Belajar, Hikmah, life, Untuk Kita, viewpoint

Kejujuran Itu (Tidak) Pahit

The TruthClark dan Jane, adalah pasangan suami isteri yang sangat sempurna. Clark seorang pialang saham yang hampir selalu sukses dan Jane adalah seorang editor sebuah penerbit buku ternama. Karena keuangan yang sangat mencukupi, mereka terpaksa tinggal dalam kondominium di kawasan termahal. Mereka berdua baru saja menikah sekitar 11 bulan lalu dan belum memutuskan untuk memiliki seorang anak. Mereka begitu mesra sehingga saat orang melihat mereka pertama kali akan bergumam ‘mereka sedang berbulan madu’. Hari-hari mereka lewatkan dengan sangat indah dan menggembirakan seolah bumi ini benar-benar milik mereka berdua.

Sekali waktu seorang sahabat Jane, Irish, mengundang sahabat-sahabatnya untuk mengadakan pesta di rumah mewahnya. Setelah diyakinkan oleh Irish, Jane akhirnya mengiyakan undangan dari sahabatnya itu dengan meminta Clark menemaninya. Ya, mereka berdua seolah dua kacang polong yang tidak terpisahkan. Setelah mendapatkan tiket pesawat untuk penerbangan sore hari, keduanya berangkat untuk menghabiskan weekend di pesta yang pasti akan sangat hebat. Dan sesampainya di rumah Irish, Jane memperkenalkan Clark pada Irish. Irish tampak seperti seorang wanita sempurna yang seksi berbalutkan gaun berwarna merah.

Pesta pun berlangsung meriah, semua orang melewatkan Sabtu malam dengan gembira dan percakapan yang tak henti-hentinya membuat pesta semakin hangat. Di tengah meriahnya pesta, Clark tiba-tiba ingin ke toilet yang ternyata tidak dia temukan di lantai itu. Dia terpaksa turun ke lantai bawah. Karena alkohol yang diminumnya, dia memutuskan menggunakan lift untuk turun ke lantai bawah. Setelah selesai dari toilet, Clark berniat kembali ke ruang pesta. ‘Wait!’, suara seorang perempuan berteriak. Oh ternyata Irish. Ia baru saja mengangkat telepon dan akan kembali ke pesta.

Clark melirik ke Irish dan merasakan ketertarikan yang mungkin disebabkan busana merah menyala milik Irish. Beberapa detik kemudian, Clark dan Irish terlibat dalam ciuman sesaat yang akhirnya berakhir saat Clark sadar bahwa dia tidak seharusnya melakukannya. ‘I’m so sorry. I’m.. I’m..’ Clark menyampaikan penyesalannya. Keduanya pun kembali ke pesta setelah sebelumnya berjanji untuk melupakan kejadian di lift tersebut. Singkat cerita, pesta pun berakhir dan semua orang beristirahat.

Keesokan harinya, Jane dan Clark berpamitan kepada Irish dan hendak kembali pulang. Mereka pun ke bandara dan menunggu pesawat yang akan menerbangkan mereka kembali ke kondo yang sempurna. Saat menunggu di bandara dan berpikir, Clark memutuskan untuk mengatakan tentang kejadian di lift semalam kepada Jane. Clark menjelaskan seluruhnya dan meminta maaf yang sebesar-besarnya pada Jane karena dia sangat menyesal atas kejadian tersebut. Jane hanya diam dan tak berkomentar. Hatinya sedang bergejolak karena berbagai macam hal. Mereka berdua pun terbang pulang tanpa pembicaraan apalagi kemesraan seperti biasanya. Sesampainya di kondo dan beristirahat, Jane akhirnya memaafkan Clark dan memintanya untuk tidak lagi mengulang kesalahannya. Mereka berdua kembali menjalani kehidupan rumah tangga dengan mesra yang setahun kemudian dikaruniai Flash, seorang bayi laki-laki yang sangat lucu.

Kejujuran seringkali menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Bahkan, beberapa hari lalu seorang teman di Facebook mengatakan bahwa untuk jujur itu sulit. Dari cerita di atas, Clark bisa saja membiarkan kejadian lift dan menganggap it never happens serta tidak memberitahukannya pada Jane. Namun, Clark memilih untuk mengungkapkan kebenaran dan siap dengan resiko yang akan diterimanya, yang bisa jadi akan sangat dibenci oleh Jane karena mencium mesra sahabatnya. Clark memilih untuk jujur dan bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya dan Jane akhirnya bisa memaafkan kesalahannya.

Jane bisa saja tidak memaafkan suaminya, namun dia mencoba memandang masalahnya dari sudut pandang yang lain. Sudut pandang yang membuatnya tahu akan sebab terjadinya hal tersebut antara Clark dan Irish. Dia memilih untuk memberikan maaf setelah menenangkan dirinya dengan beristirahat. Dia juga melengkapinya dengan penjelasan Clark yang utuh dan tidak ada yang disembunyikan sama sekali.

Ketika memutuskan untuk jujur, dibutuhkan kekuatan untuk menerima resiko. Selain itu juga dibutuhkan kekuatan untuk mengungkapkan sesuatu yang terasa sangat berat dan mungkin menyakitkan. Namun ada banyak hal yang akan didapat setelah itu yang semuanya sangat berarti. Dan satu lagi, kejujuran membutuhkan pembiasaan. The Power of Share – sm/27912/ccs.

4 thoughts on “Kejujuran Itu (Tidak) Pahit

  1. kalau menurut saya tergantung dari orang yg menerima kejujura dari orang lain.Ddiperlukan kekuatan,kesabaran untuk dapat menerimanya jika memang kenyataannya adalah sebuah kepahitan.dari kisah diatas kita juga tidak tahu,ketika suami Jane menceritakan kejadian itu padanya,,jujur dalam hati Jane pasti ada sedikit kekecewaan,tapi beruntunglah Clark yang memiliki istri penyabar,pemaaf,pengertian seperti Jane :D .Clark juga resiko yg akan terjadi karena kejujurannya tapi sesuatu hal entah itu menyenangkan entah itu menyakitkan,lebih baik untuk diungkapkan. Semoga cerita ini meng-inspirasi semua orang untuk membiasakan hidup dengan kejujuran.Dan yakinlah bahwa orang jujur sudah dapat dipastikan hidupnya akan bahagia :D seperti halnya akhir dari kisah diatas,,atau contoh lain kehidupan orang2 yg korupsi,psti tdklah bahagia. thx 4 shared.

    1. betul, bagi yang telah diungkapkan kejujurannya, seharusnya belajar untuk memahami. Jane menerima permintaan maaf suaminya karena dia paham dan dapat mengerti posisi keduanya saat itu. dibutuhkan pengertian. :D
      yang pasti, kejujuran berbuah indah. itu yang saya percaya, dan ingin saya sebarkan ke semua orang. :D
      terima kasih komentarnya, mas risky ws.

Leave a comment