulai menjual bundling software bersama hardwarenya.
  19. Tahun 2009, laba Oracle melonjak ke angka $26,82 milliar.
  20. Saat ini, Oracle memiliki pelanggan sebanyak 345.000 di seluruh dunia.
  21. Oracle menyebut, dengan sombong, partnernya di seluruh dunia berjumlah 21.000.
  22. Musim panas kemarin, U.S. Justice Department mendakwa Oracle telah menggelapkan kontrak proyek penjualan bernilai lebih dari $1 milliar.
  23. Oracle baru saja menggugat Google karena Android.
  24. Oracle secara resmi menghentikan proyek OpenSolaris dan mengembangkan Solaris menjadi platform closed-source.
  25. Setelah dipecat dari HP, Mark Hurd didaulat oleh Oracle menjadi petinggi. Hal ini akhirnya membuat HP menggugat Oracle dan Mark Hurd.
  26. OpenOffice.org memisahkan diri dari Oracle dan membuat The Document Foundation dengan LibreOffice.

Nah, fakta terakhir adalah Oracle dimusuhi banyak fans Open Source, termasuk Google. Sekian.

Sumber: eWeek.com, Wikipedia.org

news, Technology

OpenOffice.org Berpisah dari Oracle Membentuk The Document Foundation

Ini adalah berita yang mengejutkan. Tidak hanya bagi saya, tapi rasanya juga bagi Oracle. Buntut dari pembelian Sun Microsystems oleh Oracle yang kemudian menggugat Android berimbas ke yang lain. Adalah OpenOffice.org yang kali ini melakukan aksinya memisahkan diri dari Oracle dan membentuk The Document Foundation.

OpenOffice.org

OpenOffice merupakan lanjutan proyek sebuah perusahaan di Jerman bernama Star Division. Pada tahun 1999, Sun Microsystems membeli Star Division dan proyek tersebut pada tahun 2000 diubah menjadi OpenOffice.org. Sepertinya, tim pengembang OpenOffice mulai khawatir Oracle akan secara penuh mengendalikan proyek ini. Hal ini tentu saja wajar mengingat nasib JDK yang saat ini dikendalikan oleh Oracle.

Alasan yang disebutkan Document Foundation tentang hal ini adalah mereka bermaksud ‘to fulfil the promise of independence written in the original charter‘. The Document Foundation (TDF) saat ini telah didukung oleh Novell, Red Hat, Open Source Initiative, Canonical, Free Software Foundation, GNOME Foundation dan tentu saja Google.

Chris DiBona, Open Source Programs Manager di Google, mengatakan ‘pembentukan The Document Foundation adalah sebuah langkah besar demi masa depan perkembangan open source untuk kebutuhan kantor… dan Google dengan bangga mendukung program ini.’

Sebenarnya, menurut TDF, mereka telah mengundang Oracle untuk bergabung dan menjadi salah satu sponsor. Namun sampai saat ini Oracle masih belum menyatakan kesediaannya untuk bergabung dengan TDF. Karena itu, TDF menggunakan nama LibreOffice hingga Oracle mau bergabung dan bersedia menghibahkan nama OpenOffice.org kepada TDF.

Setelah OpenOffice.org, entah siapa lagi yang akan hengkang dari Oracle. Ada banyak nama sebelum OpenOffice yang telah hengkang, diantaranya James Gosling (bapak Java), Jonathan I. Schwartz (mantan CEO Sun), Stewart Townsend (salah satu pendukung setia Sun) dan Jeff Bonwick (ketua tim ZFS).

Saat ini LibreOffice telah sampai pada tahap beta dan bisa didownload secara gratis di sini.

Oya, perlu diketahui bahwa saat ini Oracle adalah salah satu musuh besar bagi dunia Open Source. I believe, you know why.

Sumber: DocumentFoundation.org, Wikipedia.org, Techeye.net, Networkworld.com

blog, linux, Technology, viewpoint

Kita Nggak Butuh Itu yang Namanya Open Source!

Kita Nggak Butuh Itu yang Namanya Open Source! Ketika ditanyakan kepada banyak orang mengapa memilih Linux atau aplikasi berbasis Open Source, sebagian besar dengan kompak menjawab karena sifatnya yang Open. Kelompok kecil yang lain akan menyebut karena suka, dan sebagian kecil lainnya lagi akan mengatakan karena itu berarti mereka tidak perlu menggunakan bajakan. Well said!

Pertanyaannya kemudian, memangnya ada apa dengan aplikasi yang sifatnya open? Sebagian, akan menjawab: agar aku bisa memodifikasi sesuai keinginan dan jika ada lubang keamanan aku bisa memperbaikinya sendiri sesuai kebutuhanku. Sempurna! Apakah di dunia nyata begitu? Tidak!

2 hingga 3 tahun belakangan Open Source (terutama Linux) memang menjadi idola. Dan mayoritas pengguna adalah end-user karena misi menyebarkan virus Open Source belakangan ini adalah untuk end-user. Yang dibutuhkan oleh end-user sudah ada semua di sana. Namun, alasan penggunaan open source software (OSS) oleh end-user karena sifatnya yang open ini terasa tidak masuk akal. Faktanya, ketika digunakan OSS hanya digunakan dan tidak benar-benar dioptimalkan sesuai dengan sifatnya yang terbuka. Pengembangan OSS lebih lanjut hanya terjadi pada sebagian kecil komunitas dan perusahaan-perusahaan besar yang mau melakukannya.

Untungnya, pengembang OSS berbasis komputer, baik notebook maupun PC, tidak sejahat pengembang (dalam hal ini carriers) Android. OSS di komputer biasanya sudah cukup sempurna untuk end-user dan jarang membuat jengkel. Sifat terbuka pada OSS untuk komputer membuat momok akan OSS di kalangan masyarakat justru berkurang.

Kejahatan pada sifat terbuka OSS justru terjadi pada Android. Karena sifatnya yang terbuka, carriers bebas untuk melakukan modifikasi sesuai dengan keinginan mereka. Parahnya, mereka membuat Android menjadi sistem operasi smartphone yang cantik namun sekaligus membuat berang. Ada kasus apps yang tidak bisa diinstall. Ada kasus apps bawaan yang jelek dan nggak penting. Ada pula kasus fitur hebat Android yang dimatikan. Karena hal inilah sifat terbuka-nya Android akhirnya malah membuat berang banyak orang –sebagian memaki. Keterbukaan yang disediakan Google atas Android ini disalahgunakan oleh para carriers demi meraup untung tanpa memperhatikan konsumen.

Jadi, kalau anda seorang end-user sifat terbuka atau tidak rasanya nggak penting. Kalau anda seorang developer, sifat terbuka ini penting. Para end-user bisa jadi karena memang suka atau bisa jadi karena alasan nggak mau rugi. :)

Nah, jika ada diantara anda yang ingin memaki soal Android, memakilah pada pengembang lanjutan (carriers atau provider hardware). Besok, jika anda ingin memaki Ubuntu, memakilah pada wajahnya Canonical. Jika bermaksud memaki Fedora, memakilah pada wajah.. Red Hat? Linux maupun Google nggak salah soal Android maupun distro-distro itu. :) (tpos/sm/1009)

blog, Technology, viewpoint

Perang Android vs iOS Baru Saja Dimulai

Setelah diumumkan pada Google I/O Conference pada 20 Mei 2010 lalu, Android versi 2.2 masih belum juga sampai di konsumen. Hingga saat ini, Nexus One yang dijadwalkan akan menjadi handphone pertama untuk update belum juga dapat mendapatkan kabar. Begitu juga dengan nasib Motorola Droid dan seri HTC.

Android memang tergolong pendatang baru di industri mobile phone. Android Inc. berawal dari startup yang kemudian diakuisisi Google pada tahun 2005. Dua tahun kemudian Open Handset Alliance, konsorsium dari perusahaan sekelas Google, HTC, Intel, NVidia, Qualcomm dan masih banyak lagi bergabung untuk membesarkan si robot hijau. Hasilnya, satu tahun kemudian Android 1.0 lahir. Berikutnya pada 2008, sembilan perusahaan besar lainnya, termasuk Sony Ericsson, bergabung dalam bendera Android development.

Android 2.2 - Froyo

Di pertengahan 2010 ini, hampir tiga tahun sejak dirilis pertama kali, Android menabuh genderang perang yang sesungguhnya dalam barisan platform untuk mobile phone. Senjata dan amunisi yang disiapkan pun tidak main-main.

Fitur yang paling utama dan didengungkan oleh Google adalah kecepatan. Google mengklaim kecepatan Froyo lima kali lebih cepat dari versi sebelumnya. Adalah kompiler Dalvik dengan JIT versi baru yang menjadi senjata andalan untuk performa CPU. Selain itu, Javascript baru juga membuat kecepatan browsing bertambah dua hingga tiga kali lipat (fastest browser in the world).

Senjata yang lain adalah dukungan aplikasi berplatform Flash, Tethering, Hot-spot support, serta Microsoft Exchange support untuk bekerja dengan cloud computing. Bukan itu saja, masih ada SD applications dan App Backup untuk melakukan backup maupun copy pengaturan ke phone lainnya.

Selain fitur Froyo tadi, Android juga dikabarkan akan membenahi model Android Market untuk memudahkan konsumen mencari apps. Dan tentu masih ada banyak lagi fitur yang bisa dibanggakan termasuk web-based Android yang kabarnya sedang dikembangkan. Jika dari awal 2009 hingga kuartal 1 tahun 2010 penjualan mobile phone berbasis Android meningkat hingga 707 persen, maka tak diragukan lagi Android akan terus meningkat setelah Froyo bisa dinikmati konsumen.

Di tengah meningkatnya antusiasme konsumen terhadap Android, Consumer Reports memasukkan iPhone 4 dalam daftar ‘Not Recommended. Dalam laporannya, Customer Reports menyebut bahwa iPhone 4 mengalami cacat design. Sebuah fakta yang menohok hati Steve Jobs dan Apple hingga thread ‘Consumer Reports’ untuk review iPhone 4 dihapus dari Apple Forum. Selain laporan Customer Reports, masih ada banyak lagi laporan konsumen yang mengeluhkan beberapa masalah. iPhone 4 adalah produk Apple pertama yang dibekali iOS 4, sebuah platform terbaru yang diunggulkan Apple. Sayangnya, ketika iOS 4 dihadirkan via iPhone 4, semua tidak berjalan mulus.

Bagi Android, ini adalah kesempatan besar untuk memenangkan pasar. Ketika konsumen mulai ragu untuk membeli iPhone, Android datang dengan Froyo dan menyambut konsumen dengan fitur barunya. Saat ini, yang terpenting bagi Android adalah memenangkan hati konsumen iOS karena platform lain seperti Windows Mobile maupun BlackBerry sudah tak lagi menjadi hambatan. Dan perlu dicatat, Android juga siap untuk memenangkan hati konsumen kalangan enterprise.

Miscellaneous, news, Reviews, Technology, viewpoint

Google Mengakuisisi BumpTop; Sebuah 3D Desktop

Saiful Muhajir, Google Mengakuisisi BumpTop, 3D DesktopRaksasa mesin pencari, Google, hari ini mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi BumpTop. Melalui Twitter, GoogleOS menyebut Google Buys BumpTop, 3D Desktop. Ini merupakan konfirmasi resmi dari pihak Google setelah sebelumnya pada 30 April 2010 lalu, tim pengembang BumTop mengumumkan hal tersebut.

BumpTop adalah sebuah desktop environment yang berbasis 3D. Dengan aplikasi ini komputer pengguna akan nampak seperti desk pada sesungguhnya. BumpTop pertama kali dibuat oleh Anand Agarawala untuk tesisnya dan dia sempat mempresentasikan karyanya dalam konferensi TED.

Saiful Muhajir, Google Mengakuisisi BumpTop

Versi 1.0 dirilis pada 8 April 2009 dan terus dikembangkan serta dapat didownload secara gratis. Terdapat juga versi Pro yang mengharuskan pengguna membayar untuk melakukan update.

Secara visual BumpTop akan menampilkan dokumen-dokumen sebagai boks tiga dimensi yang nampak berada di sebuah meja virtual. Pengguna dapat menempatkan dokumen-dokumen tersebut sesuai keinginan dengan mouse atau stylus. Lihat videonya di sini.

Editor CNET, Seth Rosenblatt sempat memberikan 5 bintang pada BumpTop dan mengatakan it could push how we use our computers into a whole new dimension. Pada Oktober 2009 lalu, BumpTop 1.2 versi Pro bahkan bisa multi-touch untuk Windows 7 sama halnya pada Mac OSX. Sampai 18 Januari 2010 kemarin, BumpTop dapat berjalan pada Windows XP/Vista/7, Mac OSX dan Linux.

Saiful Muhajir, Google Mengakuisisi BumpTop

Sebelum diakuisisi, BumpTop dapat didownload secara gratis. Namun setelah proses akuisisi tersebut, BumpTop hanya memberikan batas hingga minggu ini bagi pengguna yang ingin mencobanya. Minggu depan tidak akan ada lagi download gratis tersebut. Mereka sepertinya juga tidak menyebutkan kapan dapat diakses secara bebas lagi. Google sendiri tidak memberikan keterangan akan diapakan project ini, namun dari pengumuman akuisisi tersebut sepertinya Google akan mengawinkan BumpTop dengan Android. Kita tunggu saja.

Oya, jika anda tertarik untuk mencoba silakan download mumpung masih bisa. The Power of Share – sm/5103/ne.