Science, viewpoint

[Video] Apakah Itu (Teori) Evolusi?

Ini adalah video penjelasan mengenai (teori) evolusi yang paling bagus yang pernah saya temukan. Dijelaskan dengan animasi sederhana dan narasi yang mudah untuk dimengerti serta tidak menggurui. Bahkan, saya pikir anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar juga akan mudah memahaminya.

Tentu saja video ini tidak mencakup semua hal tentang teori evolusi. Namun, setidaknya dari sini bisa didapat penjelasan mendasar mengenai apa itu evolusi dan bagaimana proses terjadinya.

Oh iya, video ini dibuat oleh Stated Clearly. Semoga berguna.

Science, Tips

Ini Dia Cara Menghilangkan Nada Lagu Loop dan Mengganggu Dari Kepala

Beberapa lagu memang tercipta untuk mudah didengarkan dan ditanamkan dalam kepala. Bahkan lagu yang tak kita suka sekalipun. Saya tahu ini terjadi pada hampir semua orang. Tak peduli warna kulit, warna rambut atau ukuran sepatu. Sebut saja lagu dari Wali, atau Kangen Band, atau Taylor Swift, atau Rihanna, atau Lady Gaga, atau SNSD. Beuh!

Wali Band

Dan jika sudah begini, kita akan pusing sembilan-belas keliling mencari cara untuk menghilangkan nada yang terus menerus berputar di kepala ini. Pusing karena memang susah untuk dihilangkan. Bahkan bisa sampai berhari-hari. Betul?

Nah, ilmuwan pun mengalaminya. Sehingga akhirnya ada yang membuat penelitian cara paling baik untuk menghilangkan nada menyebalkan itu dari kepala. Kabar gembiranya, mereka berhasil. Yayness!

Adalah Dr Ira Hayman, seorang psikolog musik dari Universitas Western Washington yang melakukan riset ini dan beliau menemukan bahwa cara paling ampuh menghilangkan nada lagu mengganggu ini adalah dengan bermain puzzle anagram.

Dr Hayman mengatakan bahwa anagram akan memaksa musik mengganggu tersebut keluar dari memori aktif dan digantikan oleh memori lain yang dapat diterima, dalam hal ini anagram. Namun, ditambahkannya bahwa jangan bermain anagram yang terlalu sulit karena justru akan membuat otak merasa terganggu dan nada musik tadi malah balik lagi. Bisa berabe kan? Untuk itu yang paling disarankan adalah anagram dengan lima (5) huruf saja.

“Kuncinya adalah menemukan satu tantangan yang tepat buat diri sendiri. Jika Anda terlibat aktif secara kognitif, hal ini akan membatasi menghindari lagu mengganggu masuk ke dalam kepala,” katanya.

Bagaimana jika bermain anagram tak berhasil? Cara lain yang dapat dicoba adalah membaca novel yang bagus atau disukai, atau bermain Sudoku.

Besok lagi jika ada pengamen yang rame-rame nyanyi satu lagunya Wali dan akhirnya stuck di kepala, tak perlu risau. Tinggal coba salah satu cara saja.

Science

Tahun 2080 Kopi Bakal Musnah? Duh

Saya bukan salah satu orang yang bisa dikategorikan sebagai penggemar kopi. Saya bahkan tak bisa membedakan rasa kopi jenis apa atau yang sedang saya sesap ini sebenarnya kopi berasal dari daerah mana. Tapi, saya lebih suka kopi hitam daripada kopi yang –entah apa namanya– bukan hitam itu.

Mungkin karena memang saya bodoh dan tidak cukup berpengetahuan. Atau mungkin juga karena saya tak terlalu peduli dengan nama atau asal selama saya masih bisa menghirup aroma dan menyesap nikmatnya kopi. Tapi, saya harus mengatakan bahwa kopi itu enak. Serius.

Perkenalan antara saya dan kopi terjadi ketika saya masih duduk di usia sekolah dasar. Adalah emak yang biasa membuatkan segelas kopi berukuran cukup besar besar untuk bapak setiap menjelang maghrib. Diam-diam atau terang-terangan saya biasa menyesap kopi hitam yang merupakan hasil tumbukan manual menggunakan lesung itu. Terlalu manis sebenarnya, tapi toh saya menikmatinya juga.

Kebiasaan ngopi ini akhirnya hilang setelah saya duduk di bangku SMA karena saya harus merantau ke sebuah kota nun jauh. Dan sejak saat itu saya tak pernah ngopi. Bahkan ketika pulang kampung karena liburan sekolah. Hilangnya kebiasaan ngopi ini berjalan terus hingga kuliah. Semasa kuliah saya lebih menikmati air putih. :)

Pada akhirnya, menyesap nikmatnya kopi kembali setelah beberapa lama bekerja di Jakarta. Tapi tetap, ngopi bukanlah kebiasaan wajib. Saya akan ngopi ketika ingin atau ketika nongkrong dengan teman-teman.

Meskipun bukan penggemar kopi, ketika mendengar bahwa kopi kemungkinan besar akan musnah pada tahun 2080, sejujurnya saya kaget. Menurut penelitian dari Kew Gardens, sebuah lab yang berwujud taman raksasa di London, Bumi yang semakin hangat ini menyebabkan 99.7% daerah penghasil kopi Arabica tak lagi mampu untuk ditanami. Berbagai skenario telah dilakukan dan hasilnya sama saja. :(

Kopi Arabica adalah jenis kopi dominan di dunia ini. Dan ketika Arabica yang menguasai 70% persebaran kopi tak lagi ada, maka semuanya adalah Robusta. Kopi cuma satu jenis? Duh.

Ada baiknya sekarang kita menyesap dengan penuh penghayatan selagi masih ada. Atau harus kita sesap sebanyak yang kita mampu?

Gambar dari Wikipedia dan Shutterstock.

Science

Bitten by A Shark? Bite Back!

We know that our teeth are largely composed of a mineral and it is softer than that found in sharks. But, lemme tell you something: our teeth are as tough as shark’s. According to a research, the enameloid coating on shark teeth is no harder than that of the enamel on a human wisdom tooth. So, next time you’re bitten by a shark, fight! Bite it back, okay?

Bitten by a shark? Bite it back!

The truth is, our teeth surfaces aren’t pure mineral. They are made of mineral crystals which bound together with proteins so that the material doesn’t shatter under a sudden impact. Pretty tough, huh?

Featured, life, Science

Punya Banyak Uang? Belilah Pengalaman

Lembur pada dasarnya tidak kita sukai. Namun, kadang lembur menjadi sesuatu yang kita mau karena ada sesuatu. Butuh uang lebih misalnya. Atau jika tidak lembur, kita meluangkan waktu untuk mendapatkan pekerjaan sampingan. Keduanya dilakukan dengan tujuan yang tak jauh berbeda, yaitu supaya dapat uang lebih banyak.

Dengan punya uang lebih banyak harapannya adalah bisa membeli gadget lebih banyak, bisa makan lebih enak, bisa main ke tempat lebih baik dan seterusnya. Mengikuti insting untuk naik kasta dalam ranah dunia pergaulan. Dan diakui atau tidak, kita semua melakukannya. Ya, termasuk saya.

Dengan mendapat lebih banyak kita berpikir bahwa hal itu akan membuat kita lebih bahagia. Sesaat memang benar. Kita yang bisa nongkrong di warung kopi kelas mall memang lebih bahagia daripada mereka yang pemasukannya hanya cukup untuk makan tiga kali sehari. Namun, tak jarang mereka yang biasa naik mobil mewah lebih stress daripada yang bisa menikmati hijaunya pepohonan dan menguningnya padi sambil ngopi di teras rumah.

Kebahagiaan itu ada batasnya. Setidaknya begitulah hasil penelitian dari Elizabeth Dunn dan Michael Norton.

Di Amerika Serikat, tempat mereka mengadakan penelitian diketahui bahwa batas jumlah uang untuk bisa menikmati hidup ‘bahagia’ adalah $75,000 dalam setahun. Ini berarti dalam sebulan mereka akan menghabiskan sekitar 58 juta rupiah. Berdasarkan laporan penelitian, ternyata mereka yang pemasukannya lebih dari $75,000 dalam setahun kebahagiaannya tidak bertambah. Uang sisa dari $75,000 tadi tidak ada efeknya dalam soal kebahagiaan. Mungkin ini seperti kata pakar makanan, satu gigitan awal itu jauh lebih lezat dari gigitan ke-29. :D

Kebahagiaan pada seseorang yang berpenghasilan $25,000 setahun dan di tahun berikutnya naik menjadi $50,000 juga tidak bertambah 2 kali lipat. Karena nyatanya mereka yang berpenghasilan $50,000 hanya 9% lebih berbahagia daripada yang memiliki penghasilan $25,000. Sungguh tidak jauh berbeda.

Nampaknya kebahagiaan memang ada batasnya. Batas di mana pada akhirnya kita sadar bahwa yang kita miliki adalah cukup. Lalu, jika memiliki uang lebih harus bagaimana? Saya terlalu kaya ini sepertinya?

Merujuk pada hasil riset Dunn dan Norton, jawabnya adalah belilah pengalaman. Pergi ke tempat-tempat bersejarah misalnya. Atau yang lebih mudah adalah nikmati apa yang dimiliki. Menjadikan mobil lebih bermanfaat dengan meminjamkan ke teman misalnya. Atau menggunakan kolam renang di belakang rumah lebih sering. Karena tak jarang sesuatu yang kita miliki hanya menjadi pajangan dan hiasan seolah tak berguna.

Riset yang lain juga menyebutkan bahwa uang lebih bisa membantu kita lebih berbahagia. Meaning, uang bisa membeli kebahagiaan. Dengan syarat uangnya digunakan untuk membantu orang lain alih-alih membeli barang.

Jadi, uangnya mau diapakan? :)

gambar dari: dnevnik.bg