Miscellaneous, viewpoint

Mau ke Big Bad Wolf Books 2017?

Sebagai pencinta buku, hari Kamis 20 April 2017 lalu saya berkesempatan datang ke hari pertama (pembukaan) Big Bad Wolf Books 2017. Ini adalah kali pertama datang ke pameran buku yang besar ini dan saya harus akui bahwa datang ke sini ini membutuhkan perjuangan yang besar sekali. Dan ya, hasilnya juga lumayan.

Apa itu Big Bad Wolf Books? BBW adalah bazaar buku yang diselenggarakan oleh Big Bad Wolf Sendirian Berhad (Sdn Bhd) dan dimulai di Malaysia kemudian menjalar ke negara di Asia Tenggara lain termasuk Indonesia. Nah, buku-buku dalam BBW adalah buku-buku clearance sale dari BookXCess, si induk semang BBW Sdn Bhd dan juga beberapa distributor lainnya. Info lebih lanjut silakan merujuk ke sini.

Nah, dari pengalaman sehari tersebut beberapa hal berikut inilah pelajaran yang dapat saya simpulkan:

Continue reading “Mau ke Big Bad Wolf Books 2017?”

viewpoint

Supaya Terlihat Tak Terlalu Bodoh, Menurut Psikolog

Kita semua sebenarnya bodoh. Saya, Anda, istri dan anak-anak Anda dan juga orang tua tersayang. Semua manusia itu bodoh, termasuk mereka yang punya IQ tinggi seperti ilmuwan terkenal. Apalagi laki-laki di hadapan perempuan.

Tapi, kita bisa menggunakan cara-cara sehingga tidak nampak terlalu bodoh. Baik di depan perempuan, ataupun di depan (si)apa saja. Tapi sebelum sampai ke sana, yang perlu ditegaskan terlebih dahulu adalah definisi dari bodoh atau kebodohan itu. Apa itu bodoh?

Bodoh atau stupid secara definisi adalah ketiadaan inteligensi, pemahaman, alasan dan/atau akal. Tapi, apakah arti bodoh menurut pemahaman orang? Bagaimana suatu kejadian disebut sebagai bodoh? Dan apakah kebodohan hanya ada satu jenis?

Seorang profesor di Universitas Eötvös Loránd, Budapest, bernama Aczel Balazs bersama dua orang peneliti psikologi Bence Palfi dan Zoltan Kekecs menemukan bahwa dari banyaknya responden dalam penelitian, terjadi kesepakatan akan makna dan definisi bodoh dengan angka lebih dari 90%. Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan kesimpulan bahwa jenis bodoh itu ada tiga yaitu confident ignorance, ketidakmampuan kontrol, dan yang terakhir disebut absentmindedness.

Continue reading “Supaya Terlihat Tak Terlalu Bodoh, Menurut Psikolog”

viewpoint

Melembang Kawan di Situlembang

Berbicara mengenai tempat nongkrong atau kopi darat (kopdar) di Jakarta, maka pikiran saya akan selalu mendahulukan taman. Selain karena saya memang bukan anak mall, penyebab lainnya adalah karena saya wong ndeso yang lebih terbiasa dengan alam. Seperti pepohonan, rumput, bebatuan dan juga air.

Maka ketika ditanya manakah tempat kopi darat paling oke di jagat Jakarta ini, jawaban saya adalah Taman Situlembang. Mengapa?

Situ-Lembang-1

Hal pertama dalam urusan tempat kopi darat yang perlu dibicarakan adalah soal lokasi. Lokasi taman ini mudah diketahui dan dijangkau, sekalipun menggunakan kendaraan umum seperti Kopaja atau Metromini. Letak taman Situlembang adalah di Jalan Lembang yang tak jauh dari Taman Suropati. Nah, bagi yang telah mengetahui taman Suropati dan hendak ke taman ini cukup berjalan sekitar 10 menit saja.

Lokasinya yang ada di tengah perumahan elit Menteng, Jakarta, menjadikan taman ini bebas polusi karena memang nyaris tidak ada kendaraan bermotor lewat. Jikalaupun didapati beberapa motor itu juga mereka yang mau ke taman atau ke rumah di sekitar taman. Dengan begitu kehidupan taman Situlembang menjadi tenang, asri serta bebas dari polusi udara maupun polusi suara.

Hal kedua setelah lokasi yang tak kalah penting adalah mengenai situasi atau keadaan di taman. Saya telah banyak mengunjungi dan bercengkerama dengan taman-taman di Jakarta ini. Dan saya harus akui bahwa Situlembang memiliki banyak sisi unggul dibandingkan taman lain yang sebenarnya tak kalah bagus seperti tetangganya, Taman Suropati atau Taman Menteng.

Pertama-tama adalah soal kebersihan. Entah karena terletak di kawasan elit memiliki hubungan atau tidak, namun taman ini cukup bersih. Selain cukup tersedia tempat sampah di taman ini juga terdapat beberapa petugas kebersihan yang rajin melakukan tugasnya. Kalaupun ada satu atau dua gelas air mineral yang tidak pada tempat sampah, mungkin lagi ditinggal pemiliknya ke toilet sebentar.

lembang3

Nah, hal paling khas dari Situlembang adalah danau. Meskipun danau ini tidak terlalu besar, percayalah bahwa ini cukup untuk membuat capek bagi siapa saja yang mau repot-repot berenang memutarinya sebanyak 50 kali. *disambit

Di danau ini ada banyak sekali bunga teratai berwarna pink dan putih. Jika cuaca sedang bagus dan Anda beruntung, bunga-bunga yang merekah dari tanaman ini akan menjadikan danau yang mungil ini menjadi semakin indah dan memberi kesan romantis. Apalagi jika ditambah gemericik dari air mancur yang ada di tengah danau. Melembang di pinggiran danau taman ini akan menjadi pilihan yang tidak salah. :)

Bisa apa lagi danaunya? Di tengah danau juga ada beberapa lampu yang dipasang sebagai hiasan. Sebenarnya saya sering berdoa agar mereka ini suatu ketika hidup dan menjadi alien yang bisa saya ajak main. Sayangnya itu hanya lampu yang cuma bisa diam dan mati atau menyala sesuai keinginan yang punya wewenang. Bentuknya memang unik, dan percayalah, mirip makhluk luar angkasa meski ukurannya tidak besar. Silakan tengok sendiri lah.

lembang4

Terus apalagi? Sebenarnya kalau diteruskan bisa kecemplung ke danau. Tapi sebelum nyemplung, ada baiknya kita mancing terlebih dahulu. Jika tidak punya kegiatan yang bisa membuatmu sibuk, cobalah melatih kesabaran di danau yang airnya tidak terlalu jernih ini. Iya, memancing di danau taman ini diperbolehkan dan ikannya juga bisa dibawa pulang. Ada cukup ikan di danau ini kok seperti lele atau gabus. Ya.. tentu saja kalau beruntung.

Hal yang tak kalah penting dari taman yaitu urusan anak-anak. Banyak taman di Jakarta ini yang hanya menyediakan tempat duduk dan pepohonan untuk berteduh namun melewatkan kepentingan anak-anak untuk bermain. Namun, tidak dengan taman Situlembang.

Situlembang dilengkapi dengan patung-patung seperti dinosaurus yang ada di beberapa titik taman. Selain itu juga ada ayunan dan beberapa permainan lain di sisi timur dan barat taman. Kalau saja bukan karena takut ayunan bakal putus, saya rela berayun-ayun deh. Apalagi angin di taman ini memang sepoi-sepoi dan pas untuk membuat kantuk datang. Oiya, di bawah tempat bermain anak-anak dilapisi karet sehingga tidak berbahaya jika sampai terjatuh.

Nah.. saatnya membahas makanan. Situlembang cukup berbeda dengan taman Suropati yang terdapat banyak penjual di sekitarnya. Di sini tidak terlalu banyak yang menjajakan makanan maupun minuman. Bisa dikatakan bahwa yang berjualan dapat dihitung dengan jari, milik lima orang kira-kira. Untuk urusan ngemil memang sebaiknya membawa sendiri dari rumah. Lagipula selain lebih hemat tentu saja akan lebih sehat. Kesehatan itu penting. Ya, kan?

Yang unik lagi di sini adalah kehadiran monyet. Bukan dalam jumlah banyak, namun hanya satu ekor. Monyet ini kabarnya dilepaskan oleh seseorang sejak kecil. Mungkin karena terbiasa dengan taman dan kehadiran manusia, akhirnya dia menjadi jinak dan bisa diajak bermain atau diberi makan. Sampai sekarang saya tidak tahu apakah monyet ini punya nama atau tidak.

Harus diakui bahwa meski memiliki banyak kelebihan, Situlembang juga tak lepas dari kekurangan.

Karena letaknya yang agak masuk ke dalam perumahan, ada portal yang biasanya ditutup setelah pukul 20.00WIB. Dengan demikian pengunjung memang tidak dapat berlarut-larut untuk dapat bermain di sini. Tetapi siapa saja bisa berlarut-larut bermain di sini jika datang sejak pukul 08.00WIB.

Yang kedua adalah fasilitas internet. Tempat kopdar rasanya tidak pas tanpa kehadiran akses internet. Apalagi jika yang butuh kopdar adalah KopdarJakarta, sangat tidak afdhol tanpa kehadiran WiFi yang bisa dipakai ramai-ramai. Terakhir kali ke taman ini tidak saya temukan WiFi gratis seperti di taman tetangga. Nah, mungkin XL Axiata bisa menyediakan akses internet buat pengunjung. Ya, XL?

Eh, pada tahu Warkop DKI kan? Nah, mereka dulu sering sekali syuting di taman ini. Adegannya juga cukup banyak seperti menggoda orang pacaran, bernyanyi, kecebur danau sampai digoda bencong. Taman ini menjadi tempat yang lumayan untuk bernostalgia film yang menghibur masyarakat seluruh Indonesia itu. :D

**Catatan: me·lem·bang (KBBI) v bercakap dengan lemah lembut; membujuk

viewpoint

Kezaliman

Kata zalim dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki makna bengis; tidak menaruh belas kasihan; tidak adil; kejam. Hal ini sedikit berbeda dengan makna zalim dalam bahasa aslinya, Arab, yang bermakna tidak meletakkan sesuatu pada tempatnya.

Hal ini menjadikan zalim memiliki definisi yang sama dengan lalim. Lebih tepatnya, lalim memiliki definisi yang sama dengan zalim.

Tentu akan ada yang membantah bahwa memang berbeda antara bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Tetapi, saya memiliki preferensi menggunakan makna dari bahasa aslinya, yaitu Arab. Maka makna kezaliman yang saya pegang adalah segala sesuatu yang dilakukan tidak pada tempatnya. Efeknya tentu saja adalah, sebuah keniscayaan, merugikan orang lain.

Jika demikian apakah makna lalim menjadi berbeda dengan zalim? Iya. Dalam definisi yang saya anut, definisi dalam KBBI untuk zalim menjadi tepat untuk lalim yaitu bengis, tidak menaruh belas kasihan, tidak adil dan kejam. Semuanya tepat untuk definisi lalim.

Tetapi perkara bahasa bukan urusan saya(?) Kalau tidak salah ada ahli mengenai hal ini yang menjadikan KBBI ada dengan bantuan dari pemerintah. Entah apa namanya dan bagaimana suhu politik di dalamnya, itu urusan mereka saja.

Dengan bentuk definisi zalim yang menggunakan segala sesuatu, maka sifatnya adalah umum. Segala sesuatu ini menyangkut perbuatan sekecil apapun termasuk membuang sampah tidak pada tempatnya.

Salah satu bentuk kezaliman yang saya sering lihat adalah mengenai shaf. Tak jarang saya melihat (dan menjadi korban) karena kezaliman anggota lain ketika sholat berjamaah. Kezaliman apakah ini? Kezaliman anggota jamaah dalam wujud mengambil hak barisan di belakangnya.

Shaf Sholat

Jarak antara shaf satu dengan lainnya di musholla atau masjid di Indonesia memang tergolong sempit. Bahkan beberapa musholla terlalu sempit untuk digunakan bersujud. Alasannya sih sederhana, karena musholla yang kecil harus sebisa mungkin dapat menampung jamaah sebanyak mungkin. Karena sempitnya jarak shaf dan susah untuk bersujud, selanjutnya anggota jamaah berusaha untuk menyesuaikan dengan melangkah mundur sedikit dari garis yang seharusnya. Mungkin mundurnya hanya 10 centimeter saja, namun perlu diingat bahwa barisan belakangnya juga tak kalah sempit. Jika anggota jamaah di belakangnya tak bisa memanfaatkan sisa (mungkin orangnya tinggi) akibatnya adalah ia akan menyesuaikan. Dan hal ini bisa terus menerus sampai ke barisan paling belakang.

Dampaknya adalah shaf-shaf tadi menjadi tidak lurus dan sangat mungkin tidak rapat. Hal ini akan mengurangi kesempurnaan sholat jamaah dan sebuah kerugian.

Kezaliman seringkali memiliki alasan. Maka memang tidak bisa dilakukan pengadilan atas kezaliman ini atas satu pihak. Ada akar yang harus dicari sampai kemudian dapat dicari solusinya. Dalam kasus di atas, alasan yang paling masuk akal adalah karena takmir masjid yang membuat jarak antar shaf sangat sempit.

Tugas takmir masjid bukan hanya mengatur jadwal sholat, muadzin, iqamah dan imam. Namun lebih daripada itu takmir masjid juga perlu mengatur agar sholat yang dikerjakan oleh jamaah menjadi khusyuk. Dan salah satu caranya adalah dengan mengatur jarak antara shaf lebih baik (lebih longgar).

Jarak shaf yang lebih longgar selain akan menghindari perbuatan zalim seperti yang saya sebutkan adalah akan memudahkan anggota jamaah yang dalam sholatnya batal dan hendak keluar dari jamaah untuk berwudlu kembali. Dengan jarak yang sempit, keluar dari shaf jamaah merupakan sebuah rintangan yang tidak mudah.

Sebagai tambahan, berbicara mengenai khusyuk, salah seorang ulama mengatakan bahwa jika seseorang sholat sendiri lebih khusyuk daripada berjamaah maka ia sebaiknya sholat sendiri. Tapi kalau ada masjid lain yang bisa dijangkau, ke masjid lain saja.

Catatan: definisi dari KBBI daring

life, viewpoint

Hikmah

Setelah mengutarakan niat, yaitu meminta-minta, dan menyampaikan permohonan maaf yang basi, pria bertubuh sehat dan berpakaian bagus itu menutupnya dengan, “semoga ini semua ada hikmahnya untuk saya.”

Pria tadi mengaku mengamen meski ia tak membawa alat apapun untuk bisa disebut pengamen. Tak ada gitar. Tak ada kaleng, galon, atau apapun yang bisa dipakai untuk mengiringi ia menyanyi. Soal suara, tak perlulah ditanya bagaimana.

Mungkin kita telah lupa. Namun ketika masih bayi yang sedang belajar berjalan kita telah mengalami jatuh ratusan kali sebelum pada akhirnya dapat berjalan dan berlari. Ketika jatuh, otak secara otomatis memahami, mengerti, dan mengambil pelajaran: bahwa ia butuh menyeimbangkan antara otak kanan dan kirinya dalam proses pengaturan syaraf-syaraf yang ada di kaki.

Mengambil hikmah dari kejadian pada hakikatnya adalah naluriah dan juga kewajiban sebagai seorang makhluk. Karena hanya dengan belajar dari kejadian kita mampu berubah menjadi lebih baik. Dengan memahami dan mengambil hikmah kita pada akhirnya mampu mengerti mana yang baik dan mana yang lebih baik. Bahkan ilmuwan mengakui bahwa hanya dengan belajar dan memetik pelajaran dari kejadian manusia bisa menjadi sedemikian maju dengan teknologi dan sains.

Mariko dalam film The Wolverine pernah berujar pada Logan bahwa segala sesuatu memiliki makna yang dalam cerita itu Logan suka menancapkan sumpit secara tegak di atas semangkuk nasi. Apakah memang benar dalam setiap sesuatu ada hikmah?

Dari pengamatan dan pengalaman, saya meyakini bahwa jawabannya adalah iya. Setiap sesuatu, setiap kejadian memiliki pelajaran yang bisa diambil. Tak peduli sekecil apapun kejadian itu kelihatannya di depan mata kita. Tak peduli seberapa sepele kejadian tersebut ketika dilihat dengan mata telanjang.

Hikmah atau pelajaran dari kejadian dalam hidup setiap manusia pastilah ada. Setiap kejadian memiliki makna atau hikmah atau pelajaran atau apapun sebutannya untuk dapat dipetik dan menjadikan setiap diri ini menjadi lebih baik.

Persoalannya memang adalah apakah kita mampu melihat dan mengambilnya?