blog, life

Cara Mudah Cari Tahu Gusi Bermasalah

Sebelumnya saya sudah menuliskan tentang gusi bermasalah meliputi tanda-tanda gusi bermasalah, bagaimana cara mencegahnya, dan siapa saja yang berisiko mengalaminya. Namun, apakah saya memiliki potensi untuk memiliki gusi bermasalah? Adakah cara mudah untuk mengevaluasi tanpa perlu ke dokter?

Parodontax ternyata berbaik hati memberikan evaluasi pendek yang dapat menunjukkan apakah Anda memiliki risiko gusi bermasalah atau tidak. Dengan mengisi kuisioner ini Anda bisa tahu dan selanjutnya dapat mengambil keputusan harus bagaimana.

Jumlah soal dalam kuisioner ini hanya lima. Jadi, tak perlu kuatir memakan waktu lama dan membuang waktu. Selain itu, soal yang diberikan juga sederhana dan pendek. Menjawabnya pun jadi mudah dan tak perlu mikir lama karena pilihan jawaban adalah check box.

par

Sudah siap untuk evaluasi? Silakan klik di sini.

Nah, selain dari Parodontax yang sederhana tersebut di atas ada juga model evaluasi lain. Kali ini soalnya lebih panjang dan ada penjelasan lebih lanjut mengenai detailnya. Misalnya mengapa perokok memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak merokok dan seterusnya.

Untuk tahu bagaimana status gusi Anda, silakan jawab dan ikuti petunjuk di bawah ini:

Gampang kan? Jika ternyata hasilnya Anda memiliki risiko gusi bermasalah ada baiknya mengikuti saran di post saya terdahulu. Dan jangan lupa gunakan juga pasta gigi untuk merawat gusi Anda agar tetap sehat dan terbebas dari masalah, Parodontax.

Terus, kalau ternyata tidak memiliki risiko gusi bermasalah? Yaaa.. tetaplah rajin menggosok gigi. :D

blog, life

Tips Memilih Pasta Gigi Yang Baik

Salah satu poin penting dalam rangka merawat gusi dan gigi agar tetap sehat dan bebas dari masalah maupun penyakit adalah menggosok gigi secara rutin. Namun, jika menggosok gigi dilakukan asal-asalan tentu saja hasilnya bisa jadi tidak maksimal. Dan poin penting dalam menggosok gigi adalah memilih pasta gigi, selain tentu saja cara dan sikat giginya.

Dulu saya beranggapan bahwa perbedaan pasta gigi hanya pada warna, rasa, dan aroma saja. Pasta gigi merek A misalnya memiliki ciri khas minty, mulut jadi lebih segar pasca menggosok gigi, dan seterusnya. Sementara merek B memiliki sifat aromanya yang khas dan bermacam-macam. Ternyata dugaan saya tidak sepenuhnya benar karena ada hal lain yang perlu diperhatikan saat memilih pasta gigi.

Nah, di Amerika ada yang namanya American Dental Association Seal of Acceptance. Pasta gigi yang memiliki SoA ini berarti telah lolos uji, baik serta halal untuk digunakan sehari-hari. Dan tentu saja berbeda dengan Indonesia yang di pasta gigi bermerk sekalipun tidak ada cap tersebut, ataupun sejenisnya. Mungkin memang tidak ada Seal of Acceptance yang dikeluarkan oleh PDGI sih. Saya tidak tahu. :D

Menurut para ahli sebenarnya komposisi paling penting dari sebuah pasta gigi itu adalah flouride. Apapun merek yang digunakan selama ada kandungan flouride seharusnya baik untuk menghilangkan plaque dan membuat gigi bersih serta terhindar dari kerusakan.

Secara umum pasta gigi yang baik memiliki komposisi sebagai berikut:

  • Fluoride untuk menguatkan email gigi dan menghilangkan plaque. Seharusnya 99% pasta gigi di Indonesia memiliki komposisi ini. Tapi jangan lupa cek dulu sebelum membeli.
  • Abrasif level sedang untuk menghilangkan noda di permukaan gigi. Yang termasuk di dalam kategori abrasif antara lain calcium carbonate, dehydrated silica gels, hydrated aluminum oxides, magnesium carbonate, phosphate salts dan silicates.
  • Zat pelembab yang berfungsi untuk menghindari hilangnya kadar air dalam pasta gigi. Yang digunakan antara lain adalah glycerol, propylene, glycol dan sorbitol.
  • Zat perasa atau pemanis buatan. Jika Anda sedang menggosok gigi dan ada rasa strawberry atau rendang, berarti pasta gigi tersebut mengandung zat perasa seperti saccharin atau yang lainnya. Sebagai informasi, zat perasa atau pemanis buatan tidak akan menyebabkan gigi rusak sehingga aman untuk digunakan anak-anak sekalipun
  • Penghilang tartar (kalkulus). Biasanya yang berupa ini adalah pyrophosphate.
  • Bahan pengental atau pengikat pasta gigi supaya komposisinya tetap stabil. Yang digunakan untuk hal ini beberapa di antaranya adalah mineral colloids, natural gums, seaweed colloids atau synthetic cellulose.
  • Detergen. Biasanya kalau menggosok gigi ada busa kan? Nah, itu adalah detergen yang ada pada pasta gigi. Beberapa bahan yang biasa digunakan antara lain sodium lauryl sulfate dan sodium N-Lauryl sarcosinate.

Ada juga beberapa kandungan lain dalam pasta gigi selain yang disebutkan di atas tentu saja termasuk zync, triclosan, dan lain-lain. Alasan penambahan komposisi pun berbeda-beda.

Parodontax misalnya memiliki komposisi alami dengan kadar 70% yang terdiri dari garam mineral dan ekstrak herbal. Dengan bahan inilah Parodontax akhirnya memiliki rasa dan aroma yang unik saat digunakan serta tentu saja melindungi gusi.

Nah, sudah tahu kan bagaimana cara memilih pasta gigi yang baik dari sisi komposisinya? Mungkin perlu juga mencoba kuis soal pasta gigi ini. Siapa tahu bisa menambah ilmu baru. :)

blog, Technology

Samsung Galaxy S4 Datang: Saatnya Upgrade?

Sudah lebih dari satu tahun saya memiliki smartphone yang sekarang ini ada di tangan dan membantu kehidupan saya. Dari membaca berita, ngetweet sampai juga bermain game (walau terbilang jarang). Smartphone lama yang sebenarnya sudah minta diganti dengan beberapa keluhan.

Adalah Samsung Nexus S 4G yang sejujurnya bukan barang resmi dijual di Indonesia. Hehe..

Saya membelinya dari teman yang mendapatkannya dari negara nun jauh di sana di bawah bendera Sprint. Dulu ketika membelinya sih spesifikasinya jelas mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kameranya yang 5MP sudah mampu memberikan hasil bagus, 1GHz Cortex-A8 yang ada juga cukup menjalankan aplikasi yang biasa saya gunakan. Begitu juga dengan RAM yang cuma sebesar 512MB bisa menjalankan berbagai aplikasi dengan tanpa hambatan.

Nexus S 4G

Namun belakangan handphone ini semakin terasa lambatnya. Apalagi jika menilik update beberapa aplikasi membawa meminta kebutuhan memory yang semakin besar. Kamera yang tidak dapat zoom juga seringkali menjadi masalah ketika menghadapi obyek yang jauh. Sudah banyak cara saya lakukan termasuk utak-atik jeroan Androidnya. Hasilnya? Tetap saja ada masalahnya. Sedih.

Ketidakpuasan ini memancing saya untuk mencari-cari gadget baru yang bisa menggantikan kebutuhan.

Beberapa orang akan menjawab kamera adalah kebutuhan utama di smartphone ketika ditanya hal paling penting dari smartphone. Beberapa lainnya akan menjawab RAM dengan ukuran besar dan sebagian lagi menjawab butuh layar yang bagus dan responsif untuk menggambar. Kalau saya? Sebagai orang yang melek teknologi, dan tentu saja Android, banyak sekali pertimbangan yang ada di daftar.

Ketika sedang mempertimbangkan beberapa gadget calon pengganti malah kemudian mendengar bahwa Samsung Galaxy S4 segera datang dan mendapat kesempatan mencobanya.

Mencoba sesuatu yang baru itu menyenangkan. Sama dengan mencoba baju baru jaman es-de dahulu. Bahagia. Dan begitu juga mencoba Galaxy S4 ini. Menyenangkan dan penuh luapan emosi. Namun satu hasil akhirnya: PENGEN PUNYA!

Sebelum icip-icip produk baru dari Samsung ini saya sudah melihat spesifikasi teknisnya dan ya.. menggoda. Exynos Octa-core, Super AMOLED, kamera 13MP, layar 5 inchi dengan resolusi 1080×1920 px dan kedalaman 441 ppi, dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya, dan tentu saja yang tak bisa saya lewatkan adalah RAM sebesar 2GB serta hadir dengan Android 4.2.2 – Jelly Bean.

Namun selain spesifikasi teknis di atas, software yang ada di dalamnya pun tak perlu diragukan. Kameranya dibekali dengan fitur (1) eraser untuk menghapus obyek tak diinginkan secara otomatis, (2) drama shot yang mampu mengabadikan momen dramatis, (3) dan dual shot jika saya sedang memotret teman-teman foto saya juga ada di sana. Kehilangan momen itu bisa dibilang cerita lama. Hehe..

Fitur task juga jauh lebih mudah di Galaxy S4 ini. Dengan hadirnya Air View dan Air Gesture, melakukan apapun menjadi jauh lebih mudah tanpa butuh banyak effort. Memanfaatkan infra red Air Gesture dapat membaca gerakan tangan ataupun mata sehingga flipping atau scrolling tidak mesti dilakukan dengan menyentuh layar.

Saya yang suka berolahraga dan jalan kaki ke mana saja ini juga akan lebih terbantu dengan S-Health. Dengan aplikasi ini saya mampu merekam jejak langkah lalu menghitungnya. Jika biasanya pasca jalan yang terasa hanya capek, dengan S-Health saya bisa berbahagia melihat hasil dan progress yang sudah saya capai.

Ada fitur lain yang tak kalah menarik tentu saja, yaitu S-Translator. Namun karena sibuk saya belum bisa jalan-jalan ke luar negeri sehingga butuh aplikasi ini. Ada fitur apa lagi sih? Sila tengok video di bawah ini:

Banyak kan fiturnya? Dengan fitur yang sebanyak itu dan hampir semuanya saya butuhkan, bagaimana mungkin saya nggak pengen upgrade? Bayangkan! Bayangkan betapa kepinginnya saya ini.

Sepertinya besok memang harus bangun pagi dan ikutan ngantri di Grand Indonesia buat Galaxy S4 ini sebagai pengganti Nexus. Hmm.. toh ada diskon dan banyak promo. Kalau belum tahu promonya apa, coba ke sini:

S4 launch

Mau nemeni saya ngantri?

blog

New Way of Spamming: via Dropbox Files

There was this and this and this, and then this happens (translated from Portuguese using Google Translate):

Dropbox spam

This was sent via Dropbox [email protected] mail because she shared an image to me. So, yeah the email is legal. But, the message? Well, you know what that is.

Do you want to know the image she sent me? This:
She looks cute, doesn't she?

Yes, the new way of spamming. Via Dropbox file sharing.

PS: Question: how does she know my Dropbox mail account? Maybe, the answer is that data breach incident. Maybe.

blog, life, Tips

Melindungi Gusi Untuk Masa Depan Lebih Baik

Di tulisan sebelumnya saya sudah jelaskan pentingnya menjaga gusi agar tetap sehat. Kenapa? Di situ juga sudah tertera apa dan bagaimana itu masalah gusi. Dan tak lupa juga dapat dibaca tentang siapa saja yang memiliki resiko mengalaminya.

Tapi, bagaimana sih cara merawat mulut yang baik supaya tidak terjadi masalah pada gusi itu? Apa saja yang sebaiknya dilakukan? Apakah cukup hanya menyikat gigi dua kali sehari? Atau ada hal lain yang juga perlu diperhatikan?

Berbeda dengan infeksi pada kulit, infeksi yang disebabkan bakteri mulut sehingga gusi menjadi bermasalah ini cenderung tidak terasa. Tidak ada rasa sakit dan progresnya juga relatif lama. Sayangnya, karena sifatnya yang demikian tadi masalah pada gusi biasanya disepelekan sehingga tau-tau sudah parah. Yaaa.. namanya manusia gitu kan ya? Padahal, jika telah parah maka akibatnya adalah rusaknya tulang pada gigi dan ujungnya adalah gigi dan gusi menjadi jelek dan bisa jadi malah lepas.

Nah, untuk mencegah hal-hal demikian tadi maka ada beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan. Dan sebagian besar dimulai dari rumah serta kebiasaan kecil yang ternyata penting.

  • Gosoklah gigi dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung flouride. Cara menggosok gigi pun jangan asal-asalan. Tapi, dengan penuh penghayatan sehingga semua gigi dapat terjangkau oleh sikat. :P
  • Konsumsi makanan yang sehat seperti apel, wortel, susu, keju, dan sayuran lain yang banyak mengandung vitamin C. Dengan mengkonsumsi makanan manis maka secara langsung kita meningkatkan kadar gula dalam mulut dan ini akan memicu datangnya plaque lebih banyak.
  • Hindari merokok. Karena, sebagaimana yang sudah saya sebutkan di artikel sebelumnya, kandungan nikotin dalam rokok tidak baik untuk kesegaran dan kesehatan mulut. Kalau ternyata sudah merokok yaaa… gunakan tips lain. :D
  • Rajinlah juga untuk melakukan flossing pada gigi yang tak terjangkau oleh sikat. Flossing dan gosok gigi adalah kombinasi paling gampang dan manjur untuk menghindari masalah gigi maupun gusi. Sudah tau kan kalau ada juga pegangan untuk floss?
  • Cobalah konsumsi permen karet yang mengandung xylitol. Karena hasil riset menyebutkan bahwa mereka yang rajin mengkonsumsi xylitol setelah makan memiliki gusi dan gigi yang lebih bersih dan sehat daripada yang tidak. Mengunyah xylitol setelah makan rupanya mampu membersihkan gigi dan menetralkan asam yang ada di mulut. Tapi ingat, jangan yang mengandung gula! Kalau ada gulanya sih sama saja sepertinya.
  • Lakukan check-up ke dokter gigi. Dari dulu disarankan pergi ke dokter gigi paling sedikit 6 bulan sekali kan? Nah, sekalian periksa gigi jangan lupa juga memeriksakan gusi. Yaaa.. supaya tahu saja jika ada gejala-gejala menuju gusi bermasalah. Tahu lebih awal itu selalu lebih baik daripada tahu dan sudah telat. Percaya deh.
  • Berciumanlah sering-sering. Lho, beneran ini. Karena menurut Academy of General Dentistry berciuman ternyata mampu merangsang saliva (air liur) untuk mengeluarkan dan membuang partikel dari sisa makanan yang dapat menyebabkan masalah di mulut. Kalau belum ada yang dicium ya jangan terus nyium istri/suami orang sih. Nanti yang ada malah kena bogem mentah kan? Kalau belum ada yang dicium, balik ke permen karet dengan xylitol.
  • Alih-alih kopi, cobalah teh. Teh itu bagus lho buat kesehatan mulut. Gak usah pakai gula tapinya. Tawar, tawar deh. Hehe..
  • Gunakan pasta gigi yang baik kandungannya. Pastikan ada flouride dan baking soda di dalam komposisinya. Kalau bingung pasta gigi apaan, coba saja Parodontax dulu. #ngiklan

Nah, sudah tahu kan bagaimana cara merawat gusi supaya tetap sehat? Kalau sudah tahu, jangan lupa dipraktekkan. Karena percaya deh, membaca tulisan ini doang gak bakal bisa bikin gusi jadi sehat. Ya, kan? :P

Versi tl;dr sih begini: konsumsi makanan yang sehat dan tak mengandung banyak gula, dan rajinlah menggosok gigi setiap hari. Sudah, itu saja.

Btw, kok saya jadi pinter soal kesehatan gusi sih? Iya. Wong saya dapat ilmu ini dari blogger meet-up yang diadakan Parodontax Indonesia. Rame waktu itu dan banyak ilmu.

Sebagian sih, baca-baca lagi. :D

PS: Salah satu alasan lain menjaga gusi tetap sehat adalah karena bisa mencegah dari penyakit Alzheimer. Sumbernya, artikel di Washington Post. Linknya entah kemana. :P