Android, Reviews

ASUS Zenfone 5: Hands On

Menyusul dirilisnya smartphone dari ASUS seri Zenfone, saya berkesempatan menjajal tiga device sekaligus, Zenfone 4, 5 dan 6.

Tetapi ramainya acara launching membuat saya agak sulit mendapatkan hands on ketiganya dengan cukup memuaskan. Untungnya saya bisa mendapatkan hands on secara lebih mendalam dengan Zenfone 5 beberapa hari kemudian.

Zenfone 5 adalah smartphone dari ASUS yang memiliki layar 5 inchi dengan IPS 720p dan menggunakan prosesor yang sama dengan Zenfone 6, Intel Atom Z2580. Prosesor ini adalah prosesor dual-core @2.0GHz yang dilengkapi GPU PowerVR SGX 544MP serta RAM sebesar 1GB.

Dari pemilihan warnanya, Zenfone nampak menyasar masyarakat berusia muda. Hal ini bisa dilihat dari pilihan warna yang beraneka ragam mulai dari merah, hitam, putih, biru dan juga tak ketinggalan, emas. Pemilihan warna dan penggunaan bahan plastic pada bodi yang tepat adalah salah satu hal yang membuat saya kagum pada seri Zenfone ini.

Zenfone 5 memiliki tiga soft-button di bagian bawah depan yang terdiri dari back, home, dan recent apps. Rasanya perpaduan soft button dan aksen chrome di bagian bawah inilah yang memberikan kesan bahwa seri Zenfone adalah smartphone yang elegan.

Dari sisi desain, di sisi kanan dapat ditemui volume button dan power. Sementara itu, di bagian atas terdapat lubang audio 3.5mm dan bagian bawah hanya lubang mini-USB dan tentu saja mikrofon. Adapun di sisi kiri tidak ditemukan apapun alias polos.

Berbicara mengenai desain pada sistem, ASUS memperkenalkan ZenUI. Meski tidak terlalu flat, desain ZenUI cukup ciamik ketika dilihat pada layar IPS. Beberapa fitur keren dalam ZenUI yang dapat saya sebutkan adalah: What’s Next yang menampilkan jadwal kegiatan Anda, Share Link yang dapat digunakan untuk membagi link dengan device lain memanfaatkan jaringan peer-to-peer, Easy Mode untuk smartphone mode gampang bagi mereka yang tidak cukup melek dengan smartphone, dan tak ketinggalan adalah Borderless Action Bar untuk memaksimalkan layar pada aplikasi bawaan ASUS.

Salah satu fitur yang paling diunggulkan dalam seri Zenfone ini adalah teknologi PixelMaster pada kamera. PixelMaster adalah teknologi yang menggabungkan software dan hardware sehingga kualitas gambar menjadi jauh lebih baik. Perlu diketahui bahwa kamera belakang Zenfone 5 hanya 8MP.

Namun, dalam demonya ASUS cukup pamer mengenai PixelMaster ini yang dapat menghasilkan gambar berkualitas bagus dalam mode low-light. Zenfone 5 sendiri menggunakan kamera dengan sensor Sony BSI CMOS sementara Zenfone 6 menggunakan sensor dari Panasonic.

ASUS Zenfone 5 mulai berada di pasaran pada Mei 2014 dengan harga terjangkau, yaitu IDR 2.099.000.

Android, news

ASUS Zenfone: In Search of Incredible

Didampingi oleh Vice President & General Manager Asia-Pacific-nya Intel, Gregory Bryant, CEO ASUS pun resmi meluncurkan ASUS seri Zenfone di Jakarta 15-April kemarin.

Acara yang bertempat di Pullman Hotel, Central Park ini merupakan peluncuran Zenfone seri 4, 5, dan 6, yang masing-masing menggambarkan ukuran layar, untuk wilayah Asia Tenggara yang meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Vietnam. Zenfone akhirnya dirilis untuk kawasan Asia Tenggara mengambil tempat di Indonesia ini setelah peluncuran ZenFone di Taiwan dan China.

“Dengan sangat gembira kami membawa perangkat ini ke Asia Tenggara. Kami selalu yakin bahwa teknologi terbaik adalah teknologi yang digunakan oleh orang banyak. Jadi, saat kita memulai perjalanan kami dalam ‘in search of incredible’ kami berusaha menghadirkan ponsel paling luar biasa untuk dinikmati oleh semua orang,” ungkap Jonney Shih.

Gregory menambahkan dalam peluncuran tersebut bahwa “[…] Intel dengan bangga bergabung dengan ASUS dalam perjalanan ZenFone ke depan dengan prosesor Intel Atom kami. ZenFone menawarkan pengalaman luar biasa kepada pengguna dengan harga yang kompetitif. Ini merupakan penawaran yang menarik untuk Anda semua.”

Zenfone merupakan seri smartphone berbasis Android yang menggunakan prosesor Intel Atom dan menggunakan fitur premium ASUS ZenUI serta fitur PixelMaster.

PixelMaster sendiri adalah sebuah teknologi kamera yang dapat membuat pengambilan foto dan video menjadi lebih terang meski dalam kondisi low-light. Selain itu semua seri Zenfone dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 3.

Sedianya Zenfone mulai hadir di pasaran pada pertengahan April 2014 kemarin. Namun, kabarnya ada masalah teknis sehingg barang baru akan terdistribusi dengan merata pada awal Mei ini.

Mengenai harga, di Indonesia Zenfone 4 akan dibanderol IDR 1.099.000. Sedangkan kategori menengah, Zenfone 5, akan dijual di pasaran IDR 2.099.000. Adapun Zenfone 6 yang memiliki layar 6 inchi dijual dengan harga IDR 3.099.000.

blog, Miscellaneous, Reviews, Technology

ASUS A42JR-VX092D Review

Beberapa minggu lalu saya membeli sebuah laptop di Mangga Dua berupa sebuah ASUS A42JR-VX092D dengan spesifikasi berikut:

Processor: Intel Core i3-350M @2.27GHz
Graphic Card: ATI Radeon HD 5470 with 1GB DDR3
Memory: 2048MB
Display: LED 14″ (HD 16:9)
Hard Drive: 320GB
Wireless: 802.11 b/g/n
BIOS: Version 08.00.10
Sound: ALTEC Lansing SRS Premium Sound
USB Ports: Version 2.0 (3 ports)
Additional: Web camera; DVD SuperMulti; HDMI; Bluetooth; Card Reader

Dan sepertinya banyak yang mencari review tentang ini mengingat ini adalah new comer di pasar laptop Indonesia. Jadi, saya membuat sedikit review sehingga pembaca mendapatkan gambaran.

Kecepatan
Dengan Intel Core i3, performa yang dihasilkan bisa dikatakan cukup. Menurut Windows Experience Index, kalkulasi per detik dinilai dengan 6.2 poin. Dalam penggunaan beberapa aplikasi berjalan bersamaan tidak nampak adanya lack atau gangguan. Semuanya berjalan dengan baik saat saya menjalankan Adobe Photoshop CS5 Extended, Mozilla Firefox, Skype, dan Tweetdeck. Komputer juga tidak mengalami masalah saat saya menjalankan Tweetdeck, Skype, dan Battlefield: Bad Company 2 bersamaan dengan aplikasi lain milik ASUS yang berjalan dalam mode silent.

Dengan RAM yang hanya 2GB, memang ini termasuk rendah jika digunakan untuk kebutuhan grafis yang membutuhkan spesifikasi tinggi. Hal ini menyebabkan panas yang berlebih saat penggunaan aplikasi-aplikasi berat.

Grafis
Dengan ATI Radeon HD 5470, grafis ini dapat dibilang cukup untuk digunakan bermain game yang membutuhkan grafis baik. Dua game yang saya coba yaitu Call of Duty 4: Modern Warfare dan Battlefield: Bad Company 2 berjalan mulus. Kedua game dapat dimainkan dengan baik dalam mode grafik medium. Bahkan dapat dimainkan dalam mode higher detail level meskipun mengalami lack jika game berada pada scene yang terbilang berat. Misalnya saat player dilempar grenade atau dihantam RPG yang menyebabkan banyaknya debu dan asap beterbangan di depan mata. Namun secara keseluruhan, kualitas gambar tidak mengecewakan.

Update: Game yang juga berjalan dengan baik dengan grafik hingga high adalah Command and Conquer 4: Tiberian Twilight.

Suara
ASUS memang nampaknya tidak pandai untuk menanamkan Altec Lansing di notebook besutannya. Meskipun laptop ini ditanami Altec Lansing SRS Premium Sound, seperti biasa suara yang dihasilkan tidak terlalu baik. Hampir semua laptop ASUS dengan Altec Lansing yang saya temui mengalami masalah yang sama yaitu pada kualitas sound yang tidak cukup menggelegar. Namun, jika anda menggunakan headphone atau sound external, anda akan mendapatkan kualitas suara yang jauh lebih baik melalui pengaturan pada aplikasi SRS Premium Sound.

Camera
Dengan kamera standar, 1.3 MP kualitas gambar yang diberikan biasa saja. Tidak ada hal yang bisa dibanggakan untuk yang satu ini. Gambar dalam ruangan dengan lampu akan nampak tidak berkualitas. Saya belum sempat mencoba outdoor, tapi saya rasa pasti lebih baik. Dengan LifeFrame, aplikasi bawaan ASUS, ada banyak pilihan dengan kamera. Mode pengambilan gambar, video, suara, dan masih banyak lagi yang lain.

Nah, yang menarik adalah tambahan ASUS SmartLogon untuk kamera ini. Pengguna dapat melakukan login dan logout dengan face detection sehingga anda tidak perlu repot mengetikkan password.

Tambahan dari review di atas, ASUS memiliki aplikasi-aplikasi tambahan untuk mengatur laptop anda berjalan dengan sempurna. Mulai dari FancyLogon dimana anda dapat mengatur image dan suara pada saat laptop pertama kali dinyalakan hingga ControlDeck yang dapat anda gunakan untuk mengatur keseluruhan sistem.

Well, dengan harga 6.4 juta rupiah laptop ini cukup untuk dijadikan peliharaan. Oya, semua tes saya lakukan manual dan menggunakan Microsoft Windows 7 (Trial) karena memang laptop ini tidak disertai sistem operasi. The Power of Share – sm/61016/me.