blog, Social Media

Pilih Mana: WordPress.org vs WordPress.com?

Ini sebenarnya adalah pertanyaan lama. Tapi masih banyak juga yang mungkin tidak terlalu jelas perbedaannya. Atau, masih kabur antara satu dan lainnya. WordPress.com dan WordPress.org, apa sih bedanya?

wordpress-3-5

WordPress.org
WordPress dalam konteks ini adalah software open source yang digunakan sebagai mesin dari banyak situs dan/atau blog, termasuk blog saya ini. WordPress.org sendiri adalah situs yang menjadi pusat dari komunitas pengguna WordPress ini. Di dalamnya ada core software WordPress yang bisa diunduh, theme, plugins, support, forum dan dokumentasi. Mau kontribusi bagi-bagi tips atau ngomongin kode program? Di sini tempatnya.

WordPress.com
Nah, yang ini adalah situs komersil dimana pengguna dapat membuat blog secara gratis ataupun berbayar untuk mendapatkan fitur tambahan. Situs ini juga menggunakan dengan WordPress.org. Namun, pengguna tak perlu repot untuk setup dari awal alias instalasi-free.

Karena sifatnya yang komersil, maka situs ini membatasi pengguna dalam fiturnya termasuk mungkin hadirnya iklan. Dan jika ingin fitur lebih yang keren, ya tinggal membayar beberapa dolar saja.

Dari definisi singkat di atas dapat disimpulkan ada tiga pokok perbedaan antara WordPress.org dan WordPress.com: biaya, batasan atau limitations, dan maintenance.

WordPress.org memang gratis dan dapat digunakan oleh siapa saja. Tapi untuk memiliki domain dan hosting sendiri kita perlu membelinya dari penyedia kedua jasa tersebut. Anggaplah domain .web.id seperti yang saya pakai yang biaya per tahun Rp. 25,000. Ditambah dengan hosting misalnya Rp. 25,000 per bulan. Dengan biaya ini kita dapat membuat blog sesuai kemauan dan tanpa ada batasan.

Jika menggunakan WordPress.com pilihanya ada dua: gratis atau berbayar. Gratis ya tentu saja dengan embel-embel .wordpress.com di belakangnya, space hosting maksimal 3GB, dan sedikit iklan. Mau hosting di WordPress.com tapi dengan domain sendiri? Bisa dengan merogoh kocek sebesar $13/tahun, dan ditambah biaya menghilangkan iklan sebesar $30/tahun.

Dengan perbandingan biaya tadi tentu hadir pula batasan-batasan dan kelebihan. Ada uang ada barang, katanya. Dan tentu saja ini berlaku juga di dunia blogging ini.

Di WordPress.com batasan dan kelebihannya adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan theme hanya yang disediakan oleh WordPress.com dan tidak bisa kustomisasi
  • Plugins terbatas, tidak bisa tambah sendiri
  • Space maksimum adalah 3GB dan tidak dapat upload video ke dalamnya
  • Terbatas dalam pengelolaan konten, iklan misalnya (kecuali mau membayar)
  • Tidak dapat mengubah file via FTP atau sejenisnya

Nah, semua batasan tadi hilang seketika jika menggunakan hosting dan domain sendiri dan berganti berikut:

  • Bebas menggunakan theme apapun yang disukai
  • Bebas menambahkan dan mengurangi plugin
  • Space tergantung pada saat pembelian, 3GB, 500MB, dan seterusnya dan tentu bisa upload video
  • Tidak ada iklan, kecuali memang niat diberi iklan
  • Bebas mengutak-atik file via FTP atau sejenisnya

Namun sebagaimana kamus dalam dunia ini, kebebasan –atau lebih tepatnya power– comes with price atau bahasanya Uncle Ben: with great power comes great responsibility. Dengan kekuasaan untuk mengatur dan lain sebagainya maka harga yang harus dibayar dalam hal blogging adalah maintenance.

WordPress.org adalah software open source dimana salah satu rumus dasarnya adalah release early release often. Maintenance secara berkala dan update adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh pengguna WordPress.org. Tidak mau terjebak dalam software yang bocor dan karatan kan?

Menyelesaikan masalah sendiri itu sudah pasti. Ada error saat instalasi atau konfigurasi, spam, percobaan deface, hacking, dan seterusnya yang semuanya perlu ditangani. Your life, your problem. Tapi tak perlu khawatir karena ada forum yang bisa membantu untuk urusan-urusan ini. Atau kalau tak mau repot dan meluangkan waktu, bisa membayar saya sih. Hehe..

Di sisi maintenance inilah WordPress.com unggul. Tak perlu instalasi atau konfigurasi apalagi membenahi error karena semuanya sudah ditangani oleh tim di balik WordPress.com, Automattic.

Pilih mana?
Semuanya sudah nampak jelas, lalu pertanyaannya: saya harus memilih yang mana?

Supaya agak gampang memilih, tentukan dulu kebutuhannya. Mau dipakai untuk apakah blog/situsnya? Dan maunya yang seperti apa? Kalau sudah, lihat di bawah ini:
common-use-cases

Masih belum jelas juga? Mungkin video ini bisa membantu:

Kalau menurut saya? Tentu saja WordPress.org. Dari perbandingan di atas, WordPress.org setidaknya menang dua poin dari WordPress.com. Lagipula, kalau nggak mau repot kan bisa bayar saya. #teteup

7 thoughts on “Pilih Mana: WordPress.org vs WordPress.com?

    1. Sebenarnya kalau sudah terbiasa dengan WP.com dan migrasi ke WP.org itu gampang. Ganti theme sudah bisa. Yang dibutuhkan tinggal maintain hosting doang. Kalau masalah setup juga manualnya sudah ada. :D

      Semangat!

Leave a comment