How to, Tips

[How-to] Multiple Accounts on Hangouts For Chrome

Hangouts is a good messaging app. It has so many features and it is integrated with Google services. Hangouts app for mobile (Android and iOS) is good too. But, when it comes to Hangouts for Chrome, well, not so much.

One of Hangouts’ biggest problem: you cannot use multiple accounts on one computer. The feature isn’t there, so you can’t have it. That’s the problem. Our problem. My problem too.

Fortunately, I found out a solution. And you can be happy about it. As well as I am.

Google Chrome has account (or accounts) and it is (or, they are) associated with Hangouts. Once you logged in to the Google services for Chrome, you logged in to Hangouts extension as well. Painless. So, to have multiple Hangouts accounts all you need is multiple accounts for Chrome.

How to use multiple accounts on Chrome?

  1. Go to Settings
  2. Scroll down on that page and you will see Users part located under the Search part
    users
    I have two already
  3. Now, click Add new users button and choose nickname and icon. The rest is up to you:
    powerman
    You will be redirected to new page
  4. Time to sign in to Google services
  5. Install Hangouts extension for the new account
  6. Done
    proofand this
    proof
    Both accounts are online on the same computer

To open both (or whatever number you have) you don’t need to open many Chrome pages. Once your Hangouts account signed in, you can close the other pages because Hangouts will stays open and available. Just leave one page (account) opened.

Good luck!

OS, Technology

Komentar Apple Pasca Google I/O 2013

Google I/O 2013 berakhir beberapa hari lalu dengan hasil yang cukup memuaskan. Ada Google+ baru, Google Maps yang hadir dengan fitur seabrek, Google Play yang hadir dengan Education, Google Game Services, Android, dan masih banyak lagi yang lainnya.

io13

Ada komentar positif dan sebaliknya tak sedikit juga yang negatif mengenai apa yang sudah disampaikan oleh Google dalam konferensi tersebut. Dan kalau Anda tertarik dengan artikel-artikel komentar tersebut cara paling gampang adalah dengan pergi ke sini. Percaya deh, lebih enak pergi ke situ tadi daripada harus googling manual dan memilah-milah. :P

Pertanyannya kemudian, bagaimana komentar Apple?

  • Urusan Maps, Tim Cook mengakui Google jauh menang di atas Apple. Tapi toh Google Maps ada di iPhone. Jadi, tak ada yang perlu terlalu dirisaukan.
  • Voice Search: Siri memiliki orientasi berbeda dari Google Search dan Tim bangga dengan itu. “Folks don’t want to search. They want to find,” katanya.
  • Bagaimana dengan Google Play? AppStore agak jauh tertinggal juga mengenai hal ini. Merasakan agak susah kalau mencari app di sana, kan? Ya, bagaimana? Wong iTunes Connect katanya dibuat sama intern. :P

Pendeknya kira-kira begitu. Komentar panjangnya entah bagaimana. Mungkin nanti menunggu Wired atau RWW atau The Verge bikin berita yang panjang soal hal ini. Kalau Tim Cook mau sih ya.

Cemungudh, Apple!

PS: Smile dong ah

Android, Technology

Upgrade Android? Ah, Tak Perlu!

Dalam kehidupan pengguna gadget berbasis Android, ada satu hal yang selalu membuat sebal dan menjengkelkan dan ini terjadi hampir pada semua orang: upgrade ke versi lebih tinggi.

Untuk bisa upgrade, sepertinya ada hal yang begitu besar dan menyakitkan yang harus dijalani. Mulai dari menunggu tanpa kepastian waktu –dalam bahasa gaul disebut ‘PHP’– hingga akhirnya ditinggalkan dan tak mendapat giliran. Menjengkelkan dan membuat frustrasi. Betul?

Sebenarnya, jika dipikir lagi hal ini membawa untung. Keuntungan yang didapatkan adalah karena pengguna gadget yang tidak bisa upgrade menjadi punya hak dan kesempatan membeli gadget yang lebih baru dan canggih sehingga tak cuma firmware yang menjadi baru tapi juga hardware. Untung untuk produsen karena produksi selalu laku. Maksudnya sih begitu. *dikaplok*

Melihat masalah di atas, ternyata Google tak tinggal diam. Atas pemikiran dan hasil riset akhirnya mereka memiliki satu keputusan yang bisa membuat semua pengguna Android menjadi lebih berbahagia tanpa harus repot memikirkan nasib mendapat upgrade atau tidak. Dalam bahasa gampang, upgrade itu tak perlu-perlu amat.

google-services

Adalah Google Play Services yang memegang peran penting mengenai hal ini.

Apakah itu Google Play Services? Google Play Services adalah satu wadah yang menjadi tempat dari semua API untuk Android versi 2.2 dan seterusnya. Nah, API atau Application Programming Interface adalah istilah keren untuk kode khusus yang dibuat Google untuk Android sehingga developer dapat membuat app yang menghubungkan satu dengan yang lain. API ini dipakai di semua lini, yang sebenarnya detailnya tak perlu tahu lah. Pusing.

Lalu apa perannya sehingga dia memegang peran penting? Tanpa Anda sadari Play (Store) yang ada di gadget saat ini telah update ke versi 4.1.6, betul? Itu adalah satu dari sekian banyak ulah dari Google Play Services. Sekarang juga sudah pada menggunakan app Hangouts alih-alih Google Talk. Itu adalah satu lagi ulah Google Play Services tadi. (Bagi yang belum update dari Talk ke Hangouts, sila buka ini di browser dan pilih device.)

Jadi tugasnya memang mencari gadget berbasis Android dan memberikan update tanpa harus selalu meminta user untuk repot melakukan sesuatu. Karena kontrol Google Play Services ini ada di tangan Google, maka mereka punya kendali untuk memberikan update berupa apa saja, kapan saja, dan kepada siapa akan diberikan. Jika dulu untuk mendapat update API terbaru Android harus menunggu enam bulan hingga satu tahun, maka di tahun mendatang update akan datang sekitar satu minggu setelah dirilis. Cepat dan effortless.

gps

Seberapa penting sebenarnya Google Play Services ini bagi gadget Android?

Kunci dan fitur utama yang bagus di Android adalah layanan dari Google. Ada Google Maps, GMail, YouTube, Google+, dan seterusnya. Semua ini membutuhkan akses ke API tadi. Dengan kondisi API selalu terbaru dan diberikan langsung ke gadget maka mudah bagi app tadi untuk mengaksesnya dengan semua fitur baru tak peduli Android yang ada versi 2.2, 4.0 atau 4.3. Semua memiliki fitur dan dapat merasakan pengalaman yang sama.

Jika ada satu hal yang selalu dinanti dalam upgrade Android ke versi lebih tinggi adalah karena fitur. Dan jika semua fitur keren tadi bisa datang sendiri ke gadget (tanpa terkecuali dan) tanpa menunggu lama, berarti kita tak butuh upgrade kan? :P

blog, news, Social Media

[Update] Lagi, Facebook Mencurangi Google+

Muak. Itulah yang saya rasakan. Karena dengan terang-terangan Facebook telah membohongi publik (saya dan pembaca semua), dan terlebih mencurangi Symantec.

Mulai hari ini jika ada link di Facebook yang tujuannya adalah ke Google+ (https://plus.google.com), Facebook dengan curang mengatakan bahwa link tersebut tidak aman. Semua orang di dunia tahu, termasuk lab antivirus kenamaan macam Kaspersky, BitDefender, dan Symantec, bahwa link Google+ adalah link aman. Namun, dengan tanpa malu Facebook mengatakan link tersebut tidak aman. Screenshot di bawah ini:

Facebook is lying!

Ini adalah satu dari sekian tindakan curang yang dilakukan Facebook untuk mencoba menggeser Google+. Dengan mengatakan bahwa link Google+ tidak aman, mereka mencoba membuat traffic ke Google+ menjadi berkurang.

Yang lebih mengherankan, Norton jelas-jelas mengatakan bahwa Google adalah situs aman, sebagaimana disebutkan oleh Customer Support. Dengan demikian, Facebook melakukan kecurangan dua kali lipat.

Facebook memang layak ketakutan akan digeser oleh Google+ kelak, dan sayangnya mereka melakukan hal-hal curang untuk mencoba tetap lebih berkuasa.

Padahal Facebook ini sebuah public company. Namun, masih nggak berubah menjadi dewasa.
Shame on you, Facebook! Shame on you, Zucks!

Update
Ketika dilakukan cek pada pukul 17.10, Facebook tak lagi menyatakan Google+ sebagai situs tak aman.

news, Open Source, Technology

Chrome is Connecting Web Apps through Web Intents

Chromium team is working on Web Intents, a framework that will let Web apps express a simple call for an action, like ‘share’ or ‘edit,’ which receiving apps will be designed to use, without either app needing to have specific knowledge of the APIs of the other. This framework designed based on Intents on Android which is a facility for late run-time binding between components in the same or different applications.

This Web Intents will change the way developers codes because they can just use these simple requests, which will be built into the browser, instead of having to code for each specific Web app one might want to access.

It’s not over yet, because Chromium team said they’re working closely with Mozilla engineers to unify their proposals into one simple, useful API.

Sounds legit!