blog, viewpoint

Mengejar Si Cabe Ijo yang Asli Hot

Terlahir dan dibesarkan sebagai seorang ndeso, salah satu bahan untuk makanan yang tidak bisa terpisahkan adalah cabe. Setiap kali makan memang sudah menjadi kebiasaan di keluarga selalu ada cabe, entah bentuk sambal atau cuma cabe yang dikukus. Bahkan kalau tidak ada keduanya, bapak (dan aku) biasa ‘lalapan’ cabe. Hehe..

Ketika akhirnya merantau dan jauh dari rumah, saya masih berusaha menjaga kebiasaan ini. Karena tanpa cabe rasanya makanan tak terlalu pas di lidah. Setiap kali makan di warung saya pasti minta sambel. Kalau di restoran atau cafe ya.. sudah. Seadanya saja. Mau bagaimana? Mosok pergi ke dapur dan nyomot cabe? Nanti dikira maling. :|

Nah, kebiasaan makan sama cabe (atau bentuk lain dari padanya) ini tidak cuma berlaku pada nasi saja. Karena saya pun terbiasa lalapan cabe ketika mengkonsumsi makanan berat lainnya. Salah satunya adalah Indomie, mi instan sejuta umat ini. Kalau makan mi tanpa cabe itu saya merasa gagal menikmati mi instan. Beneran ini. Itulah kenapa ketika mendengar ada Indomie Cabe Ijo hati saya merasa senang bagai anak kecil kesampaian naik balon udara.

Setelah sekian lama dimana biasanya saya harus repot menyiapkan cabe ketika membuat mi instan, akhirnya datang masa tak perlu repot melakukannya. HORE momen lah.

WP_20130530_013

Maka ketika Kamis kemarin Dita mengajakku untuk mencoba Indomie Cabe Ijo di Roti Bakar Eddy, Senayan, ku iyakan dengan semangat 1946. Padahal cuaca hari itu pasca hujan lebat di sekitar Senayan dan mendung masih menggelayut. Tapi nggak manja. Hanya menggelayut saja.

Sebenarnya kami tak tahu persis di mana itu RBE Senayan. Kalau toh katanya terletak di lapangan ABC komplek Gelora Bung Karno, tak ada pula itu pengetahuan tentangnya dalam data yang tersimpan di otak ini. Lha saya malah baru tahu ada nama lapangan ABC itu. Ndeso tenan pokoknya.

Ya akhirnya nekat saja masuk ke stadion setelah membayar Rp. 5000,- kepada mbak-mbak yang duduk manis di kotak. Dengan pede kami melaju ke arah JCC hingga menemukan pedagang berjejer di sebelahnya. Karena alasan banyaknya pedagang berjejer tadi parkir di depan JCC pun kami lakukan dengan memberi uang tip kepada mas-mas parkir. Supaya nggak marah. :D

Menyusuri beceknya sisa hujan, kami hampiri warung-warung itu satu per satu dan membaca nama yang ada. Dari ujung pintu masuk sampai ujung dalam tak ada yang namanya RBE. Roti bakar merek lain pun tak ada karena isinya warung nasi, soto, sate, dan sejenisnya. Intinya, nihil.

Karena itu kami putuskan bertanya pada seorang bapak yang duduk dalam gerobaknya letak lapangan ABC dan RBE itu. Ooo.. ternyata salah lokasi. Tempatnya bukan di situ, tetapi di dekat pintu masuk Jalan Asia Afrika seberang TVRI. Ya sudah, terima kasih ya pak. Saya bilang gitu ke bapaknya sambil pergi.

WP_20130530_018

Singkat kata, tibalah di RBE dan masuk ke dalam untuk ngecek bener tidaknya. Papannya benar itu RBE, tapi ada yang tidak beres. Spanduk Indomie Cabe Ijo GAK ADA! Kelimpungan lah kami sambil garuk-garuk hape.

Singkatnya lagi, Dita bertanya pada yang jualan. Oh, ada. Tapi gak dipasang mbak. Soale tadi hujan. Mau foto ya? Nanti saya pasang. Kata mas-e gitu. Pfiuh!

WP_20130530_011
Spanduknya kejauhan kayaknya. :(

Setelah memesan dan menunggu beberapa lama akhirnya tiba jua Indomie Goreng Cabe Ijo dambaan setiap insan budiman. Sebagai blogger abal-abal, tentu saja foto sebelum makan telah dilakukan dan selanjutnya mulai nggarpu dan disuapkan ke mulut masing-masing. Alamak! Enak. Pedes-pedes gitu dan berasa cabe aslinya. Kalau saya lagi jadi host Wisata Kuliner pasti saat itu bilang maknyus sambil menyentuhkan jempol ke telunjuk.

Nah, selain berasa pedenya cabe ijonya tadi yang tidak ketinggalan adalah rasa bumbu Indomie goreng yang khas. Saya nggak tahu bumbu rahasia apakah itu tapi saya sih merasa sudah lama akrab. Tahu kan rasa khas itu? Kalau enggak, anggap aja tahu. Jangan riwil. :3

WP_20130530_016
Spanduknya cuma kelihatan ‘cab’ doang. Haha..

Endingnya tentu saja seperti yang diduga. Tak lama berselang ludes juga itu semangkuk cabe ijo. Entah apa yang dipikirkan bapak dan ibu yang duduk semeja dengan kami. Biar saja mereka bingung lah.

Bagi saya, Indomie Cabe Ijo ini menyederhanakan proses tapi tidak menghilangkan pengalaman. Yang saya perlu lakukan ya cukup membeli Indomie Cabe Ijo, masak air, masukin mie, tuang bumbu, aduk dan makan. Tak perlu membeli cabe atau ngunyah cabe tapi tetap mendapatkan rasa pedas dan aroma cabe itu. Hidup saya jadi makin gampang. Gitu.

Btw, menu roti bakarnya juga enak lho. Bukan. Bukan roti bakar Indomie. RBE maksud saya.

Eh, maaf tulisannya panjang. Maap, agak sengaja. Kamu suka Indomie juga nggak? Rasa apa? Kalau Cabe Ijo suka?

15 thoughts on “Mengejar Si Cabe Ijo yang Asli Hot

  1. Suka indomie rebus rasa kari ayam. Kalau yg goreng sukanya yg original. Maklum, lidahku konvensional.
    #apadeh

  2. Kalau roti bakar rasa cabe ijo ada nggak?

    *ini kenapa gak bisa komen pakai akun wordpress di blognya ipul?*

    1. Roti bakar rasa cabe ijo ya? Ada, ada. Yang itu bisa custom, pedes banget atau pedes aja bisa tuh. :))

      Iya, pakai akun WP memang ndak bisa. Bisanya pake Twitter, Google, Disqus, FB, atau email aja. Maklum, komentarnya pakai platform lain. :D

  3. Itu foto ke 3 yg lagi pegang sendok garpu depan mie di edit ga sih? kok kepala mas ipul nampak besar banget ?! >.<

    @ivanprakasa

Leave a comment