Android, Reviews

Lebih Berwawasan dengan Kurio: a Smart News Reader

Monumen, apapun bentuknya, adalah wujud nyata dari pengetahuan atau wawasan manusia akan masa lalu, masa kini dan masa datang. Akan tetapi monumen yang paling jelas dari pengetahuan adalah tulisan.

Dalam sejarah peradaban manusia, hal pertama yang menggambarkan pengetahuan bisa dilihat dari tulisan tertua yang ditemukan dalam Gulungan Nabatea atau Gulungan Petra yang diketahui ditulis sekitar tahun 550 SM oleh seorang pendeta. Dalam tulisannya, pendeta ini bercerita bahwa dia tinggal berdua dengan pendeta lainnya. Suatu hari temannya ini kabur dari tempat tinggalnya dan membawa serta (atau mencuri) kunci kamar di rumah bagian atas, dua kayu, enam burung dan sebuah meja.

Tulisan ini adalah awal mula peradaban manusia melakukan tulis-menulis yang ternyata digunakan untuk keperluan administrasi saja. Namun kemudian jaman berganti hingga membawa tulisan pada pengumuman dan berita yang dimulai pada jaman Romawi dan seterusnya.

Tulisan adalah bukti nyata bahwa peradaban manusia bisa dibangun dan dijaga. Melalui tulisanlah pengetahuan akan masa lalu dapat diketahui. Dan melalui pengetahuan pula pada akhirnya kita mampu mendaratkan Philae di atas 67P/Churyumov-Gerasimenko. #KnowledgeIsPower is proven.

Namun, dengan semakin banyaknya tulisan sekarang ini, utamanya berita, bukan hal mudah untuk menemukan berita yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan atau keinginan kita. Membanjirnya berita seringkali membuat kita menjadi kebingungan untuk melakukan pemilahan mana yang harus dibaca dan mana yang sebenarnya tak perlu.

Aplikasi untuk membaca berita biasanya didesain untuk menjadi pembantu bagi kita dalam pemilahan berita yang bejibun. Namun, harus diakui bahwa mencari news reader untuk berita lokal masih terbilang sedikit dan tidak dapat diandalkan. Sampai hadirnya Kurio.

Continue reading “Lebih Berwawasan dengan Kurio: a Smart News Reader”

Android, Reviews

[Android] App of the Week: UnbelovedHosts – Ultimate Ad Blocker for Android

Iklan, apapun dan di manapun bentuknya, hampir selalu membuat kita kesal. Tidak saja karena mengganggu, tetapi juga karena hadirnya iklan acapkali membuat waktu terbuang percuma. Untungnya, masalah iklan yang tak diinginkan di Android gampang diatasi.

Untuk memunculkan sebuah iklan dalam aplikasi dibutuhkan koneksi ke suatu tempat (host) sehingga iklan tersebut bisa nongol. Logikanya, jika koneksi ke host ini diputuskan maka iklan tak akan lagi muncul.

Meniadakan iklan dengan menggunakan teknik memutuskan koneksi ke host/site telah dilakukan sejak dulu. Dengan memblokir koneksi ke host, kita tidak saja memblokir iklan di level browser atau aplikasi tertentu melainkan di level system. Hal ini menjadikan iklan tak lagi muncul di mana saja baik game, browser maupun aplikasi lainnya.

Sebagian aplikasi pemblokir iklan, seperti AdFree misalnya, melakukan pemblokiran koneksi dengan memodifikasi /system/etc/hosts file dan mengarahkan host iklan tertentu ke localhost, atau 127.0.0.1. Namun, memodifikasi hosts file bukanlah tanpa resiko. Di samping itu mengarahkan koneksi ke local juga tak menghentikan koneksi.

UnbelovedHosts, modul untuk Xposed Framework yang dibuat oleh defim, adalah aplikasi yang melakukan pemblokiran tanpa melakukan modifikasi hosts file. Selain itu, aplikasi ini juga menghilangkan tujuan host, dengan memberikan jawaban “No address associated with the hostname” untuk tujuan host iklan.

UnbelovedHosts memanfaatkan hosts file yang telah ada dari berbagai sumber. Mulai dari PGL, Dan Pollock, MVPS, Cameleon, HostsFile.org dan lain-lain. Semakin banyak sumber semakin banyak iklan yang bisa diblokir.

Oya, selain menghalau iklan dalam aplikasi atau game, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, iklan dalam browser juga akan hilang kecuali pada browser yang menggunakan proxy compression seperti Opera Mobile atau Chrome dengan “reduce data usage” aktif.

Jika Anda telah memiliki Xposed Framework (WSM Tools untuk MIUI), UnbelovedHosts bisa diunduh langsung dari sana. Belum punya Xposed? Download saja.

PS: Xposed Framework maupun WSM Tools membutuhkan akses root. Rooting your device might void your warranty.

Android

[Android] App of the Week: Elevate – Brain Training

Another day with puzzle game. Bermain yang tidak saja menyenangkan tetapi juga berbasis masalah, yaitu masalah otak yang mungkin sedikit mulai melambat.

Puzzle game yang saya nobatkan menjadi app of the week kali ini adalah Elevate – Brain Training. Dan sesuai dengan namanya, game ini dimaksudkan untuk melatih otak pengguna pada kemampuan kognitif sehingga naik dan tentu saja menjadi lebih baik.

Tampilan game ini sendiri cukup sederhana dan tak bertele-tele. Setiap hari pengguna akan ditantang untuk menyelesaikan permainan yang mencakup 14 materi yaitu: Focus, Memory, Precision, Refinement, Syntax, Error Avoidance, Brevity, Inversion, Comprehension, Processing, Connotation, Contextualization, Visualization, dan Agility.

14 materi permainan ini akan ditampilkan dalam tantangan yang setiap hari harus diselesaikan demi meningkatkan performa dan kualitas otak. Untuk edisi gratis pengguna dapat menikmati 3 permainan setiap harinya dan jika kurang puas, Anda bisa mencoba edisi berbayar bulanan atau tahunan untuk mendapatkan permainan sepuasnya setiap hari dan permainan khusus mingguan.

Aplikasi ini bukanlah game yang mudah untuk diselesaikan apalagi untuk orang dengan bahasa Inggris pas-pasan seperti saya. Tapi hal ini tak mengurangi keseruan permainan. Malah sebaliknya, saya merasa tertantang dan tak cepat puas.

Selain itu, hal lain yang membuat saya suka game ini adalah karena alpanya Matematika di dalamnya. Sebagai seorang yang memiliki Math anxiety, saya merasa lega karena tak perlu berhadapan dengan Matematika untuk sedikit meningkatkan kinerja otak yang mulai kurang tajam ini.

Elevate merupakan produk buatan Elevate, Inc dan saat ini tersedia untuk iOS dan Android. Harga edisi bulanan sebesar $9.99 dan $59.99 untuk langganan tahunan.

Android, games

[Android] App of the Week: MONUMENT VALLEY

Anda tentu tak asing dengan gambar ilusi dari Maurits Cornelis Escher. Gambar-gambar seperti sisi yang seharusnya berseberangan malah bisa terhubung dan membuat kita merasa tertipu karena tidak sesuai dengan teori yang telah kita pelajari.

ustwo, sebuah studio desain berbasis di London, berhasil memanfaatkan ide ini dan membuatnya menjadi sebuah permainan teka-teki yang memenangkan Apple Design Awards bernama Monument Valley.

Dalam Monument Valley Anda harus membantu seorang putri bernama Ida untuk mengaruhi puing-puing bangunan yang rumit demi satu goal/tujuan. Untuk bisa sampai ke tujuan ini, Anda harus melakukan manipulasi pada lansekap yang ada sehingga Ida bisa melewati segala rintangan memanfaatkan ilusi penglihatan. Termasuk yang dapat dilakukan Ida adalah berjalan di sisi bangunan yang menyambung dengan dataran.

Permainan ini tidak saja memiliki desain yang bagus dan memikat, melainkan juga geometri dan arsitektur yang nampak tidak masuk akal. Tidak cuma itu, Anda juga akan menemukan bahwa suara yang mengiringi permainan ini sungguh menarik.

Selain melakukan manipulasi, untuk membantu Ida Anda juga harus dapat menipu Manusia Gagak. Manusia-manusia berwarna hitam dengan kepala gagak yang jumlahnya cukup banyak ini tak jarang berusaha mengganggu dan menggagalkan usaha Ida ke tujuannya.

Game yang tersedia untuk Android dan iOS ini saat ini hanya memiliki 10 level. Bagi beberapa orang tentu saja ini sedikit mengecewakan karena teka-tekinya tidak terlalu rumit. Tetapi saya sendiri masih berhenti di level 8.

Up for a puzzle? Go ahead and try. You’ll love this.

Android, Reviews

ASUS Zenfone 5: Hands On

Menyusul dirilisnya smartphone dari ASUS seri Zenfone, saya berkesempatan menjajal tiga device sekaligus, Zenfone 4, 5 dan 6.

Tetapi ramainya acara launching membuat saya agak sulit mendapatkan hands on ketiganya dengan cukup memuaskan. Untungnya saya bisa mendapatkan hands on secara lebih mendalam dengan Zenfone 5 beberapa hari kemudian.

Zenfone 5 adalah smartphone dari ASUS yang memiliki layar 5 inchi dengan IPS 720p dan menggunakan prosesor yang sama dengan Zenfone 6, Intel Atom Z2580. Prosesor ini adalah prosesor dual-core @2.0GHz yang dilengkapi GPU PowerVR SGX 544MP serta RAM sebesar 1GB.

Dari pemilihan warnanya, Zenfone nampak menyasar masyarakat berusia muda. Hal ini bisa dilihat dari pilihan warna yang beraneka ragam mulai dari merah, hitam, putih, biru dan juga tak ketinggalan, emas. Pemilihan warna dan penggunaan bahan plastic pada bodi yang tepat adalah salah satu hal yang membuat saya kagum pada seri Zenfone ini.

Zenfone 5 memiliki tiga soft-button di bagian bawah depan yang terdiri dari back, home, dan recent apps. Rasanya perpaduan soft button dan aksen chrome di bagian bawah inilah yang memberikan kesan bahwa seri Zenfone adalah smartphone yang elegan.

Dari sisi desain, di sisi kanan dapat ditemui volume button dan power. Sementara itu, di bagian atas terdapat lubang audio 3.5mm dan bagian bawah hanya lubang mini-USB dan tentu saja mikrofon. Adapun di sisi kiri tidak ditemukan apapun alias polos.

Berbicara mengenai desain pada sistem, ASUS memperkenalkan ZenUI. Meski tidak terlalu flat, desain ZenUI cukup ciamik ketika dilihat pada layar IPS. Beberapa fitur keren dalam ZenUI yang dapat saya sebutkan adalah: What’s Next yang menampilkan jadwal kegiatan Anda, Share Link yang dapat digunakan untuk membagi link dengan device lain memanfaatkan jaringan peer-to-peer, Easy Mode untuk smartphone mode gampang bagi mereka yang tidak cukup melek dengan smartphone, dan tak ketinggalan adalah Borderless Action Bar untuk memaksimalkan layar pada aplikasi bawaan ASUS.

Salah satu fitur yang paling diunggulkan dalam seri Zenfone ini adalah teknologi PixelMaster pada kamera. PixelMaster adalah teknologi yang menggabungkan software dan hardware sehingga kualitas gambar menjadi jauh lebih baik. Perlu diketahui bahwa kamera belakang Zenfone 5 hanya 8MP.

Namun, dalam demonya ASUS cukup pamer mengenai PixelMaster ini yang dapat menghasilkan gambar berkualitas bagus dalam mode low-light. Zenfone 5 sendiri menggunakan kamera dengan sensor Sony BSI CMOS sementara Zenfone 6 menggunakan sensor dari Panasonic.

ASUS Zenfone 5 mulai berada di pasaran pada Mei 2014 dengan harga terjangkau, yaitu IDR 2.099.000.