news, Open Source, Technology

Chrome is Connecting Web Apps through Web Intents

Chromium team is working on Web Intents, a framework that will let Web apps express a simple call for an action, like ‘share’ or ‘edit,’ which receiving apps will be designed to use, without either app needing to have specific knowledge of the APIs of the other. This framework designed based on Intents on Android which is a facility for late run-time binding between components in the same or different applications.

This Web Intents will change the way developers codes because they can just use these simple requests, which will be built into the browser, instead of having to code for each specific Web app one might want to access.

It’s not over yet, because Chromium team said they’re working closely with Mozilla engineers to unify their proposals into one simple, useful API.

Sounds legit!

news, Reviews, Technology

Firefox 4 Beta 7: Melesat Bersama JägerMonkey

Tim developer Firefox 4 Beta patut mendapatkan apresiasi atas apa yang telah dicapainya. Menggunakan JägerMonkey sebagai engine untuk JavaScript, Firefox 4 Beta 7 menjadikan load halaman web jauh lebih cepat.

JägerMonkey adalah sebuah metode baru JIT (just-in-time) untuk SpiderMonkey, engine JavaScript. Perbedaan penggunaan JägerMonkey dibanding SpiderMonkey dalam load halaman web sendiri jauh berbeda. Mozilla menyebut Firefox 4 Beta 7 dengan JägerMonkey tiga kali lebih cepat dibanding Firefox versi 3.6.12 yang menggunakan SpiderMonkey.

Perbandingan Firefox 4 Beta 7 dengan Firefox 3.6

Selain menambahkan JägerMonkey, Firefox juga menyertakan WebGL untuk rendering grafis 3D. Dengan WebGL yang sudah terpasang, developer apps maupun games tak perlu repot meminta user melakukan instalasi plug-in untuk membuka apps maupun game. Meskipun demikian, WebGL hanya dapat berjalan di kartu grafis yang mendukung OpenGL baik untuk Windows maupun Mac OS X.

Firefox 4 Beta juga memiliki fitur bernama Panorama atau sebelumnya disebut Tab Candy. Firefox Panorama adalah sebuah fitur manajemen tab dalam Firefox yang luar biasa menarik dan mudah dalam hal penggunaan. Dari percobaan yang saya lakukan, saya menyimpulkan bahwa manajemen tab dengan Panorama jauh lebih menarik dari browser manapun.

Panorama dalam Firefox 4 Beta 7
Click to enlarge

Satu hal yang saya masih belum puas dari Firefox adalah manajemen memori, dalam hal ini memecah proses meskipun saya telah mencoba Electrolysis. Hingga saat ini saya belum menemukan komposisi pengaturan yang sesuai untuk Firefox agar dapat memecah prosesnya seperti Internet Explorer maupun Google Chrome.

Sekedar di ketahui, Firefox saat ini telah menyediakan versi untuk Android dan Maemo. Untuk download Firefox 4 Beta 7 silakan ke http://www.mozilla.com/en-US/firefox/beta/. Oya, untuk mendukung HTML5, Firefox 4 Beta juga tak lupa menambahkan dukungan untuk HTML5 Forms Validation.

Referensi: blog.mozilla.com, MacWorld.com, TechRepublic.com, Lifehacker.com, PCWorld.com

comic, Miscellaneous, Technology

Bagaimanakah Cara Web Browser Bekerja?

Selama ini, kita dengan mudah menggunakan berbagai macam browser. Ketikkan google.com dan tekan tombol enter, lalu muncullah halaman Google. Sebenarnya, bagaimana cara kerja web browser memanggil halaman web?

Untuk menjelaskan mengenai cara kerja web browser memanggil halaman web, silakan lihat komik singkat berikut:

Cara Web Browser Bekerja
Click to enlarge

Nah, sudah dimengerti kan? Jadi sebenarnya pekerjaan web browser itu rada ribet karena harus melewati ini dan itu. Tapi, kita sebagai user enak saja mendapatkan halamannya. Mari menyampaikan terima kasih kepada para developer web browser.

Thanks to Google Chrome, Mozilla Firefox, Internet Explorer, Opera, dan lain sebagainya. Apapun browser yang digunakan, pastikan versi yang digunakan adalah terakhir untuk menjaga keamanan komputer sendiri.

Courtesy: Vladstudio.com

blog, linux, news, Technology

Today's Open Source Highlights

Hari ini, saya memutuskan untuk tetap menggunakan Windows 7 dan akan membuat dual boot dengan iAtkos (Mac untuk Intel/AMD). Hari ini juga merupakan keputusan final saya untuk tidak install Fedora (cinta terbesar saya) ke laptop hingga ada driver kartu grafis untuk ATI versi baru. Meskipun begitu, hari ini saya akan memberitakan beberapa kabar gembira dari dunia Open Source.

Pertama, Adobe hari ini resmi memindahkan proyek Open Source-nya ke Sourceforge.net. Sebenarnya bukan memindahkan, melainkan meresmikan kolaborasi bareng Sourceforge. Jika dulu Adobe memiliki divisi Open Source sendiri, akhirnya mereka bekerja sama dengan Sourceforge yang kemudian mereka sebut [email protected].

Open@Adobe - Adobe-Sourceforge collaboration

Disebutkan bahwa nantinya Sourceforge akan menjadi pusat dokumentasi dan kode program sehingga Adobe tidak perlu repot membuatnya. Ini tentu saja akan memudahkan Adobe dalam mengembangkan departemen OSS-nya. Maklum, departemen OSS Adobe memang merasa sedikit kesulitan dengan kondisi sekarang.

openSUSE 11.3 Release

Kabar kedua datang dari openSUSE. openSUSE 11.3 akhirnya bisa didownload terhitung mulai hari ini. Kali ini, openSUSE dibekali kernel Linux 2.6.34, KDE 4.4.4, GNOME 2.30.1, Mozilla Firefox 3.6.6, OpenOffice.org 3.2.1.4, serta support untuk iPod, iPhone dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, openSUSE membawa sendiri aplikasi untuk cloud computing personal yang diberi nama SpiderOak. Dengan SpiderOak, pengguna dapat melakukan backup, simpan, dan berbagi file secara aman. Hebatnya SpiderOak adalah tentu saja gratis dan menggunakan enkripsi. Yummy!

Kabar rilis juga datang dari Zenwalk. Zencafe Community akhirnya mengumumkan dirilisnya Zencafe 2.2 yang menggunakan basis Zenwalk 6.4. Zencafe merupakan distro yang biasanya digunakan untuk internet cafe, alias warnet. Zencafe 2.2 datang dengan kernel Linux 2.6.33.4, Mozilla Firefox 3.6.6 serta Pidgin 2.7.1. Uniknya, Zencafe 2.2 mencoba membahagiakan fans Yahoo! dengan menambahkan GYachE Improved 1.2.6. lol

Dan kabar terakhir datang dari IBM. IBM secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan Mozilla Firefox untuk browser standar pada komputer perusahaan dan para karyawan. IBM memang telah menggunakan sistem operasi open source oprekan mereka sendiri dan ketika mereka memilih menggunakan Firefox, rasanya itu masuk akal. Kenapa? Karena Firefox adalah open source sehingga IBM bisa melakukan kustomasi sesuai kebutuhan. (tpos/sm/sh)

Download Links: