Featured, Reviews, Technology

[Review] Kingsoft Office, Microsoft Office No More

[Review] Kingsoft Office, Microsoft Office No More

Dulu, jika ditanya apakah aplikasi pengolah dokumen paling bagus di seluruh dunia? Jawabannya adalah Microsoft Office. Mengolah dokumen tanpa produk Microsoft ini seakan mengolah sesuatu dan berakhir setengah matang. Sekarang? Tidak lagi.

Kingsoft Office

Adalah Kingsoft Office yang saya sandingkan dengan Microsoft Office dalam daftar aplikasi bagus pengolah dokumen. Bagaimana kemampuannya?

Sebanding dengan Microsoft Office.
OpenOffice.org? Lewat.
LibreOffice? Lewat.
Google Docs? Lewat. Umm.. sedikit.

Layaknya pengolah dokumen standar, Kingsoft Office menghadirkan tiga pengolah dokumen yang masing-masing berguna sesuai dengan namanya: Writer, Presentation, dan Spreadsheets.

Kingsoft PresentationKingsoft Spreadsheets

Fitur Kingsoft Office yang beda dari yang lain, sejauh yang saya tahu, adalah sebagai berikut:

  • Pengaturan paragraf yang sangat mudah. Indentasi maupun spasi dapat dilakukan cukup dengan drag and drop.
  • Tabulasi. Bekerja dengan banyak dokumen semakin mudah karena Kingsoft menampilkan dokumen dalam tab alih-alih window.Tabs in Kingsoft
  • Operasi tabel yang mudah. Sekarang, semuanya bisa nampak hebat bekerja dengan tabel.
  • Built-in PDF converter. Sebenarnya rival Kingsoft bisa melakukan ini dengan mudah. Tapi, tak apalah. :p
  • Small package. Dibandingkan dengan rivalnya, Microsoft Office, ukuran file installer maupun hasil instalasinya terpaut jauh.
  • Kompatibilitas dengan persentase 99% terhadap Microsoft Office.

Kingsoft Office menawarkan dua pilihan produk. Free version dan paid version yang terdiri dari dua kategori pilihan: Professional Edition yang dijual seharga £50 dan Standard Edition dengan harga £38. Apa perbedaan dari versi berbayar dan versi gratis? Tidak ada. Kecuali tampilan.

Jika versi berbayar tampilan dapat berganti ke mode klasik atau mode 2012 (mirip Microsoft Office 2007+). Versi gratis hanya menawarkan satu tampilan saja, yaitu klasik. Sedangkan dalam bidang kemampuan dua-duanya nyaris tidak berbeda.

Switch interfaceKingsoft Classic

Sayangnya hingga saat ini Kingsoft Office ini hanya tersedia untuk dua platform yaitu Microsoft Windows dan Android. Andai saja ada paket untuk platform Linux.

Untuk lebih lanjut dan mencobanya, silakan langsung ke KingsoftStore.co.uk

22 thoughts on “[Review] Kingsoft Office, Microsoft Office No More

  1. hooooo..ya ya ya….sepertinya bagus. pengen coba juga ah
    PR-nya adalaaaaah, membuat program ini dipake banyak orang. dimana kebanyakan dokumen yg beredar itu udah pakai microsoft office, kecuali bisa diconvert dari MO ke program ini. errr…maksudnya, dokumen Microsoft Office bisa dibuka pake Kingsoft ini, gak bisa kan ya? *garuk2 jidat*
    Apalagi orang indonesia susah move-on gituh :p

    1. Mbak, nganu.. di atas itu ada lho keterangan “kompatibilitas dengan persentase 99% terhadap Microsoft Office.”

      Meaning, dokumen hasil olahan Microsoft Office bisa dibuka dengan baik oleh Kingsoft. Dan begitu juga sebaliknya.

      Begitu.

      1. loh, kok ada kalimat itu. tadi ndak ada. pasti baru diedit. #ndakmaudisalahin
        eh aku ngerti maksudnya, gak usah pake dijelasin *tujes*

        baiklaaaah, harus coba berarti \O/
        mas..mas..minta filenya :D

        1. Enggg…

          Mau filenya? Di tulisan paling bawah itu ada keterangannya lho. Ada juga sih di Dropbox. :p

  2. sampai saat ini masih tetap ngerasa intimidated sama aplikasi dengan button di toolbar yang bejibun gitu. coba ada aplikasi desktop dengan interface macam google docs, pasti keren

    1. Mas Gum, button itu kan dibuat untuk membudahkan supaya nggak harus masuk-masuk ke menu dengan alur panjang. Setidaknya niat awalnya begitu. :D

      Eh, kalau mode klasik, nggak mau toolbar banyak kan tinggal buang-buang saja. Sisakan menu. Beres, kan?

  3. Senada dengan mas Gum, aku suka tampilan layar yang bersih,
    Mungkin ini masalah fungsi ya, kerjaanku ga butuh banyak rapih-rapih.

    1. Ramah sekali kok. Seharusnya nggak terlalu njomplang amat untuk migrasi dari MS Office ke Kingsoft ini.

      Saya pribadi merasa puas. :D

  4. Saya sudah pake Kingsoft dimana sebelumnya saya pake openoffice, namun dari pengalaman semakin lama beban PC semakin berat dalam menjalankan/mengolah data dengan Kingsoft,( padahal di PC hanya aplikasi standar office saja ) apakah ada korelasi dan solusinya ?

  5. kingsoft lumayan bagus, tapi hasil cetakan menggunakan printer dot matrix kacau banget ya, ada yang tau trik untuk memperbaikinya gak ya?

    1. Ini soal layout atau apa ya? Kalau layout mungkin bisa jadi karena kingsoft-nya. Bisa juga karena perlu penyesuaian layout saja sebelum print.

      1. kalau cetak menggunakan dot matrix masih kacau. tulisan dempet2 dan jadi besar. tapi overall bagus dibandingkan openoffice atau libre. menu nya paling mirip MS Office

  6. sebanding dengan microsoft office?
    kalo kompatibilitas membuka file sih cukup tinggi. tapi setelah file itu dibuka, MAYORITAS hasil fitur, efek dan pewarnaan HILANG saat dibuka dengan kingsoft office!!

  7. kalo untuk mail merge gmana yaa soalnya mail merge yang di format ms office pasdijalanin di kingshof ga bisa jalan, harus bikin dari wal

Leave a comment