Android, Technology

Smartphone: Bukan Cuma Soal Merek

Setiap kali ditanya pendapat mengenai sebuah smartphone atau dimintai rekomendasi barang yang diminati oleh teman atau siapa saja, saya selalu melihat dengan teliti spesifikasi teknisnya. Dan hal pertama yang akan menjadi perhatian saya adalah chipset.

Berbicara mengenai barang elektronik, khususnya ponsel, bukan hanya merek yang menjadi perhitungan utama. Karena selain merek atau nama perusahaan besar asal China atau Korea, ada hal lain yang menjadikan sebuah merek memiliki barang bagus dan berkualitas.

Jika manusia memiliki jantung yang sangat penting dalam urusan berjalan atau bekerjanya tubuh seseorang, maka ponsel memiliki ‘jantung’ yang tak kalah penting yang berwujud chipset ini. Tetapi tidak sama dengan manusia karena chipset sebenarnya bukanlah sekedar jantung.

SoC (System on Chip)

Anda mungkin pernah mendengar istilah SoC ini. SoC adalah IC (integrated circuit) yang menggabungkan semua komponen penting dalam komputer –smartphone adalah komputer— atau sebuah sistem elektronik ke dalam satu chip saja. Di antara komponen yang masuk ke dalam satu chip kecil ini antara lain prosessor, GPU (graphical processing unit), memory controller dan lain sebagainya termasuk wireless radio seperti GPS, Wi-Fi, LTE, dan lain sebagainya.

Qualcomm Snapdragon - System on-a-Chip

Continue reading “Smartphone: Bukan Cuma Soal Merek”

Technology

Review TV Toshiba: Televisi Juga Bisa Memberi Lebih

Sebagai anak kos, saya tidak memiliki televisi. Salah satu alasan utamanya adalah bahwa hampir semua stasiun televisi di negeri ini tidak ada yang bisa dipercaya untuk memberikan apapun termasuk berita. Berita hanya diambil sedikit bagiannya yang menurut mereka menarik. Sedangkan isi beritanya dimuntahkan entah di mana.

Kan bisa berlangganan, kata orang? Iya, masalahnya karena di kos saya jadi merasa malas memasang ini dan itu. Termasuk urusan membayarnya belum lagi mengingat banyaknya pengalaman buruk pelanggan terhadap layanan televisi berlangganan.

Tapi, sejujurnya saya ingin punya televisi. Dan kalau semuanya berjalan lancar saya akan memilikinya dalam waktu dekat. Bukan di kos. Karena rencananya memang saya akan berpindah dari kos ke rumah. Entah rumah siapa. Rasanya tidak penting.

Keinginan memiliki televisi ini diikuti dengan pertanyaan lalu televisi yang bagaimana?

Berbekal pengalaman dalam memilih sesuatu, rasanya menjawab pertanyaan di atas bukan perkara mudah. Namun, rasanya saya tertarik pada satu pilihan yang baru diluncurkan kemarin.

Televisi ini menggunakan operating system Android dan memiliki layar pilihan antara 39 atau 50 inchi. Rasanya semua orang paham bahwa saya adalah pecinta Android dan salah satu pengguna fanatik. Jadi jika ada televisi yang menggunakan Android, rasanya saya harus memilikinya.

Adalah Toshiba yang meluncurkan televisi ini November lalu. Dan mereka memberinya nama Toshiba Pro Theatre L4300 Series.

tosh5

Sebagaimana yang sudah saya sebutkan, Android adalah salah satu poin utama saya berminat pada televisi ini. Tapi rasanya bukan hanya itu alasannya. Karena tentu saja saya mau TV berwarna. #menurutngana

Saya cukup sering membuka video di YouTube menggunakan handphone ketika di rumah. Namun, jujur saja melihat video di layar handphone tidaklah memuaskan meski ukurannya lebih dari 5 inchi. Di sinilah TV Toshiba L4300 ini rasanya menjadi pasangan handphone yang pas. Karena apa? Karena Screen Mirroring. Dengan fitur ini saya bisa memproyeksikan gambar dari hape ke layar televisi dengan mudah. Dengan begitu saya bisa menonton video atau menampilkan gambar ke layar lebar untuk ditunjukkan kepada orang lain tanpa perlu merasa hape saya dijajah. #halah

Lalu ada juga Audio Source Filtering. Nah, fitur ini akan memberikan saya kebebasan apa yang saya mau dengar lebih. Apakah background dari gemericik air sungai ataukah narasi yang diucapkan oleh Prof Brian Cox dalam serial di BBC. Apakah suara gemuruh demonstrasi di belakang ataukah mbak/mas reporter yang sedang berusaha menyampaikan berita seadanya. Apakah suara background musik yang lembut atau narasi yang dibaca oleh adik saya di sebuah pentas opera sekolah. Semuanya suka-suka saya. Saya memiliki kontrol atas suara. Dan sejujurnya, saya menyukai fitur ini. :D

Toshiba-Pro-Theater-L4300

Kembali lagi ke Android. Memiliki televisi Android rasanya akan menjadikan saya lebih leluasa melakukan banyak hal. Hal-hal yang sebelumnya saya lakukan di handphone bisa dengan mudah saya lakukan di televisi, dan tentu saja dengan remote. Dengan televisi ini saya bisa bebas membiarkan adik saya (atau istri kelak) bermain DragonBox2 atau Scrabble sementara saya tetap memiliki kendali atas handphone. Atau kami justru bertanding dan bermain dengan leluasa tanpa keterbatasan ukuran layar atau kontrol.

Nah, itulah rencana televisi saya buat di rumah nanti. Televisi itu memang tentang hiburan. Dan hiburan tak melulu tentang apa yang saya nikmati dari layar televisi tetapi juga apa yang bisa diberikan lebih. Kalau bisa mendapatkan Android dalam layar televisi sekaligus, kenapa enggak? Ya, kan?

Android, Technology

LG G2: To Me You Are Perfect

Saya mau membuat pengakuan. Saya belum menemukan gadget yang benar-benar memuaskan dan sempurna, di mata saya. There, I said it.

Seringnya saya mengatakan bahwa buatan manusia memang tak ada yang sempurna. Tapi, setidaknya saya mengharapkan sesuatu yang mendekati itu. Atau, sempurna menurut ukuran made-by-human. Sebagai fans Android garis melengkung saya menyukai Nexus. Tapi, bahkan Nexus 4 pun bagi saya belum sampai di sana. *siapkan tameng*

Bulan ini sih sepertinya keinginan saya untuk mendapatkan gadget sempurna tadi bakal terobati. Karena ada sebuah gadget yang bakal rilis dengan bentuk, fitur dan spesifikasi yang nyaris sempurna. Device ini datang dari pabriknya LG dan diberi nama G2. Tanpa Optimus.

Apa yang membuat saya berpikir LG G2 ini sempurna? Gitu kan pertanyaannya?

Pertama, soal desain. Sebagaimana layaknya orang Jawa tulen, telapak tangan saya ini kecil jika dibandingkan dengan orang Eropa atau Amerika. Dari pengalaman memegang gadget dengan layar di atas 4.7 inchi, menyentuh tombol power atau volume itu menyusahkan jika dilakukan hanya dengan satu tangan. Di LG G2, tombol power maupun volume dipindahkan dari samping ke belakang sehingga mengoperasikan keduanya bisa dengan mudah dilakukan tanpa harus minta bantuan tangan lainnya. Bahkan tanpa memindahkan posisi memegang.

LG G2

Kedua, soal layar. Saya sudah mencicipi cukup banyak device besutan LG yang menggunakan IPS, dan memuaskan. Nah, G2 ini memiliki layar Full HD IPS 1080p, yang saya yakin tak kalah dari Oppo Find 5 yang juga memiliki layar IPS 1080p.

feature_img01

Ketiga, urusan software. Kalau Moto X punya fitur touchless karena menyatu dengan Google Now, LG G2 berlaku layaknya rumah. Kalau mau masuk ya ketuk saja pintunya dua kali. Saya sudah mencoba fitur knock-on ini di gadget lain dan memang memudahkan dan juga yang tak kalah pentingnya, menyenangkan. Saya sudah membayangkan knock-on ditambah dengan salah satu voice assistant yang tersedia di pasaran cukup untuk menyaingi Moto X. :p

Keempat, adalah soal hal yang selalu dikeluhkan dari gadget jaman sekarang. Daya. Baterai SiO+ yang berukuran 3000mAh dalam LG G2 ini cukup menjanjikan dan seharusnya mencukupi mengingat layar yang lebar dan pixel yang tak kalah besar. Beberapa review mengatakan bahwa baterai sebesar ini mampu bertahan lebih dari 16 jam dengan pemakaian melebihi kegunaan normal keseharian.

Kelima, lain-lain yang meliputi kamera 13MP yang dilengkapi dengan stabilizer sehingga kemungkinan gambar atau video blur menjadi minimal, dan beberapa fitur lain. Lalu ada audio zoom, text link, tracking zoom, dan seterusnya.

phone06

Alasan tambahannya adalah bahwa sumber inspirasi dari LG G2 ini berasal dari diri kita sendiri, manusia. Sesosok mahkluk yang sempurna.

Itulah alasan-alasan yang membuat saya percaya bahwa LG G2 ini sempurna, bagi saya. Nah, kalau Anda belum yakin silakan tengok di sini: www.tomeyouareperfect.com dan http://www.lg.com/global/g2

Atau kalau mau lebih enak lagi coba-coba fitur di LG G2 dan kesempatan dapat satu biji, silakan cobain aplikasi LG G2 Emulator buat Android ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.lg.g2master

Good luck!

Android, Technology

Tes dan Penyiksaan Galaxy S4 Ala Samsung: EXTREME

Dari hasil tes dan tentu saja penyiksaan antara Samsung Galaxy S4 dan iPhone 5 yang cukup brutal ini, hasilnya adalah Galaxy S4 unggul dibandingkan iPhone5. Tes tersebut cukup ekstrem karena ada acara menenggelamkan sampai device mati, hingga digosok dengan silet, gunting dan kertas pasir.

Ternyata, tes yang dilakukan Samsung sendiri untuk Galaxy S4 memang ekstrem. Mulai dari dijatuhkan, ditimpa dengan beban, hingga dipanggang dalam oven. EXTREME GILA! Haha..

Well done, Samsung. Well, done.

PS: Benar tidaknya video ini, saya tak tahu.