Android, Reviews

[Review] HiSense Pureshot+: Semua Harus Plus

[Review] HiSense Pureshot+: Semua Harus Plus

Dengan banyaknya jumlah produk di pasaran, untuk bisa sukses dan mendapatkan perhatian oleh banyak orang haruslah memiliki nilai plus. Dan kurang lebih, begitulah karakter Hisense Pureshot+.

Karena saya tidak tahu pasti bagaimana penulisan yang seharusnya, apakah Pureshot+ atau Pureshot Plus, jadi saya akan menuliskannya sesuka hati saya. Dalam review kali ini saya menggunakan HiSense Pureshot+. Terlihat lebih keren. Amiright?

Review kali ini tidak akan berbentuk sebagaimana review yang biasanya di mana saya mengupas dari berbagai macam. Melainkan, saya akan memberikan poin-poin kelebihan dan kekurangan langsung. Maksudnya agar Anda, pembaca, dapat langsung menyimpulkan apakah cocok atau tidak tanpa harus panjang lebar.

Screenshot_2015-11-13-20-52-46

Sejak awal, bahkan ketika masih rumor, Hisense menyebut ini adalah satu-satunya gawai di Indonesia (mungkin di dunia?) yang mendukung semua jaringan dari 2G hingga LTE yang tidak peduli apakah itu CDMA atau GSM. Mengingat kondisi jaringan di negeri ini cukup labil, berganti operator tidak saja diperlukan di level GSM ke GSM melainkan juga GSM ke CDMA dan sebaliknya.

Namun, fiturnya tidak berhenti sampai di sana. Anda tidak saja dapat berganti operator sebebas yang diinginkan melainkan dapat menukarnya cukup dengan beberapa ketukan karena dukungan dual-SIM yang ada di Pureshot+ ini. Jadi, jika jaringan LTE pada kartu GSM di SIM1 hilang sinyal Anda dapat dengan mudah menukarnya ke kartu di SIM2 yang kebetulan jaringan LTE-nya sedang bagus. Seperti misalnya berganti dari Telkomsel ke Smartfren cukup di gawai yang sama. Mudah dan tidak repot.

Screenshot_2015-11-13-20-53-04

Dan nilai plusnya lagi Anda bisa menukar antara SIM1 dan SIM2 cukup dari pengaturan dari sisi software. Semudah mengetuk jari.

Sesuai dengan nama yang diberikan, gawai dari produsen asal Tiongkok ini memiliki kamera yang wah mengingat harganya yang tidaklah mahal. Dengan kamera berukuran 13MP bagian belakang dilengkapi dual LED flash, hasilnya pun memuaskan. Hasil jepretan nampak tajam serta jernih bahkan dalam kondisi cahaya rendah.

Kamera Hisense Pureshot+ memiliki 5 lensa yang termasuk di dalamnya adalah filter blue glass untuk menjaga kualitas warna saat pengambilan gambar di bawah cahaya lampu pijar. Selain itu, optimasi pada software baik berupa white balance, gamma line serta penyesuaian warna yang tepat turut menjadikan hasil foto menjadi jauh lebih bagus.

Ah, daripada saya ngomong lebih baik langsung bukti foto saja. Karena foto di sini mengalami pengurangan ukuran, silakan klik untuk melihat semua gambar asli dari sini.

outdoor_pureshot indoor_hisense_pureshot

Hal lain yang juga tidak kalah plus dari Pureshot+ ini adalah di bagian layar. Menggunakan IPS LCD dengan resolusi 720×1280 di layar berukuran 5,5 inchi ini gambar nampak sangat tajam bahkan untuk tulisan berukuran sangat kecil seperti di bagian bar notifikasi/status. Kalau dibandingkan dengan flagship dari produsen lain memang angka di atas bukan angka bombastis. Akan tetapi, kualitas layar dengan kedalaman ~267 ppi ini cukup memuaskan bahkan untuk menonton video.

Layar Hisense Pureshot+

Untuk melindungi bagian layar yang cukup wah ini Hisense memanfaatkan 2.5D Gorilla Glass 3. Meski tidak cukup up to date, Gorilla Glass 3 ini cukup bisa menghalau jejak jari serta mengurangi pantulan cahaya sehingga memudahkan bagi pengguna untuk melihat bahkan di lingkungan cukup terang sekalipun.

Nilai plus dari Hisense Pureshot+ juga dapat dilihat (tepatnya didengar) dari kualitas suara. Dengan menambahkan Dolby Digital Plus, Hisense berhasil menjadikan Pureshot+ tidak saja menjadi gawai dengan kemampuan kamera yang baik tetapi juga gawai multimedia yang bisa diandalkan.

Hisense Pureshot+ - Dolby Digital Plus

Suara yang dihasilkan dari speaker cukup menggelegar sehingga dapat didengarkan dengan jelas oleh orang di satu ruangan seperti di ruang keluarga. Jika harus disebutkan satu kekurangan dari speaker adalah karena posisi speaker yang terletak di satu tempat yaitu di bagian bawah. Hasil suara tentu saja akan lebih baik jika menggunakan dual speaker.

Beberapa hal di atas adalah sebagian kecil nilai plus dari Hisense Pureshot+. Namun plus juga harus diikuti dengan minus agar seimbang dan tidak timpang.

Seperti kebanyakan produsen gawai Android dari negeri Tiongkok, Hisense menggunakan antarmuka bernama Vision UI yang mencoba menyerupai MIUI. Harus diakui bahwa Vision UI masih jauh dari sempurna karena kurangnya konsistensi. Bentuk inkonsistensi salah satunya dapat ditilik dari tidak sinkronnya antar muka dan tombol menu. Menu pada beberapa aplikasi hilang padahal gawai ini tidak dilengkapi dengan tombol menu bebentuk fisik. Alhasil, pengguna harus melakukan pengaturan untuk bisa mengakali hal ini. Selain itu, pengaturan paragraf, tombol di aplikasi serta beberapa hal yang menyangkut desain posisi dapat dibilang mewakili nilai minus ini.

Screenshot_2015-11-13-20-54-03

Meski telah menggunakan Android 5.0.2, Vision UI rupanya masih menjadikan format recent apps masih sama dengan Android versi terdahulu di mana tidak ada windows dari aplikasi-aplikasi. Alih-alih, recent apps hanya berbentuk icon saja.

Screenshot_2015-11-13-21-45-47

Entah gawai yang ada pada saya memang mengalami masalah, semua barang mengalami hal ini, namun tombol fisik seperti home, back dan recent apps mengalami masalah dalam soal respon. Dalam kasus home button di mana pengguna dapat mematikan layar dengan dua kali ketukan, dobel ketukan pertama saya hampir selalu gagal. Saya harus mengetuk dua kali lagi agar proses mematikan layar ini berhasil.

Hisense Pureshot+

Bagaimana dengan baterainya? Baterai yang ada di Pureshot+ tidak jauh berbeda dengan saudara kecilnya yang hanya terpaut sedikit saja. Hisense Pureshot+ dibekali baterai sebesar 2500mAh yang dalam uji coba saya cukup bertahan dari pagi hari hingga malam sehingga pengisian daya bisa saya lakukan setelah 12+ jam. Harus diakui bahwa saya bukan pengguna yang hobi bermain game.

Oke, kelebihan dan kekurangan sudah saya sebutkan dengan detail di atas. Kesimpulannya, kalau Anda mencari gawai tidak mahal namun memiliki kemampuan (hampir) apa saja, Hisense Pureshot+ adalah barang yang tepat. Jika Anda lebih menyukai ukuran layar yang lebih kecil, Pureshot memiliki layar 5 inchi saja.

pureshot_plus_specification

Oya, Hisense Pureshot dibanderol dengan harga Rp. 3.199.000 saja. Murah, kan?

PS: Saat ini Smartfren sedang memiliki promo diskon paket True Unlimited kuota untuk Hisense Pureshot dan Pureshot+ dengan harga Rp. 75K saja. Harga tanpa diskonnya adalah Rp. 300K.

 

2 thoughts on “[Review] HiSense Pureshot+: Semua Harus Plus

  1. Kompetisi device di level medium memang cukup berat.
    Angka 3 juta memang angka psikologis yang cukup bagus, tapi seandainya bisa turun sedikit lagi :P

    1. Kalau di angka IDR 3000K gitu pas lah ya. Atau IDR 2999K. Tapi gue sreg karena kemampuan LTE CDMA dan GSM bisa semua sih. :D

Leave a comment